PROFESIONALISME TNI DALAM MENGATASI KONFLIK LAF DAN IDF DI LEBANON SELATAN
Prajurit Satgas Yon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indobatt) dengan sigap bertindak profesional dan imparsial dalam mengemban tugas serta tanggung jawabnya selaku Peacekeeper saat terjadi ketegangan antara IDF (Israeli Defence Forces) dan LAF (Lebanese Armed Forces) di salah satu Observation Post (OP) di daerah Al-Adaisse yang terkenal dengan sebutan ”Panorama Point” dan masih dalam Area of Responsibility (AOR) Indobatt di Lebanon Selatan, Selasa (3/8).
Menurut Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/Indobatt), Letkol Inf Andi Perdana Kahar, tindakan menengahi yang sangat berani dilakukan oleh prajurit TNI berawal dari rencana kegiatan pemotongan batang pohon cemara yang tumbang dan mengenai pagar/Technical Fence oleh pihak IDF (Israeli Defence Forces). Kegiatan IDF ini tidak disetujui LAF (Lebanese Armed Forces) dan mendapat tentangan, karena menurut LAF pohon tersebut berada di wilayah negaranya. Walaupun kegiatan ini telah dipantau dan mendapatkan ijin dari UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) selaku pemegang mandat pemelihara perdamaian di wilayah Lebanon Selatan, namun pada kenyataannya kegiatan IDF di lapangan ini mendapatkan tentangan yang sangat keras dari LAF serta memicu ketegangan antara kedua belah pihak. Read more »
Apa yang terjadi sebenarnya di lebanon??
Hari ini Indonesia dikejutkan oleh pemberitaan mengenai anggota TNI yang tergabung dalam IndoBatt yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon. Hal ini bermula ketika muncul sebuah video yang diupload beberapa jam setelah terjadi kontak tembak-menembak antara tentara Lebanon dan tentara Israel, dengan judul yang cukup bombastis….
Kemudian kantor berita Al Manar menurunkan berita, yang salah satunya tertulis
On Tuesday, Al-Manar television aired images of two Indonesian soldiers, presumably from UNIFIL, leaving the site of the skirmish in a shared taxi.
Polemik menjadi semakin panjang ketika beberapa media luar menampilkan foto pasukan IndoBatt yang tengah berlindung dari tembakan, bukan membantu mengusir tentara Israel. Berita ini kemudian dijadikan referensi oleh beberapa media di Indonesia, walaupun kemudian dibantah oleh Panglima TNI bahwa kedua anggota IndoBatt tersebut tidak melarikan diri dari lokasi kontak tembak menembak.
Tetapi berita yang tidak utuh tersebut, telah terlanjur dipublikasikan dan menyebabkan semacam image bahwa, anggota TNI yang tergabung dalam IndoBatt melarikan diri lah, gampang paniklah, tidak membantu tentara Lebanon lah dan lain-lain…
Baik, saya akan mencoba untuk merangkum informasi yang dapat dipertanggung jawabkan yaitu hasil diskusi sepanjang malam di formil kaskus, sumber: Formil , Formil , keterangan resmi IndoBatt , Pralangga
MT. Pramoni milik siapa???
Diawal tahun 2010 ini, kita dikejutkan oleh berita pembajakan yang terjadi diperairan Somalia yaitu sebuah kapal MT. Pramoni (Pramoni adalah nama muda Batari Durga) berbendera Singapura dimana kebanyakan awak kapalnya adalah Warga Negara Indonesia.
Pertanyaan baru muncul ketika setengah jam yang lalu diberita tv, muncul pernyataan dari Deplu, bahwa MT. Pramoni adalah milik Norwegia. So yang bener yang mana???
Setelah googling di internet.. menemukan bahwa MT Pramoni dimiliki oleh Berlian Laju Tanker Tbk. (kode saham BLTA), tetapi di sumber lainnya mengatakan bahwa MT. Pramoni dimiliki oleh perusahaan Norwegia yang dioperasikan perusahaan Singapura, GBLT Shipmanagement Pte Ltd… Setelah mengecek web GBLT Shipmanagement Pte Ltd ternyata MT. Pramoni juga tercatat sebagai kapal milik GBLT. Jika anda lebih cermat maka silahkan membandingkan list kapal yang ada di kedua perusahaan tersebut…
Siapa sebenarnya GBLT Shipmanagement Pte Ltd?? Ditelisik lebih jauh ternyata GBLT Shipmanagement Pte Ltd merupakan anak perusahaan Berlian Laju Tanker Tbk. di Singapura. Dimana di profil perusahaan tersebut dikatakan “It was set up to provide an independent technical management services to BLT fleet”
Sooo… milik Berlian Laju Tanker Tbk. kah MT. Pramoni??
Semoga penyanderaan kapal dan ABK nya cepat selesai entah dengan membayar tebusan, atau mengirim Denjaka…
PT PAL Luncurkan Kapal Baru TNI AL
PT PAL segera meluncurkan kapal baru jenis Landing Platform Dock (LPD) untuk TNI Angkatan Laut, kata Direktur Utama Harsusanto di Jakarta, Selasa.
“Rencananya kapal diresmikan pada akhir pekan ini,” katanya, di sela-sela Seminar Nasional Revitalisasi Industri Pertahanan yang digagas Departemen Pertahanan.
Harsusanto mengatakan, kapal baru jenis LPD itu akan dinamai KRI Banjarmasin dan merupakan kapal LPD ketiga dari empat LPD yang dipesan untuk TNI Angkatan Laut.
LPD pertama dan kedua, dibuat di Korea Selatan sedangkan LPD ketiga dan keempat dilakukan PT PAL.
Ia mengatakan, hingga 2014 PT PAL telah mendapat kontrak dari Departemen Pertahanan dan TNI Angkatan Laut yakni dua kapal selam, dua kapal perusak kawal rudal (PKR), 11 unit KCR-40, tujuh unit kapal angkut tank (AT), 17 unit tank amfibi, dan 25 unit peningkatan kemampuan kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut. Read more »
Blog Stats
- 825,640 stats
Top Posts
Categories
- Alutsista
- Buku
- Catatan Pribadi
- Cost Guard
- Denjaka
- Dephan RI
- Depkes RI
- helikopter
- Indonesia Jets Fighter
- Industri Strategis
- Kapal selam
- KONGA
- KRI
- Lapan
- latihan anti teror
- LIPI
- Marinir
- Negara Lain
- News
- Operasi Intelijen
- Operasi Militer
- Paspampres
- Pasukan Khusus
- Penerbangan
- Perang
- Persenjataan
- Pesawat Militer
- Presiden RI
- PT Dirgantara Indonesia
- PT PAL
- PT Pindad
- PT Sentra Surya Ekajaya
- PT. LEN
- Puspenerbal
- Ranpur
- Skuadron TNI AU
- TNI
- TNI AD
- TNI AL
- TNI AU
- TNI AU 60'an
- TNI Tahun 60an
- Uncategorized
PROUDLY WE SERVE STAND AND FIGHT..
- Ancaman Ranjau Di Choke Points May 28, 2011All hands,Bagi negara-negara maju, salah satu ancaman yang diwaspadai pada wilayah choke points adalah ancaman peranjauan. Tidak sulit untuk menemukan kebenaran akan kewaspadaan itu, karena bisa dilacak pada beberapa latihan rutin Angkatan Laut negara-negara maju yang berfokus pada perburuan dan penyapuan ranjau di choke points. Negara-negara itu memang tela […]noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
Comments
| jennuri on Kabar terakhir KRI Frans … | |
| jennuri on Kabar terakhir KRI Frans … | |
| Aang Hermawan on BTR-50 PM Marinir | |
| Irene_sity on Mungkinkah Indonesia Membuat P… | |
| VEGA on Produk yang dihasilkan Divisi … |






