Mungkinkah Indonesia Membuat Pesawat Tempur Sendiri
Mungkin judul diatas terkesan terlalu berlebihan bila mengaca pada kondisi negara kita saat ini, tetapi bila melihat pembelian pesawat tempur beberapa tahun belakangan ini, yang sepertinya tidak memiliki blue print yang baik, sehingga pembelian tersebut terkesan tanpa adanya perencanaan yang matang, nampaknya perlu dipikirkan sebuah upaya untuk membuat pesawat tempur buatan Indonesia. Kita ambil contoh pembelian 2 Su 27 dan 2 Su 30 yang sampai detik ini belum dipersenjatai, walaupun pernah terdengar adanya isu yang menyatakan bahwa proses pembelian persenjataan untuk ke empat Sukhoi sudah dilakukan dan tinggal menunggu kedatangan dari Rusia saja. Atau kalau kita mau mengingat pembelian 6 pesawat Sukhoi yang dilakukan dan diumumkan kepada publik pada pameran kedirgantaraan di Rusia beberapa waktu yang lalu, yang hingga kini tidak jelas kelanjutannya. Atau sebuah berita hangat yang tiba-tiba muncul tidak terduga yang menyatakan bahwa TNI- AU sedang mengkaji pembelian 24 Mirage 2000 dari Qatar.
Apakah Indonesia memiliki kemampuan untuk membuat pesawat tempur sendiri? Well, saya bukanlah seorang yang memiliki kemampuan untuk membuat pesawat, saya hanyalah satu dari sekian banyak masyarakat Indonesia yang prihatin tentang kondisi pesawat TNI AU saat ini yang tidak mampu melindungi wilayah Indonesia yang sangat luas. Jika kita berbicara tentang pesawat maka kita akan berbicara tentang PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dan mampukah PTDI membuat pesawat tempur?? Mari kita “mengosongkan” pikiran tentang masalah-masalah yang masih menghinggapi PTDI dan berpikiran positif “bahwa dimana ada kemauan maka disitu ada jalan”. Sebagai perusahaan yang mempu merakit body pesawat komersil pesanan pabrikan luar negeri, tentu tidak ada masalah saat PTDI merakit body pesawat tempur. Lantas bagaimana dengan kemampuan PTDI untuk merancang bangun pesawat tempur? Apakah PTDI mampu membuat rancang bangun sebuah pesawat? Tentu kita tidak akan terlalu berharap bahwa pesawat tempur produksi PTDI yang pertama akan memiliki kemampuan seperti F-16 apalagi Su-30, memiliki kemampuan setingkat F-5 atau A-4 saja sudah lebih dari cukup, untuk yang satu ini saya sangat yakin para ahli yang bekerja di PTDI mampu membuatnya. Tetapi bagaimana kalau ternyata PTDI tidak mampu merancang bangun pesawat sendiri? Kalau kita mau memperhatikan perkembangan kemampuan Negara-Negara lain untuk membuat pesawat tempur sendiri, maka kita akan melihat bahwa Israel dan China sekalipun pernah mengcopy pesawat tempur yang diproduksi Negara lain yang kemudian diterapkan untuk pesawat tempur buatannya sendiri. Saat ini kita masih memiliki F-5 yang masih aktif maupun A-4 yang sudah digrounded, bagaimana kalau pesawat-pesawat itu dibawa ke hangar PTDI kemudian “dibedah” isinya sehingga PTDI bisa merancang bangun sebuah pesawat sendiri. Dan kalau mencopy kita anggap sebagai suatu hal yang tabu, maka tentu PTDI harus merombak dibeberapa tempat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki PTDI dan bisa meminta saran kepada pilot pesawat tempur TNI AU. Jika Negara seperti Israel dan China saja berani mengcopy pesawat tempur buatan Negara lain, kenapa kita tidak berani dan mau melakukannya?
Setelah urusan body pesawat selesai, kita akan berbicara tentang mesin, radar, kursi lontar dan senjata yang mampu diusungnya. Untuk hal yang satu ini tentu PTDI akan bekerjasama dengan pabrikan diluar negeri, toh pesawat tempur yang diproduksi Lockheed Martin, mesinnya dibuat oleh pabrikan lain. Dan kalau ternyata Negara eropa barat tidak berkenan bekerjasama dengan PTDI, maka kita tentu dapat berpaling ke Rusia untuk memenuhi kebutuhan itu. Saya termasuk seseorang yang percaya bahwa “jika seorang anak tidak berani jatuh saat belajar berjalan, maka ia tidak akan pernah mampu untuk berjalan”, artinya jika dalam pembuatan pesawat tempur buatan Indonesia ini mengalami hambatan atau setelah pesawat ini jadi ternyata performanya mengecewakan, hendaknya tidak berpikiran bahwa kita tidak mampu membuat pesawat tempur sendiri, tetapi menjadi pembelajaran bagi kita untuk membuat pesawat yang lebih baik.
Dalam tulisan saya diatas, saya tidak menyinggung soal dana pembuatan pesawat ini, karena orang terkaya di Indonesia sekalipun tidak memiliki kekayaan melebihi kekayaan pemerintah, maka tentu saja pendanaan kembali bergantung kepada pemerintah. Untuk yang satu ini saya hanya bisa berharap perekonomian Negara kita bisa lebih baik di masa yang akan datang, sehingga bisa menyisihkan anggaran untuk program ini dan dalam jangka panjang semoga Negara ini lebih memiliki kepedulian yang besar terhadap industri pertahanan dalam negeri.
Pembaca Angkasa yang budiman, sebagai pembaca majalah Angkasa tentu anda memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang kondisi pesawat TNI AU dibanding masyarakat lain, maka saya berharap teman-teman yang bekerja di PTDI, Media, Parlemen, di Departemen-Departemen terkait dan Pemerintah Pusat mau menggelorakan semangat kemandirian untuk membuat pesawat tempur sendiri. Atau jika 5, 10 atau 20 tahun nanti dimasa yang akan datang ada teman-teman pembaca Angkasa yang menjadi Dirut PTDI atau bahkan menjadi Presiden Republik Indonesia saya berharap teman-teman dapat memimpin proyek pembuatan pesawat tempur buatan Indonesia.
Akhir kata, kita adalah bangsa yang besar, tetapi kemampuan kita untuk melindungi diri sendiri pada saat ini berada pada titik nadir, jika bukan kita yang menjaga bangsa ini lalu siapa??
Foto : -Sukhoi, indoflyer.net Photos Division – Image copyright (Eddy Feebruanto Putra)
- A-4, Image copyright (Deon)
66 Comments »
Leave a comment
Blog Stats
- 234,657 stats
Top Posts
Categories
- Alutsista
- Buku
- Catatan Pribadi
- Cost Guard
- Dephan RI
- Depkes RI
- helikopter
- Indonesia Jets Fighter
- Industri Strategis
- Kapal selam
- KONGA
- KRI
- Lapan
- latihan anti teror
- LIPI
- Marinir
- Negara Lain
- News
- Operasi Intelijen
- Operasi Militer
- Paspampres
- Pasukan Khusus
- Penerbangan
- Perang
- Persenjataan
- Pesawat Militer
- Presiden RI
- PT Dirgantara Indonesia
- PT PAL
- PT Pindad
- PT Sentra Surya Ekajaya
- PT. LEN
- Puspenerbal
- Ranpur
- Skuadron TNI AU
- TNI
- TNI AD
- TNI AL
- TNI AU
- TNI AU 60'an
- TNI Tahun 60an
- Uncategorized
PROUDLY WE SERVE…STAND AND FIGHT…
- Pelajaran Dari Perang Afghanistan December 3, 2009All hands,Sesungguhnya banyak pelajaran yang bisa ditarik oleh Indonesia, khususnya militer dari Perang Afghanistan yang kini terus digeluti oleh Amerika Serikat. Salah satunya adalah assessment terhadap situasi nyata di lapangan secara lugas oleh panglima operasi. Seperti diketahui, Panglima ISAF/U.S. Forces Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal pada Agus […]noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
Comments
| 'nicebrutu' on Mungkinkah Indonesia Membuat P… | |
| barakuda on Jangan sekali-kali melupakan s… | |
| Debo on N-250 dimana dirimu kini… | |
| visionblast on N-250 dimana dirimu kini… | |
| marxissukarnois on Kemana Mig-21 kita?? |








Mestinya bisa sekali, atau kesepakatan seperti india, kalau beli pesawat selalu ada opsi sebagian di rakit di negeri sendiri. Sekaligus alih teknologi…suka miris liat sigapore yang nggak punya air space buat latihan terbang aj, tetapi punya pesawat jauh lebih banyak dan modern dari kita.
Memang kata kunci dari jawaban pertanyaan ini adalah KEMAUAN. Kata kunci ini kita belum punya. Jangankan untuk buat pesawat tempur, yang lebih mudah saja misalnya buat truck sendiri atau buat mobil sendiri atau bahkan sepeda motor sendiri belum dapat kita lakukan. Sudah bertahun-tahun kita rakit mobil dan motor, tapi ya terus saja ‘kebisaan’ kita hanya sebatas itu. Berpuluh tahun pula minyak kita digali dan dieksploitasi oleh asing seolah tanpa planning agar hal ini kelak dilakukan oleh kita sendiri secara bertahap.
Kata KEMAUAN ini memang sangat dipengaruhi oleh seberapa tingginya nasionalisme petinggi suatu negara dan yang lebih penting lagi seberapa bersih jiwanya dari mental korup. Kalau keduanya rendah, tak heran kata kunci itu akan sulit muncul.
kalau cuma mungkin, mungkin banget. engineer kita itu gak usah disekolahin juga udah pinter. kasih pesawat, disuruh liat diutak atik untuk ditiru bisa jadi kok. tapi ya itu QC nya harus jelas dan pemerintah harus konsisten. tapi pasti gak mudah. kebayang dong kalau Indonesia bisa buat pesawat tempur sendiri, keren n canggih gitu, pasti US, UK dkk cari cara untuk membuat indonesia gak jadi bikin,
Sebenernye si bisa, Indonesia termasuk negara yang SDM nya mumpuni, dan bahkan lebih baik dari negara China & Jepang sekalipun, masih ingat bagaimana kita masih di segani dengan negara lain (sebenarnya) termasuk AS sendiri, karena bangsa Indonesia sendiri merupakan bangsa SDM nya mudah menyerap teknologi dari bangsa lain. Kalo untuk ngancurin MALINGSIA sih Indonesia cukup naro 5 Denjaka, 5 Kopassus, 5 Den Bravo, 5 Kopaska & 5 Kopaskhas dari TNI, hanya hitungan hari MALINGSIA udeh pasti KEEOOK ditangan Indonesia. karena AUSSI pun tau betapa Indonesia ahli dalam Strategi & taktik, maupun dalam pengembangan Ilmu Perindustrian, contoh : Singapur, tidak akan bisa berperang dengan negara lain tanpa bantuan negara Inggris & Amerika, MALINGSIA apalagi, Special Force nya aja di latih di Surabya, TNI pernah bertarung dengan Tentara GURKHA sampai tentara Gurkha sendiri mengakui Indonesia memang hebat. Tetapi sayang seribu sayang kini Indonesia sedang tertidur pulas dan si anak SIALAN (MALAYSIA) dengan berani mencari gara-gara dengan Indonesia padahal kaga tau dulunya di ajarin ama siapa dia, makanya sewaktu Indonesia ingin membeli 16 Pesawat Tempur Rusia “Sukhoi” betapa paniknya MALINGSIA, hingga kini mereka pun hanya bisa mencari gara-gara dan belum bisa menyerang langsung, beruntunglah Indonesia dari segala keterbatasan yang ada, tetapi masih di segani oleh negara lain. JAYALAH TNI, JAYALAH RAKYATNYA, JAYALAH INDONESIA KU, INDONESIA TUMPAH DARAHKU, MAJU TERUS INDONESIA (NKRI HARGA MATI UNTUK BANGSA INI)
Hm….denger-denger Indonesia bikin pesawat stealth LS-X ya….???
itu bener gak sih…??? klo bener ya sip lah!!!!
maju terus Indonesiaku…!!!!
gagah sih boleh… bangga belumlah! LIPI itu apaan sih?
Stealth Lsx, ga pernah dnger dr media, tp cuma lihat di you tube.. Tp kyknya cuma hoax doang.. Lipi? Lembaga ilmu pengetahuan indonesia
Awalnya tulisan ini dbuat untuk dimuat di majalah angkasa, berhubung tidak sempat mengirim ke redaksi, jadi ya nulis disini aja. Dan tulisan lupa dirubah sedikit hehehe… Sebagai tambahan informasi, ke empat sukhoi kita telah dpersenjatai (pernah nanya ke dispen au) tapi dengan 1 dan 2 alasan, tni au blum mau me release sebuah foto sukhoi kita lengkap dngan persenjataan air to air… Klo air to ground udah, walopun itu bom2 lawas dr tahun 60 an.. Dari 6 sukhoi yg dbeli, 2 telah datang.. Sementara pembuatan pesawat tempur buatan indonesia masih jauh dari harapan..
jawabannya bisa pak,,, cuma masalahnya dananya risetnya gak sedikit sementara kemampuan beli TNI sangat terbatas,, kalau mau bikin pesawat sendiri paling gak TNI AU harus membelinya sekitar 100an pesawat!!!
sepertinya ide/isu tentang pembelian 24 Mirage 2000 dari Qatar perlu dielaborate, apalagi kalo bisa terealisasi, wuah mantep banget !!!
Bbrp bulan yg lalu, menhan dlm wawancara dgn sbuah majalah menyatakan opsi mengambil mirage akan dlakukan jika satu skadron tempur dbubarkan. Sebab, mnambah skadron br dngan pesawat yg blum pernah kita operasikan akan membuat biaya perawatan dan pelatihan yg cukup besar.. Sehingga opsi itu smentara tdk kita ambil..
Kalo pesawat tempur sih pesawatnya bisa aja tapi avioniknya radarnya dsb ntu yang g yakin deh -maaf Indonesia
itung2 kaya pesawat R/C aja gt mirip2 kok teknisnya
kalau ground vehicle atau kapal masih bisa lah
mungkin ntar ada desain2 kapal / patrol boat baru lagi
kalau tank / APC mah resmi dianggep bisa aja lah Pindad mampu kok
kalau senpi TOP banget PS-01 pistol cuman Indonesia yang pakai n bikin
LS-X? pernah lihat di youtube. Tapi membuat stealth itu muahal banget. utk Raptor aja milyaran dolar. tapi siapa tau pemerintah mulai dingin hati dan kepalanya utk menyisihkan hasil pajak utk membuat jet tempur sendiri. daripada uang pajak di serap koruptor. Utk Pt DI n’ semua Engineer yg nganggur(jangan marah broer…)sekadar saran cobalah kalian sendiri yg berinisiatif. kalo udah jadi tu RajaSing..aeh,Singapur n’MALINGSIA ama inggris n’ AS pasti kebakaran jenggot!kebakaran Jem…n’ yg pasti pemerintah harus ningkatin pendidikan n kesehatan buat rakyat. supaya orang2 pinter kita ga pada lari kesana beri mereka jalan utk ngembangin n mencurahkan ilmunya utk negara ini. MERDEKA!!!
Sebenarnya Indonesia bisa bikin alutsista sendiri.Dasar orang kita sendiri yang ndak niat.Coba ingat negara Jepang,sebelum perang dunia 2,mereka secara mengejutkan mampu membuat persenjataan muali kapal perang sampai pesawat dengan teknologi sendiri.Walaupun akhirnya Jepang keok karena dikeroyok sekutu,tapi pada awalnya senjata2 Jepang cukup mumpuni di medan perang. Bukankah Pearl Habour luluh lantak oleh serangan pesat2 tempur Jepang? Juga armada Belanda yang mangkal di Indonesia,akhirnya ndak berkutik saat disatroni oleh kapal-kapal perang Jepang.Masalahnya sekarang adalah,orang-orang kita sudah diracuni otaknya oleh pola pikir kapitalis dan materialistis.Jadinya belum apa-apa orang kita dah mikir untung aja.Itu sebabnya yang namanya biaya riset,biaya pengembangan sampai produksi katanya “mahal”.Sebab belum apa-apa mereka ditipa lini dah mikir gimana cvaranya dapat untung sebesar-besarnya.Coba kalo para orang pintar di Indonesia mau “berkorban” sedikit aja dengan mencurahkan ilmu dan tenaga maksimal tanpa minta upah gede, saya yakin yang namanya biaya itu bisa ditekan.Namun apa mau dikata?Bisnis pengadaan senjata adalah lumbung uang.So,kabarnya banyak piihak yang sengaja ndak mau Indonesia punya industri militer sendiri.Bisa ditebak,dengan mengandalkan impor,maka para mafia pembelian senjata yang dibekingi oleh pejabat2 bisa dapat untung banyak dengan markup harga senjata yang dibeli dari luar.
gw yakin aja dengan kemampuan indonesia…..
yang jadi masalah kagak ada yang terlalu peduli dengan peralatan militer sehingga dananya pun jadi kagak ada deh….
pelajar indonesia terlalu di doktrin buat jadi anak yang kaya uang
merancang sebuah pesawat tempur gak semudah yg kita bayangkan
beda dengan pesawat angkut sipil kayak N-250,intinya kita perlu kerja sama dgn negara lain,bisa Rusia ,China.kita ambil contoh Pakistan kerja sama den china dlm proyek JF-17.cuma maslah dana yg akan jadi kendala.menurut saya kita gak usah muluk dulu lah, buat yg lain aja dulu seperti rudal anti pesawat,meriam anti serangan udara.senjata2 tersebut jg minimal bs jadi andalan untuk menjaga wilayah udara indonesia,Rusia dan china bisa menjadi partner kita dalam kerja sama tersebut
ayoooooo maju indonesia
mas hendri.. smua pencapaian umat manusia berawal dari mimpi.. jadi salahkah kita bermimpi bahwa Indonesia mampu membuat pesawat sendiri???
Betul apa yang anda bilang bahwa, butuh pendanaan yang besar untuk membuat pesawat tempur… Saya pribadi pernah menanyakan hal itu kepada PTDI dan mereka bilang butuh dana untuk riset… dan semua tahu, klo dana riset itu didanai oleh PTDI sendiri dan tidak ada jaminan dari pemerintah bahwa TNI akan menggunakannya.. maka tentu PTDI akan setengah hati mendanai program tersebut..
Tahun lalu, Pemerintah Korsel dan Indonesia menandatangani kerjasama, untuk membuat pesawat latih… semoga ini menjadi awal dari kemandirian untuk membuat pesawat tempur sendiri..
ayo PTDI kamu bisa….
satu pesawat tempur aja….jadilah…
buktikan PTDI.jangan mau di anggap remeh negara lain.tunjukkan taringmu..
masalah dana jangan khawatir,kumpulkan orang2 terkaya di indonesia dan minta tolong sumbangannya…untuk satu unit pesawat saja, sebagai pelopor…
sepakat dimana ada kemauan di situ ada jalan. jangan sampai negara kita yang besar tidak di imbangi dengan kekuatan yang besar dari pertahanan keamanannya karena bisa kacau
poosing deh mikir idonesia, boro2 berkorban laa wong wakil rakyat nya saja, mikir kempoong nya sendiri di rewangi pada strees gitu kok. ya ndak…?
maksutku yg gagal jadi wakil rakyat stres, yg jadi otomatis membesar kan perut nya alias kempuung nya… gitu loo !
kita sudah mampu sebenarnya dalam menciptakan pesawat tempur sendiri, hanya saja kendalanya tetap klasik yaitu mengenai pendanaan yang relatif ga kecil karena sistimnya kerjanya yang semuanya serba high technology. meskipun begitu kita tetap punya kebanggaan krn ternyata indonesia sudah sedikit demi sedikit bisa mnegembangkan proyek pesawatnya hingga keluar negeri.
@ andi, ini kembali kepada kita.. apakah kemarin kita sudah memilih caleg yg benar???
@ arsiva, semua kembali kepada keputusan pemerintah… niat apa engga untuk memajukan TNI… toh kita sudah pernah mendengar anekdot, “apa sih yg ga bs dibuat orang Indonesia?”
Saya Sangat-sangat super setuju dengan tulisan anda,saya yakin Orang Indonesia akan mampu untuk itu sekalipun membutuhkan waktu lama dan dana yang besar. Ketimbang terus membeli mengapa tidak dicoba “membedah pesawat tempur kita yang sudah mulai usang tadi”, kalau diberi kesempatan siapa tau akan berhasil.
Untuk membuat pesawat & perangkat keras lainnya merupakan kerja super berat, tetapi paling tidak bisa dimulai dengan merancang perangkat lunaknyanya.
Atau merancang sebuah sofware & perangkatnya untuk mengacaukan radar atau teknologi komputerisasi persenjataan agar jikalau ada serangan pesawat musuh bisa kita tangkal dengan memblokir / mengunci sistem senjatanya.
Memang saya terlalu berkhayal dan terlalu berharap, akan tetapi perlu diingat bahwa kemajuan teknologi di dunia ini semuanya diawali dengan khayalan dan nantinya akan diwujudkan dalam kenyataan.
SEBENARNYA BISA BANGET,TEKNISI KITA YANG BANYAK BANGET INI BUAT APA??????
SEPERTI SEKOLAH KEDINASAN STPI CURUG-TANGERANG ITU SETIAP TAHUN BANYAK TEKNISI YANG DILAHIRKAN,TAPI BUAT PESAWAT SIPIL…….TINGGAL DISEKOLAHKAN KELUAR SEBENTAR AMBIL PEMBELAJARAN KONTRUKSI PESAWAT MILITER KE RUSIA,AMERIKA,N USA PASTI KITA LEBIH BAIK ITU,…..
BANYAK TEKNISI2 MUDA YANG BEKERJA DI PESAWAT SIPIL…..
SEBELUM LULUS PENDIDIKAN DI STPI MISALNYA NEE, NEGARA TINGGAL DATANG KESANA DAN MEMINTA BEBERAPA ORANG TERBAIK JA,…..
ADA PEPATAH”SIAPA YANG MENGUASAI UDARA PASTI PEMENANG”.
SEMOGA PIHAK2 MILITER,NEGARA DAN PRESIDEN MENGERTI AKAN HAL INI,…..
A-4 TNI-AU Ganti Sukhoi
nati agustu sukhoi su-27 skm indonesia
nati Sukhoi Malaysia Su-30mkm 18 Full Wepon
Halini M52-18
INDONESIA WASPADA SAMA TUDM
PESAWAT JET
A-4 DI MUSEUM JOGA
PAK GALL FOTO SUKHOI INDONESIA
FANS SUKHOI RUSSIA DAN TNI-AU
Trianto
semua pasti bisa dilakukan asal pemerintah berniat aja, dan suruh PT DI unutk mengerjakan pesawat tempur aku yakin pasti bisa, kalau gak percaya coba aj.
iya buat pesawat 80 ekor aja
40 ekor ditempatkan di kupang NTT
40 ekor ditempatkan di pekanbaru
maka……..
malingsia dan wedus-tralia
pasti tidak bisa tidur pulas…..
oke semua……..
sebenarnya kita sudah bisa membuat pesawat sendiri, tapi kembali kepada anggaran pertahanan kita yang terlalu cekak hingga tidak sanggup meng “on”kan pesawat2 kita yang sudah ada di hanggar. contoh kecil saja pesawat F-16 nya AS saja sayapnya yang buat juga dari indonesia. semua itu tinggal kemauan dan tekad para pemimpin kita untuk membangun pertahanan yang kuat dan memadai bagi kelangsungan negara kita
merdeka,
gua pingin banget ngaglak malingsialan tu.
perang…perang dah,
berani sentuh pertiwi indonesia, mampus kalian
Benar…
Untuk awal perdana, “nyontek” gak masalah… wong Toyota aja awalnya “nyontek” Renault Spider…
Dan benar, masalahnya “MAU” atau “TIDAK MAU”
Susahnya, para pemimpin kita udah terlanjur “MENTAL CALO” “tukang nyari duit kecil” dan jarang yang berjiwa NASIONALIS.
Malah sebenarnya kalau dilandasi kerja sama, mungkin dengan DESAULT Aviation, SUKHOI atau MIKOYAN N’ GUREVICH kita bisa bukan hanya “modal nyontek” tapi juga ngembangin. Misalnya kita sama-sama Sukhoi ngembangin rancangan SU-47 yang nantinya bisa kita produksi sendiri.
Lalu mengenai persenjataan (armed missile), emangnya orang kita gak ada yang bisa elektronik dan teknologi informasi? Apa susahnya ngembangin armed seeker, yang malah beberapa missile seeker buatan Vympel dipublikasikan secara luas. Kenapa gak nyoba modifikasi seeker Vympel tersebut sehingga bisa diaplikasikan ke dalam Raytheon AIM-9X Sidewinder misalnya.
sekali lagi, masalahnya “MAU” atau “TIDAK MAU”, bukan “bisa” atau “tidak bisa” karena saya yakin WNI banyak yang bisa dan mampu.
Siapa bilang Pesawat SU kita tidak dipersenjatai??
Mungkin anda kurang kenal dengan dengan “Orang dalamnya”
FYI yes our SU Have been armored tapi ga di publikasikan!
Dan SU yang qta punya sekrang Total Jenderal 13 SU..
Saya percaya koq untuk indonesia membuat pesawat sendiri otu bisa,qa tidak usah berkaca dari anggaran belanja atau semacamnya lah!Qta flashback sedikit dimana pada waktu itu Negara qta mempunyai orang paling pintar di dalam bidang ilmu Khususnya Kedirgantaraan yaitu Bpk B.J.Habibie!
Dimana beliau pun sudah diakui oleh dunia dan dijuluki Mr.crack from asia karena kepintaraannya,jujur saya sangat meneyesalkan kepada bangsa sendiri yang membuang beliau begitu saja..
Pertanyaannya adakah orang seperti beliau lagi di negara ini??
JuJur saya lebih percaya bahwa bidang kedirgantaraan jauh lebih maju dan bisa membikin ciptaan sendiri di bidang aeronautica jauh lebih baik drpd yang Pindad lakukan!
Pertanyaan lagi,akankah ada Badan milik Negara yang akan dibentuk lagi seperti IPTN/P.T DI??
Berbicara soal Dana kita bisa mensalahkan tutupnya P.T DI,semuanya kembali lagi kepada Komisi 1 DPR/MPR RI
Apakah mereka mengerti bahwa pemotongan anggaran dana pertahan demi menaikan dana pembangunan (yang sejatinya sebuah pembangunan berarti memerlukan penambahan pertahanan dan keamanan)
Pertanyaan nya adalah,apakah para anggota dewan kita yang terhormat mempunyai sikap miltansi dan sifat patriotik yang tinggi sebelum mereka siap mengeruk keuntungan demi kantong mereka demi integritas bangsa??
Jauh dari semua pertanyaan itu saya yakin koq apabila adanya suatu kesadaran dari pemerintah dan adanya orang-orang yang ahli di bidang dirgantara bahwa indonesia akan mampu merebut kembali kejayaan 1965 sebagai macan asia dengan ciptaan dalam negeri sendiri!
Jangan underestimate lah guys sama angkatan RI qta sendiri,banyak “top secret” yang diungkap ke publik!bagaimanapun qta harus yakin bahwa Para pembela negara kita di Garis depan tidak kalah dengan negara luar!
Ingat militer negara menempati peringkat 13 dunia dan sudah diakui..
Regards
Long Live indonesia
keep peace in our nation
@ izky
Tolong dilihat.. tulisan ini dibuat tanggal 17 Oktober 2008..
Betul Sukhoi kita -off the record- sukhoi kita sudah dipersenjatai.. Kasus serupa juga pernah terjadi dimana sejak awal F-16 kita dipersenjatai dgn rudal air to ground AGM-65 Maverick tapi baru dipublikasikan menjelang tahun 2000an.. Tunggu saja tanggal mainnya..
Ada beberapa hal dari komentar anda yg nampaknya harus saya luruskan:
- Su kita 13 unit?? seingat saya kita hanya punya 2 Su-27SK 2 Su-30MK dan 3 Su-30MKK dan yang blum datang berdasarkan kontrak yang sudah dibuat adalah 3 Su-27SKM. Jadi total saat ini kita hanya mempunyai 7 Sukhoi.
- Statement resminya, Habibi lebih memilih untuk tinggal di Jerman karena kesehatan istrinya. Apa yg sebenarnya terjadi kita tidak tau.
-PT.DI tidak ditutup, kemarin sempat ada putusan pengadilan yang menyatakan PT.DI pailit, tapi dibatalkan oleh MA. Kontrak terakir yang dibuat adalah pemesanan CN-235 MPA dari Korsel
tolong di kabarkan berita gembira ini kepada para pemimpin kita negara republik indonesia ,tlng pak kalau tidak sanggup menangani masalah ambalat jual aja minyaknya tapi pulaunya jangan di jual,bayar semua hutang kita dan harus ada sisa uangnya Rp 1 milyar dolar,dan uang tersebut untuk pembangunan,kesejahteraan seluruh rakyat indonesia.agar negara kita maju dan rakyatnya tidak sengsara,dan kalau tidak perangi aja malaysia itu sudah sangat terlalu mencari-cari kelemahan indonesia untuk dihancurkannya bersama inggris,kerana dulunya malaysia itu dulunya pada jaman majapahit bagian dari indonesia,terima kasih wasallam.
@ ricky, ada bbrp hal yang harus anda tahu.. pertama ambalat bukanlah suatu pulau.. tetapi merupakan wilayah laut.. kedua, minyak yang ada disana bila dijual tidak akan mampu untuk membayar hutang republik ini..
TENANG, SETELAH SAYA JADI PRESIDEN NANTI, INSYA ALLAH, SAYA AKAN MEMPERKUAT PERTAHANAN DAN KEAMANAN INDONESIA DENGAN CARA MEMPRODUKSI SENDIRI ALUTSISTA BUATAN INDONESIA. DAN SAYA YAKIN BAHWA PT. DI,PT. PAL,PT. PINDAD,SERTA LAPAN MAMPU MEMBUAT SENDIRI ALUTSISTA BUATAN INDONESIA.HAL INI TERBUKTI OLEH PT.DI YANG BERHASIL MEMBUAT CN 235 DAN PESAWAT NIR AWAK, DAN PT.PAL YANG BERHASIL MEMPRODUKSI KAPAL2TEMPUR YANG KHUSUSNYA BERBODY ALUMUNIUM, SERTA PT.PINDAD YANG MAMPU MEMPRODUKSI PANSER WALAUPUN MESIN MOTORNYA MASIH HARUS IMPOR YG MEMBUTUHKAN WAKTU YG LAMA, SEDANGKAN LAPAN YANG TERUS MENUNJUKKAN KONSISTENSINYA DALAM MEMBUAT ROKET SECARA MANDIRI SEPERTI ROKET JENIS RX 420 YANG AKAN DILUNCURKAN PADA TAHUN 2009 INI.SAYA BERUSAHA TIDAK ADALAGI IMPOR KOMPONEN DAN ALUTSISTA SECARA UTUH.KARENA UNTUK MENGENBANGKAN USAHA ITU DI BUTUHKAN PERHATIAN PEMERINTAH SECARA LEBIH DENGAN DIIMBANGI KEBIJAKAN EKONOMI YG BAIK.
KARENA PEREKONOMIAN DAN SISTEM PERTAHANAN HARUS BERJALAN DENGAN SELARAS. TANPA HAL ITU, SEMUANYA AKAN PERCUUUMAAAA.SEBAB DENGAN PEREKONOMIAN YANG BAIK MELALUI KEBIJAKAN YNG TEPAT DAN MANTAP MAKA NEGARA AKAN DAPAT MEMBIAYAI PENGEMBANGAN INDUSTRI DAN TEKNOLOGI SECARA MANDIRI UNTUK DAPAT MEMPRODUKSI ALUTSISTA SECARA MANDIRI TANPA BANTUAN NEGARA LAIN, SEHINGGA SETELAH ALUTSISTA KITA MEMADAI MAKA KITA AKAN DAPAT MENJAGA WILAYAH TERITORIAL KITA DARI PEMBAJAK ASING, SO SELURUH KEKAYAAN SDA DIWILAYAH TERITORIAL KITA DAPAT DIMANFAATKAN OLEH KITA SENDIRI.
SEHINGGA DARI HAL DIATAS, KESEJAHTERAAN DAN KEMAKMURAN MASYARAKAT DAPAT TERUS BERLANJUT DENGAN DIIMBANGI SISTEM PERTAHANAN KITA YANG SEMAKIN KUAT.NAMUN UNTUK MEWUJUTKAN HAL ITU JUGA DIBUTUHKAN KERJASAMA PEMARINTAH DAN MASYRAKAT YANG BAIK. MASYARAKAT HARUS MAU MELAKSANAKAN DAN MEMBANTU PEMERINTAH DLM MENJALANKAN KEBIJAKANNYA SEPERTI MENCINTAI BARANG2 DALAM NEGERI N STOP LOVE IMPORT STUFFS. JANGAN SEDIKIT2 DEMO, KITA HARUS TAHU TERLEBIH DAHULU APA KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN MENELAAHNYA DENGAN BAIK2 MENGENAI DAMPAK KEDEPANNYA.SEDANGKAN PEMERINTAH HARUS MEMBERIKAN KEBIJAKAN YANG TEPAT DAN MANTAP SERTA TIDAK MENGAMBIL KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN.DAN PEMERINTAH HARUS MEMB ERIKAN KEISTIMEWAAN KEPADA PENGUSAHA DALAM NEGERI DALAM MENGEMBANGAN USAHANYA DEMI KEMAKMURAN DAN KESEJAHTERAAN BANGSA KITA SERTA LEBIH AGRESIF DALAM BERTINDAK MENGHADAPI SESUATU KHUSUSNYA KEBIJAKAN DARI PIHAK LUAR YANG MERUGIKAN KITA DAN MEMBODOHI KITA SECARA DIAM2 MAUPUN TERANG2AN.N TIDAK LUPA KAPAN PT.DI MEMPUBILASIKAN JET TEMPUR ASLI BUATAN INDONESIA?CZ SAYA SUDAH TIDAK SABAR MENUNGGUNYA? N MAJU TERUS BUAT PT.DI,PT.PAL,PT.PINDAD,LAPAN DAN SEMUANYA, WASSALAM.
maju terus tanpa menyerah bangsaku demi kedaulatan dan kehormatan negara, kita ini anak bangsa optimis bisa membangun persenjataan yang canggih,berbanggalah dan percaya diri memakai produk bangsa sendiri, pemerintah harus lebih serius dan bersemangat membangun persenjatan sendiri. jayaraya indonesiaku.
Sebenarnya Indonesia mampu tapi takut dengan amerika…
karena Indonesia saat ini seperti hewan peliharaan…
Seperti seekor kerbau…
Indonesia bisa membuat pesawat tempur sendiri ( PT Dirgantara Indonesia -Bandung ). Dulu perusahaan ini masih sehat pernah membuat komponent untuk fighter F-16. Masalahnya membuat pesawat tempur sendiri perlu dana cukup banyak beda dng membuat pesawat sipil dng jumlah tak terbatas sehingga modal bisa kembali dan kemungkinan ada profitnya. Contoh kalau kita mau bikin pesawat terbang pertama harus membuat minimal 4 buah sebelum di produksi.
Ke 4 itu salah satunya tuk uji coba terbang, satu untuk static test, destroy test… ini sudah memerlukan milyaran rupiah sebelum pesawat itu layak untuk di produksi.
PT DIrgantara mampu untuk membuat pesawat tempur yg canggih tapi tidak ekonomis karena hanya untuk memenuhi kebutuhan HANKAM saja….indonesia lebih baik beli dari luar dng dana yg terbatas.
PT DI selama ini memproduksi pesawat sipil dan versi militer, contoh helicopter Super Puma dng di lengkapi RUDAL Exocet AM39 dari udara ke laut. Banyak orang2 indonesia yg pinter kususnya di bidang teknoligi pesawat terbang dan sistem senjata yg ada di PT DI- Bandung.
Semoga negeri Indonesia semakin baik ekonominya dan akan mampu tuk meningkatkan pertahanan negara lebih baik lagi. BRAVOOOOOOOO INDONESIA.
..Leo/ USA.
1.ahli kita jangan di anak tirikan krn ada yg takut tdk dpt posisi trs digeser,dikuyo kuyo ( dijelek jelekan krn bau orde baru menurut saya ini yg terjadi kepada pak habibie dan keluarga.orang teknik lbh suka tdk diexpose ato ikut2 berpolitik takut kerjaannya keteteran).pikirannya adalah kalo berhasil yg diacungi jempol duluan kan pimpinannya.mereka ini dirangkul,ditempatkan di kawasan khusus dimana mereka bisa berkembang dan bekerja sebagai asset misalnya dijadikan anggota TNI semisal ikatan dinas pendek tp pakaian preman shg status mereka di negerinya sendiri jelas .yg profit minded jgn dulu diajak tp ttp dirangkul.sering diajak sharing dan dituntut utk bisa memberi inovasi baru.Job desc mereka ini anggota TNI yg bisa jg merangkap karyawan pabrik pesawat terbang spy bila sepi order tdk perlu ada PHK besar besaran.asset mesin produksi merupakan milik negara dikuasai militer dengan tujuan produksi suku cadang terbatas bkn milik asing apalagi modal dari asing.
2.riset bahan jgn melulu bahan tradisional.polymer yg lbh kuat lbh ringan dari aluminium alloy klo ada.
3.sistem dan prosedur uji dipangkas krn cuma akan dipakai dlm negeri.ujicoba dilakukan selama pesawat tersebut dioperasikan secara terbatas.utamanya bisa terbang sesuai dgn yg diinginkan.mesin tdk ngadat selama uji coba,bisa ngebom.quality over quantity.ktnya negara lain baru melirik klo pesawat trsbt dipakai dlm negeri( pesawat militer oleh TNI AU )setelah ada yg tanya mau pesan sdh kasih dp bru dicarikan sertifikat kelaikan ato pemesan diajak urunan ( patungan,kalo mau ) cari sertifikat dengan imbalan pemangkasan harga tentunya,klo ditinggal lari anggap sj bkn rejeki yg penting jgn sampai loss banyak2
@tri, saya sangat setuju dengan pendapat anda..
NO COMMENT….!!!!!!!!!
posting yang sangat inspiratif, semoga banyak “penentu” di negara ini yang membaca tulisan ini dan sadar akan kemampuan diri sendiri
Ga mungkinnnnnnn…… bukan bodoh, cuma tongpes alias BOKEK.
Semuanya bisa terujut kalo pemerintah mendukung
kalo emang niat mah apa seh yang nggak bisa, kita punya semua dari mulai bahan sampe tenaga ahli. cuma didukung ngga ama semua kalangan.
Siapa bilang Indonesia tdk bisa membuat pesawat tempur sendiri? Dengan sdm yg kita sdh dimiliki dan sumberdaya alam yg ada hal itu pasti bisa terwujud.Apalagi kita juga punya mantan pemimpin yg sdh diakui dunia kehebatannya dlm hal teknologi dan kita jg sdh punya pabrik pesawat yg diakui dunia kwalitasnya.Hanya saja ada sebagian pemimpin kita yg tidak mau hal itu terwujud.Salah satu contoh adalah dg mengontrakkan dua atau tiga sumur minyak kita kpd negara yg mempunyai teknologi peralatan tempur udara dan proyek pengerjaannya dilakukan dipabrik pesawat dlm negeri.Dengan demikian maka negara kita bisa memiliki apa yg dimiliki oleh negara lain dan juga hal itu akan menciptakan lapangan kerja buat masyarakat kita sendiri.Mudah-mudahan semua pemimpin dinegara kita bisa menyadari hal ini.
untuk shockterapi biar malingsia gak macam2 perlu diberitakan buat rudal ICBM, universitas ma lemabga roket dah sering riset, taruh aja rudal jarak sedang dekat perbatasan dengan malaysia, di riau, batam, kaltim biar mikir tuh malingsia dengan datuk BAD awi nya…gak maen srobot, curi sana-xini, claim sana sini, palg kirim teroris sekarang…jitak ae kepala BADawi…jitaknya pake 1 peluru ae dari SS-1 nya Indonesia dah cukup….
boleh dicoba tuh…RIGHT OR WRONG INDONESIA IS MY COUNTRY !!!
saya mau usul moga2 ada yang baca dipahami dan bisa buat masukan ke dephan :
taruh kapal selam yang indonesia punya di perbatasan malaysia dan philipina dengan alasan malaysia=malingsia sudah mulai “main2″ dan philipina gerakan MILF muslim radikal diwaspadai jadi pemasok senjata untuk gerakan teroris di indonesia selain dari thailand selatan…terutama malingsia orang2 MALON yang mengaku serumpun ini sudah mulai kurang ajar dan sekali2 harus dihajar..bila perlu adakan saja perang terbuka dengan malingsia tinggila BADawi berani ato tidak…ato seperti jaman dahulu kirim surat tantangan ke malingsia ketemu di ambalat atau selat malaka kita bertempur atau di tanah kalimantan perbatasan kita perang disana.
inggris mau silahkan saja…sekali2 kita uji tanding dengan SAS yang dulu kita coba diulang lagi…kan sudah beda kondisi pasukan khusus kita…anjing kolonial macam malaysia memang harus dihapuskan dari muka bumi !!!
Kita harus yakin bahwa kita bisa membuat pesawat tempur sendiri, yang perlu kita bangkitkan adalah semangat anak muda yang berjiwa nasional dan kemampuan intelektual yang tinggi. Kita lihat jepang dari gak punya apa2 bahkan duitpun gak punya tahun 1860an, semenjak restorasi Meiji dalam waktu 30 tahun jepang bisa buat kapal induk (dengan berat ribuan ton) serta dilengkapi ratusan pesawat tempur. Semua anak-anak muda dkirim oleh pemerintah jepang untuk belajar industri, pertahanan, sistem pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi dll. saat terintegrasi.. Sementara kita Indonesia???????? kita juga bisa lihat Iran sekarang udah bisa bikin rudal sahab dan pesawat tempur Saeqeh setara F18.. kalo mereka bisa dengan niat yang tinggi, kita juga pasti bisa! kita pun selaku pemuda Indonesia harus bisa berbuat sesuatu yang real.. dengan belajar sebaik-baiknya dan mengamalkan ilmu itu untuk rakyat Indonesia!! hidup Ilmu, hidup nasionalisme, Hidup para cendikiawan dan hidup untuk calon pemimpin yang tegas dan visioner!!
INDONESIA pasti BISA!!!!!!!!!!!!
RUSIA kan pernah buat SU 30 MKI khusus buat INDONESIA, knapa kok g jadi? kok malah SU 30 MKI dipake ma MALAYSIA?
padahal kalo jadi, INDONESIA bisa alih teknologi untuk membuat pesawat tempur generasi ke 4.
Contoh dong CINA, kan mereka dah bisa buat sendiri pesawat tempur seperti J-7, J-8, & J-10.
INDONESIA kapan nih???
Q tunggu info’a!!!!
jangan jadikan negara tercinta kita sebagai negara konsumen. coba dong, jadikan negara kita negara produsen.
JAYALAH INDONESIA!!!!!!!!!!
KEMERDEKAAN INDONESIA adalah AMANAH BESAR dari ALLAH SWT Tuhan Semesta Alam membawa nilai-nilai dan misi kemanusiaan yang telah dirahmatiNya sebagaimana tertuang dalam naskah Proklamasi.Dan untuk kejayaan Indonesia kita semestinya mampu mensejajarkan kekuatan segenap lapisan pertahanan Indonesia dengan bangsa maju lainnya.
Apa jadinya kalau kita tidak mampu membawa AMANAH BESAR dari TUHAN YANG MAHA ESA ini..? sudah tentu kelak akan beralih kepada bangsa yang lebih baik dan mampu dan itu bukan tidak mungkin terjadi.
Hal mendasar dari tidak berkembangnya kemajuan dan nilai pertahanan kita adalah bahwa kita tidak memiliki tokoh PEMIMPIN sejak era Soekarno-Hatta,yang ada hanyalah tokoh PEJABAT. Arti kata kita tidak lagi AMANAH terhadap apa yang ALLAH SWT titipkan kepada bangsa Indonesia.
Yang terbaik saat ini adalah jangan menunggu,ayo… kita buat pemantik bangun harga diri bangsa dengan apapun yang bisa kita lakukan,sekecil apapun itu kita kobarkan bersama,lalu dibuat rekening UNTUK BANGSAKU yang diawasi tokoh terbaik dilintas adat dan agama (bukan DPR)yang ada
di Indonesia untuk nantinya dijadikan sebagai dana penelitian untuk membangun industri pertahanan kepada generasi yang berkualitas lahir dan batin.
Semoga hal ini mendapat dukungan segenap pihak terutama Mentri Pertahanan
dari tdk ada mnjadi ada. jng malu mniru kbaikan. niat usaha dan doa trus jng menyerah.
Dulu wright bersaudara membuat pesawat dan dulu masih belum ada apa-apa. Tetapi mereka berusaha gigih hingga akhirnya semua berkembang pesat menjadi benda2 canggih. Padahal mereka tidak mendapat dukungan siapa2. Mereka menciptakan sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada. Inilah yang seharusnya menjadi referensi bagi para insinyur kita. Pesawat yang sudah bobrok alangkah baiknya kalau di jadikan penelitian atau di upgrade menjadi buatan sendiri seperti Iran yang sudah mampu membuat pesawat fighter sendiri.
Membuat Hp, komputer, mobil n motor aja ga bisa, mau buat jet tempur…mikir donk…
boro2 bkin psawat tempur…prcaya diri tu yg kurang..sebenar bisa tapi gak percaya ma kemampun sebdiri……..
behh… pejabat cuma mikirin perut n bawah perutnya sendiri! mereka pikir orang indonesia berani mati, perang aja pake bambu runcing bisa menang! jadi ga perlu peralatan perang modern n canggih. kalo emang mo buat pesawat tempur sendiri ga usah banyak omong n sok paling ngerti atau paling pinter! contoh kaya cina n iran…mantap!!! mereka punya komitmen n kerjasama yg baik dengan sesamanya.ga banyak omong tau2 tampil tuh jet fighter! ORANG INDONESIA CUMA BISA OMONG BESAR!!! tu kata orang luar.
Hmmm ada yang bertanya soal rancangan pesawat LS-X yah
Sekedar meluruskan yah Bro2 semua, pesawat tersebut adalah gambar rekaan dari Bro iwanenator (anggota Forum Militer Kaskus). Dan dia jadi gusar juga karena gambar2 hasil goresannya tersebut banyak disebut2 orang sebagai program RI di Kaskus sendiri dia sdh beberapa kali mengklarifikasi hal itu.
Kalo soal gambar seperti itu sebenarnya masih ada lagi yang dibuat oleh bro steathfalnker (juga anggota Formil kaskus).
Kalo buat pesawat yah walaupun saya percaya para ahli kita bisa membuatnya tapi paling tidak belum untuk sekarang (menurut saya) itu masih butuh perjuangan dan pendalaman yang lama, kalo pesawat baling2 sih saya yakin bisa PT DI kan dah bikin tapi kalo jet yah harus belajar lagi
bukan satu hal yng mustahil.bikin pesawat penumpang sj bisa apalg pesawat tempur…masalah mesin pake disai saya aja..kalo perlu ..disain pswtnya jg…kita kan ahli bikin layangan..
bukan satu hal yng mustahil.bikin pesawat penumpang sj bisa apalg pesawat tempur…masalah mesin jet magnet pake disain saya aja..kalo perlu ..disain pswtnya jg…kita kan ahli bikin layangan..
LS-x rupanya seperti apa ya kalo boleh minta kirim ke emailku topone07ku@yahoo.com.soal struktur kan sama dengan pesawat sipil cm skala kekakuannya dinaikkan 4 ato 5 kali trus beratnya diturunkan 30%.mesin mesti punya TWR yg besar spy lincah (teori john boyd designer F-16).mesin turbofan terbukti kuat dan tidak berisik sehingga dipakai dikeluarga SU-27 dan itu ada di seluruh pesawat sipil tinggal di utak atik spy intake tdk terlalu bnyk drag.trus design intake mig 29 (depan dan atas)dipakai.segede mig 25 khan gpp.tuh pesawat spek bahannya sdh berat sekali dengan penggunaan chrom molibdenum yg biasa dipakai utk alat bengkel dan baja keras tp lentur.sdh ndak usah pake urutan design internasional dengan crash test yg ngeman ngemani.cukup prototipe yg bisa terbang.1 saja dihilangkan bisa hemat 100jt dollar kan lumayan.banyak sekali pikiran di otak saya ini tapi kapan mulai kerjane.kalo ada mohon saya diajak,lg cari kerja nih.hobby pula.asik
menurut saya sih, lebih baik kita mencontoh seperti India & China dgn meminta/membeli lisensi sukhoi dari Rusia. yaitu Su-30MKM & Su-27SKI.DAN merakit sendiri dgn PT. DI & PT. Pindad.
kan lumayan bisa menghemat APBN. terus kita buat 5 squadron Su-27 utk menyerbu MALINGSIA & 5 squadron Su-30 utk menakut-nakuti AUSTRALIA KEPARAT…
Mungkin tahun akan datang NKRI bisa membuat jet tempur STEALT sejenis F-22 Raptor,F-35 JSF,Su-47 Berkut.
AYO BANGKIT NKRI SEPERTI AURI DI MASA 1960′AN…
BRAVO TNI…habisin Tentara Diraja MALINGSIA….!!!
Tanggung kalo cuma buat nakut2tin…dah lah ga usah buanyak omong. Kalo yg ngerti knapa ga daftar aja di PT DI. Lebih baik lagi klo bisa buat pesawat piring terbang yg dari bentuknya aja bisa dipastiin bisa terbang dng kecepatan tinggi n anti radar. Sekalian kek buat nuklir…lumayan buat tiga poros kejahatan Asia (Malingsia, ‘RAJA’Singapore n ASStralia…)kita suruh Push-up pake burungnya masing2…Okay!!!!!!! Oya, Saya pernah lihat di salah satu website, apa benar PT DI sedang membuat jet fighter trainer SOKO GALEB? Atau SUPER GALEB? ada penjelasan?
@ all: sorry dah lama absen.. jadi jarang ngupdate berita n nulis tulisan pribadi
buat yg ngedukung: mari bersama-sama berpikir bagaimana caranya agar PT. DI mampu memproduksi peswat tempur sendiri
buat yg mencela: intinya satu bro, kita mau atau tidak mandiri dalam hankam, contoh terakir ya sigma dari belanda yg dikadalin itu
@bro nicebrutu: satu unit galep waktu dibeli, sbagai dasar buat IPTN (wktu itu) untuk memproduksi pesawat tempur.. sekarang kita lagi nunggu tindak lanjut dengan Korsel, soal pesawat tempur..
Kayanya….Rusia ‘n negara2 maju kaya Inggris, Amerika dll, sengaja memanfaatkan jiwa patriotis/nasionalis bangsa Asia yg “kelebihan muatan”, supaya alat2 militer mereka terjual ‘n laku keras… Hmmm…omong2 soal bisnis…kayanya yg cma bisnis ‘n ga peduli dng yag namanya perang terbuka antarnegara Asia serta akibatnya…Tp kita hars tetap kuat ‘n bener2 mandiri.