Blog tentang dunia militer dan penerbangan

PENGGANTIAN DUA PESAWAT TEMPUR TNI AU DITUNDA

bronco

Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio mengatakan, penggantian dua pesawat tempur TNI Angkatan Udara (AU) masing-masing OV-10 Bronco dan Hawk MK-53 mengalami penundaan karena terbatasnya anggaran.

“Kami sudah mengajukan penggantian dua pesawat tersebut, bahkan penjajakan ke beberapa negara produsen juga telah dilakukan. Tetapi anggarannya sudah dipatok sekian, gak boleh nambah lagi,” katanya, menjawab ANTARA di Jakarta, Rabu.

Ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, Kasau mengatakan, semula penggantian dua pesawat tempur itu akan dialokasi dengan fasilitas Kredit Ekspor (KE) 2004-2009.

Namun, karena keterbatasan anggaran maka pengadaan dua pesawat tempur itu akan dilakukan dalam skema KE 2010-2014, ujar Subandrio.

Kasau mengatakan, untuk pengganti OV-10 Mabes TNI AU telah menetapkan Super Tucano dari Brazil dan kini tengah digodok di Dephan.

tucano

Sedangkan untuk Hawk MK-53 Mabes TNI AU hingga kini masih merahasiakannya dan terus menggodok berbagai jenis pesawat yang menjadi kandidat pengganti pesawat buatan Inggris itu.

Hingga kini Mabes TNI AU mengantongi pesawat dari Italia, dari Cina, dan L-159B dari Ceko untuk pengganti Hawk MK-53.

Dilanjutkan
Terkait percepatan penyerapan sisa anggaran KE 2004-2009 senilai 1,2 miliar dolar AS, Kasau mengatakan, TNI AU tetap akan melanjutkan sejumlah pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) seperti PSU (Penangkis Serangan Udara), tiga pengadaan Sukhoi SU-27SKM, persenjataan tujuh Sukhoi yang telah dimiliki TNI AU, peremajaan sembilan unit C-130 Hercules, dan penyelesaian tujuh helikopter Super Puma dari PT Dirgantara Indonesia (DI) dan mitranya dari Perancis.

“Dana yang tersedia, tersebut akan kita gunakan untuk melanjutkan pengadaan sejumlah alutsista yang telah berjalan. Kita gak bisa nambah, karena dananya adanya hanya segitu,” katanya.

TNI AU kini telah memiliki tujuh pesawat Sukhoi dari rencana satu skadron. Sisanya sebanyak tiga unit Sukhoi bertie SU-27SKM akan tiba pertengahan 2009 dan awal 2010.

Sedangkan dari sembilan unit C-130 Hercules tipe B, TNI AU telah melakukan peremajaan terhadap empat unit pesawat angkut berat buatan Amerika Serikat (AS) tersebut dan akan selesai pada 2010.

Terkait helikopter Super Puma dari PT DI, dari 16 unit yang dipesan baru selesai tujuh unit dan PT DI hanya mampu menyelesaikan sisanya sebanyak tiga unit.

super puma

Enam unit lainnya, akan di`korbankan` dimodifikasi menjadi Super Puma II atau “Cougar”, yang merupakan kerja sama antara PT DI dengan Eurocopter Perancis.

“Semuanya akan kita lanjutkan, dengan sesuai sisa anggaran yang ada,” demikian Kasau.

Sumber: Antara

About these ads

February 19, 2009 - Posted by | TNI AU |

8 Comments »

  1. teruuuus majukan pesawat tempur kita dan misil pesawat tempur kita juga tolong belikan peswat tempur kita dengan tipe peswat tempur \”SU-47 BERKUT\” buatan rusia….

    Comment by agam | June 17, 2009

  2. Waduh bro, jangan “beli”!
    Tapi kembangin dan kalo bisa bikin sendiri.
    Penerbangan perdana formal SU-47 Berkut udah dilakukan tahun 1996, cuman anehnya, kenapa Sukoi gak pernah jual pesawat temput model itu yach? Apa masih ada masalah dalam perancangannya? Tapi ide bung agam boleh juga tuch…

    Kenapa PT Dirgantara Indonesia dan IPTN gak coba kerja sama ama Sukhoi dalam ngembangin SU-47 Berkut?
    Soalnya jujur aja, Karakteristik dan model SU-47 Berkut enak buat dimodif. Apalagi kelasnya emang untuk “Multi Role Fighter”, mungkin perlu dikembangkan sisi “Stealth Design”-nya. Saya lihat, kelas “Multi Role Fighter” khususnya untuk keperluan “Intercepting” dan “Infiltration” dibutuhin banget ama TNI AU didasari “minim”-nya bandara dan “gede”-nya wilayah Indo.
    Emang udah saatnya pemerintah “kreatif” dalam penyediaan pesawat tempur TNI AU. Masak masih ngandelin “Hawk” dan “Tiger” yang udah uzur… itu mah sama aja nyuruh TNI AU lakonin “misi bunuh diri” namanya…

    Bukan cuman kelas Fighter, TNI AU kelihatannya juga butuh “mobile array” model “Airborn Early Warning And Control System” (AEWACS) untuk patroli dan terminal koneksitas komunikasi dan radar. Itu malah saya liat sebagai kebutuhan TNI AU yang paling mendesak. Untuk patroli misalnya, kenapa gak dikembangin Cassa-IPTN CN259 “Gatotkaca” untuk jadi AEWACS marine patrol? malah selain bisa dikembangin sebagai AEWACS marine patrol, CN259 juga bisa dikembangin sebagai “Air Support Artillery” kayak C-130F “Spooky Gunships”.

