Ristek Fasilitasi BUMNIS dengan Combat Management System (CMS)
Pengembangan SEWACO [sensor weapon and control] atau Combat Management System [CMS] telah dilakukan dan dipasang di kapal Patroli Cepat [PC] TNI-AL, khususnya untuk pendeteksian bawah laut.
Fasilitasi RISTEK dalam mendorong PT LEN Industri untuk realisasi CMS secara bertahap dengan MFDnya Multi Function Display] telah dibuktikan pada tahun 1998 yaitu pemasangan 10 unit untuk sonar di 10 kapal jenis Parchim.
Tahun 2009 ini telah dilakukan koordinasi antara MABESAL, RISTEK dan PT LEN Industri untuk sinkronisasi program baik dari segi anggaran, tahapan pencapaian kemampuan PT LEN Industri serta kesiapan kapal yang akan disediakan oleh TNI-AL.
Rencana dimaksud telah disepakati oleh masing-masing pihak sesuai fungsi, dimana tahapan MFD yang diterapkan pada kapal Parchim dikembangkan menjadi CMS yang dapat diapllikasi oleh Kapal Parchim, Sigma maupun Patroli Cepat, sedangkan tahap berikutnya adalah diarahkan menjadi IWS untuk kapal Van Speejk. Read more »
Purnomo Sugiantoro sebagai Menhan??
Bagi anda yang mengernyitkan dahi dan menggelengkan kepala saat Presiden SBY menunjuk Purnomo sebagai Menhan acungkan tangan… Apakah anda menilai Purnomo, sebagaimana saya menilai beliau?? Sama seperti anda sayapun bingung ketika Purnomo yang dipilih sebagai Menhan. Tetapi sebuah artikel dari Prayitno Ramelan telah membuka mata saya mengenai siapa sebenarnya Purnomo. Penyalinan artikel ini telah disetujui oleh yang bersangkutan.
Nama Purnomo Yusgiantoro cukup dikenal sebagai salah satu orang pintar di Indonesia. Beliau adalah seorang ilmuwan dengan gelar dan nama lengkapnya Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro MSc., MA., Ph.D (58th). Belum lagi pengalaman penugasannya, pada Kabinet Indonesia Bersatu-I, Pak Purnomo menduduki jabatan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejak 21 Oktober 2004 hingga 21 Oktober 2009. Nah, tanggal 22 Oktober Purnomo akan dilantik presiden menjadi Menteri Pertahanan menggantikan Prof Juwono Sudarsono (67 th). Dalam proses pembentukan kabinet, seperti dikatakan presiden yakin akan terjadi suara pro dan kontra di kalangan masyarakat luas. Tapi hal itu dinilainya sebagai hal yang wajar dalam demokrasi. Presiden menyatakan tidak mungkin gegabah dalam menyusun dan menetapkan menteri. “Selama 10 hari terakhir saya dibantu tim kecil bekerja untuk memastikan dengan benar (penyusunan kabinet),” tambahnya. Presiden berharap para menteri yang baru bisa menjalankan tugas dengan baik, efektif, sehingga keseluruhan program kerja kabinet lima tahun mendatang bisa dicapai dengan hasil baik.
Beberapa kalangan menilai penempatan Pak Purnomo sebagai kurang tepat, nama yang santer disebut selama ini adalah Prof Muladi, Gubernur Lemhannas dan Theo Sambuaga, Ketua Komisi-I DPR RI. Dengan pertimbangan tertentu Presiden SBY akhirnya memilih beliau sebagai Menhan. Pendapat negatif tersebut dibantah oleh bekas Menhan Juwono, yang mengatakan kepada salah satu surat kabar “Kebetulan salah satu bidang yang saya minati adalah masalah pertahanan. Begitu juga Pak Pur. Ia juga ahli dalam bidang keamanan energi dan pangan. Itu kaitannya dengan pertahanan erat sekali.” Selanjutnya Juwono menjelaskan “Kalau rakyatnya tidak cukup pangan, maka pertahanannya akan lemah. Keamanan pangan dan energi itu bagian dari tugas umum Dephan. Jadi pertahanan dalam arti luas, bukan hanya militer.” Menhan baru Purnomo, tercatat juga memiliki pengalaman dibidang pertahanan, sebagai wakil Gubernur Lemhannas.
“Sejak di Lemhannas, beliau sudah faham sekali soal pertahanan darat, laut dan udara. Karena seperti saya dulu di Lemhannas, kita berinteraksi lama dengan para perwira Angkatan Darat, Laut dan Udara. Jadi penglihatan beliau utuh” jelasnya. Tantangan kedepan bagi Dephan adalah bagaimana Dephan dalam jajaran Polhukam akan mengawal penugasan di jajaran ekonomi dan kesejahteraan rakyat dalam rangka pencapaian sasaran pemberantasan kemiskinan serta memelihara pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Nah, itulah sekedar informasi adanya kontroversi masuknya Pak Purnomo kedalam kantor penting di Merdeka Barat. Bagaimana sebenarnya posisi sipil yang dimasukkan kedalam kandang macan yang cukup menggentarkan tadi?. Mayoritas personil Dephan memang diawaki personil militer ketiga angkatan dan PNS yang juga bersumber dari angkatan. Penulis sempat bertugas sekitar empat tahun di Dephan sebagai Staf Ahli dan Penasihat Menhan pada era Menhan Matori Abdul Djalil (Alm). Seperti diketahui Juwono Sudarsono adalah Menteri Pertahanan pertama yang berasal dari kalangan sipil. Sebelum itu selama ± 40 tahun, dari tahun 1959 hingga 1999, Menteri Pertahanan selalu dijabat oleh kalangan militer, walaupun sebelum 1959 juga dijabat oleh sipil. Juwono menduduki jabatan Menhan pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid dipercaya sebagai Menteri Pertahanan (1999-2000), kemudian dia digantikan oleh Prof Mahfud MD.
Read more »
Antara Indonesia dan Amerika Serikat….
Pertanyaan mendasar…
Apakah anda menemukan benua Eropa dan Indonesia disana??
Kemudian dapatkah anda menemukan pantai normandia dan berlin (medan perang Amerika Serikat di eropa -Theater Of Europe)?
Amerika Serikat yang merdeka tahun 4 Juli 1776 baru melakukan operasi dengan medan luas yang terbentang dari Normandia hingga Berlin pada tahun 1944, atau 168 tahun setelah merdeka. Sementara Republik ini yang baru berdiri pada tahun 17 Agustus 1945 telah mengadakan operasi militer sepanjang 1950an dengan luas wilayah operasi yang terbentang dari Sumatra hingga Ambon (RMS, PRRI dan Permesta)… dan saya yakin anda pasti lebih mudah menemukan Pulau Sumatra, Sulawesi dan Maluku dibandingkan Normandia hingga Berlin..Terlepas latar belakang terjadinya kejadian tersebut (tidak imbangnya kemajuan daerah-Jakarta, operasi klandestin negara lain dll)..
Tentu kita tidak dapat membandingkan mengapa saat ini Amerika Serikat sudah sangat maju sementara Indonesia masih seperti yang anda lihat (saya tidak akan membahasnya karena itu bukan domain saya)..
Apa yang saya coba ingin katakan adalah…. (silahkan tebak sendiri)…
Antara Anggaran dan Pertahanan…
Ketika tahun lalu banyak terjadi kecelakaan dan banyak orang menyatakan lemahnya pertahanan Indonesia dikarenakan alutsista TNI yang sudah menua maka semua orang akan menyalahkan anggaran TNI yang hanya sedikit. Tetapi ingatkah anda pada tahun 1963, sekelompok mahasiswa UGM telah meluncurkan roket dengan hanya dana yang terbatas?? Mereka melakukan itu karena terlecut oleh ucapan Bung Karno, sebagai bangsa kita tidak boleh bermental tempe (saya lupa bunyi ucapan aslinya)..
Jadi apakah anggaran menjadi pangkal semua masalah melemahnya pertahanan Indonesia? Jelas, ketika tidak ada uang maka negara ini tidak mampu membeli alutsista apapun.. tetapi apa yang ditunjukkan oleh mahasiswa dari UGM yang meluncurkan roket menunjukkan jika anda punya niat maka apapun akan dapat dilakukan.. Sehingga saya cenderung memilih bahwa selama ada niat dari pemerintah untuk membangun TNI maka tanpa anggaran yang besar pun, situasi TNI tidak akan seperti hari ini yang anda lihat.. Read more »
Blog Stats
- 217,145 stats
Top Posts
Categories
- Alutsista
- Buku
- Catatan Pribadi
- Cost Guard
- Dephan RI
- Depkes RI
- helikopter
- Indonesia Jets Fighter
- Industri Strategis
- Kapal selam
- KONGA
- KRI
- Lapan
- latihan anti teror
- LIPI
- Marinir
- Negara Lain
- News
- Operasi Intelijen
- Operasi Militer
- Paspampres
- Pasukan Khusus
- Penerbangan
- Perang
- Persenjataan
- Pesawat Militer
- Presiden RI
- PT Dirgantara Indonesia
- PT Pindad
- PT Sentra Surya Ekajaya
- PT. LEN
- Puspenerbal
- Ranpur
- Skuadron TNI AU
- TNI
- TNI AD
- TNI AL
- TNI AU
- TNI AU 60'an
- TNI Tahun 60an
- Uncategorized
PROUDLY WE SERVE…STAND AND FIGHT…
- Mengulangi Pengalaman Era 1966-1979? November 11, 2009All hands,Suatu hal yang kontradiktif tengah terjadi di kawasan Asia Tenggara dalam hal pembangunan kekuatan laut. Indonesia yang hingga awal 1990-an mempunyai Angkatan Laut yang sangat diperhitungkan di wilayah ini, kini tengah mengalami kemunduran secara teratur dan sepertinya akan terus berlanjut hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Sebaliknya, Angkat […]noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
Comments
| zacky on Rudal buatan dalam negeri | |
| zacky on Rudal buatan dalam negeri | |
| sadis 2 on Rudal buatan dalam negeri | |
| jumaidi kartiko on Mungkinkah Indonesia Membuat P… | |
| eko kartiko on Mungkinkah Indonesia Membuat P… |