    Tolong dech bung pengasuh supaya bisa kasih masukan ama pemerintah dan TNI soal ide-ide kita ini, jangan sampai keadaan Alutista Indo kayak sekarang, dalam kondisi “MENYEDIHKAN”.

    Comment by Yudika | June 17, 2009

  3. @ Agam: Setau saya Su-47 Berkut, belum diproduksi secara massal untuk digunakan sebagai alutsista aktif oleh Rusia…

    Comment by adiewicaksono | June 26, 2009

  4. @ Yudika: Berkut cuma muncul di airshow sebagai “duta” pabrikan sukhoi… sementara untuk pesawat tempur generasi ke 5, Rusia lebih memilih mengembangkan pesawat baru…

    Saya setuju dengan anda, bahwa pilot kita saat ini seperti terbang di atas “peti mati” apabila tidak ada perbaikan alutsista secara besar-besaran dari pemerintah…

    Ide mengembangkan N-250 sebagai N-259, mungkin “mudah” dilakukan oleh PT.DI, tetapi yang jelas harus ada komitmen pemerintah untuk membeli pesawat tersebut…

    Comment by adiewicaksono | June 26, 2009

  5. maju terus pantang mundur,agar harga diri kita selaku bangsa”INDONESIA”ga keinjak ama tetangga sendiri,BRAVO DI

    Comment by ahmad asyarih | September 12, 2009

  6. Saya setuju jika indonesia membuat peswat krja sma mengembng kan su-47.mdah2an dpt bwt pswat tmpur sndiri.n utk para org twa skolahkn anakny d IT PENERBANGAN(mw teknik mesin,elektro,bubut,n lain2, yg pnting bsa bntu indonesia utk maju.)byangkn INDIA udh bisa ngembangin.pdhal pda zaman bung soekarno india tkut tengan indonesia krna memiliki pembom Tu-16..,sya harap kita bsa brsma kmbangkan pswat sndiri.sya ad lukisan rncangan pswt sndiri utk Indonesia sprti:GA-17(pswt tmpur Garuda 17),pswat GA-45(Pswt angkut sperti C-130 hercules),heli GA-08(helicopter serbu sekelas apache,aligator,cobra,MI-35,).mudah2an dsain lukisan pswat yg sya bwt yg hnya iseng jdi knyataan.Amien…sya harap anak muda skarg lbih bsa mmbntu mngisi/mnmbah kekurangan indonesia jgn hnya mengejek n brpangku tgn.MAJU INDONESIA,MAJU DIRGANTARA INDONESIA.

    Comment by @U'an | January 5, 2010

  7. dalam era yg udah moderen seperti ini mask indonesia masih pake pesawat yang udah tua.ganti dong ama yg udah canggih pakai pesawat tempur yang bias mematinkan musuh. kita kan punya sember daya alam manfaatkan yang ada..JAYALAH INDONESIAKU.KAMI SIAM MEMBELAMU…

    Comment by imas | March 4, 2010

  8. OV-10 bronco jangan nganggur tuh…,ilmuwan dan mahasiswa perlu bedah dan pelajari,kalau bisa di modifikasi bikin mirip kaya WARTHOGnya amrik

    Comment by tommy | November 9, 2010


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 1,221,875 stats
  • free counters
  • "TNI is not the best-equipped armed forces in the region, but they are the most experienced one. There is no other armed force in the region that has more war experience or more real military-operation experience than them"
  • Top Posts

  • Categories

  • RSS PROUDLY WE SERVE STAND AND FIGHT..

    • Ancaman Ranjau Di Choke Points May 28, 2011
      All hands,Bagi negara-negara maju, salah satu ancaman yang diwaspadai pada wilayah choke points adalah ancaman peranjauan. Tidak sulit untuk menemukan kebenaran akan kewaspadaan itu, karena bisa dilacak pada beberapa latihan rutin Angkatan Laut negara-negara maju yang berfokus pada perburuan dan penyapuan ranjau di choke points. Negara-negara itu memang tela […]
      noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
  • Comments

    hydrozone on Dua Sukhoi Dilock Missile
    Best Au Pair Agency… on Kodam di Perbatasan Malaysia…
    herman suroso on N-250 dimana dirimu kini…
    sundoro on Produk yang dihasilkan Divisi…
    m.dzulfahmi on Mengenang Usman & Harun…
  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: