Blog tentang dunia militer dan penerbangan

N-250 dimana dirimu kini….

N-250

N-250

Kutipan Majalah Tempo:
Bandung, 10 Agustus 1995.
Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung, diliputi keriangan suasana perhelatan. Presiden Soeharto bersama seluruh pejabat terpenting Republik tumplek ke lapangan terbang itu. Sementara itu, jauh di atas angkasa, pesawat N-250 Gatotkaca tengah melesat sembari menorehkan momen-momen emas dalam sejarah kedirgantaraan Indonesia.

Tepuk tangan bergemuruh saat Erwin Danuwinata, pilot penguji pesawat komuter N-250 Gatotkaca—berkapasitas 70 penumpang—mendaratkan pesawatnya dengan mulus di landasan setelah terbang perdana selama 56 menit. Presiden Soeharto, yang tak mampu menahan rasa harunya, berpidato: “Keberhasilan uji coba penerbangan pesawat N-250 adalah tonggak bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia karena berhasil merancang sendiri pesawat modern.”

Presiden menambahkan, pesawat N-250 adalah produk andalan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) karena dirancang bangun sepenuhnya oleh putra-putri Indonesia. Penerbangan tersebut sekaligus menjadi hadiah istimewa bagi Republik Indonesia, yang sepekan kemudian merayakan hari jadi ke-50.

Pertanyaan berikutnya adalah dimana N-250 sekarang??
Saya akan bercerita sedikit tentang N-250,
Performa Pesawat
Pesawat ini menggunakan mesin turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison. Pesawat berbaling baling 6 bilah ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 610 km/jam (330 mil/jam) dan kecepatan ekonomis 555 km/jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turprop 50 penumpang. Ketinggian operasi 25.000 kaki (7620 meter) dengan daya jelajah 1480 km.
Berat dan Dimensi
Rentang Sayap : 28 meter
Panjang badan pesawat : 26,30 meter
Tinggi : 8,37 meter
Berat kosong : 13.665 kg
Berat maksimum saat take-off (lepas landas) : 22.000 kg

Sejarah
Rencana pengembangan N-250 pertama kali diungkap PT IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia, Indonesian Aerospace) pada Paris Air Show 1989. Pembuatan prototipe pesawat ini dengan teknologi fly by wire pertama di dunia dimulai pada tahun 1992. Pesawat ini terbang selama 55 menit pada tanggal 10 Agustus 1995.
Pada saat itu saingan pesawat ini adalah ATR 42-500, Fokker F-50 dan Dash 8-300.

Kalau anda membaca spesifikasi tersebut maka anda akan menemukan bahwa N-250 adalah pesawat turboprop pertama yang menggunakan teknologi fly by wire.Jadi sebenarnya apa yang salah sehingga pesawat ini belum juga dapat diproduksi kemudian dijual??

Kita harus ingat bahwa pesawat terbang sipil dan militer memiliki syarat yang berbeda agar mereka dapat diijinkan untuk dapat dijual. N-250 sebagai pesawat sipil harus memenuhi syarat dari ICAO, yaitu bahwa setiap pesawat sipil sebelum dapat dijual harus memenuhi syarat mendapat sertifikasi dari beberapa negara (saya lupa jumlah negara yang harus memberi cleareance) yang menyatakan bahwa pesawat tersebut layak beroperasi dibeberapa negara dengan iklim yang berbeda.

Seingat saya, terakir N-250 sempat melakukan ujicoba dinegara norwegia, untuk menguji bahwa N-250 layak beroperasi dinegara dengan iklim dingin. Tetapi kemudian pada tahun 1997-1998 krisis finansial menimpa negara tercinta kita.. Syarat agar IMF mau mengucurkan dana kepada kita adalah semua subsidi untuk IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) harus dicabut. Maka berakhir pula proyek N-250, karena IPTN tidak memiliki sumber dana lagi untuk mengadakan sertifikasi dibeberapa negara, karena selama ini penghasilan IPTN hanya berasal dari subsidi pemerintah dan kontrak pembelian pesawat yang  dilakukan oleh TNI dan beberapa negara ASEAN yang nilainya sangat kecil, bahkan kontrak pembelian pesawat CN-235 pernah tidak dibayar dengan uang (anda masih ingat ketika pesawat produksi IPTN dibayar dengan beras ketan oleh pemerintah Thailand?).. Sehingga sampai sekarang N-250 belum dapat dijual oleh PT. DIkarena masih terganjal masalah sertifikasi…

Sedikit curhat soal IPTN, menurut saya, IPTN juga mengalami kesalahan organisasi. Sebagai industri yang bergerak dibidang padat modal, IPTN mengalami masalah tenaga kerja yang membengkak hingga 9,000 orang (yang sebagian besar harus dirumahkan pada tahun 2003) hingga membuat masalah pada penggajian, karena sebagian besar pendapatan IPTN berasal dari subsidi pemerintah. Selain itu fokus IPTN seharusnya pada pesawat latih yang tidak perlu terlalu banyak sertifikasi seperti pesawat transport sipil. Oh ya, jgn lupa soal engineer kita yang bekerja keluar negeri setelah IPTN kolaps, isu terakhir menyebutkan engineer kita turut membantu modernisasi f-14 milik Iran lho….

Kembali ke masalah N-250, mungkin kah proyek ini dihidupkan kembali??
Pertengahan tahun lalu, didalam majalah angkasa engineer PT DI berencana untuk menghidupkan kembali
N-250 menjadi N-250R yaitu N-250 tanpa menggunakan fly by wire (agar harga pesawat bisa kompetitif dengan pesaing dikelasnya).

Saya percaya teman-teman di PT DI mampu membuat N-250 terbang kembali, pertanyaan saya adalah apakah tersedia pasar untuk pesawat transpor menggunakan baling-baling?? Jika anda diharuskan memilih maka saya yakin anda akan memilih menggunakan pesawat jet dibanding pesawat menggunakan baling-baling iya kan?? Lagipula negara ini bukan seperti China, yang begitu mampu memproduksi pesawat sendiri, maka maskapai penerbangan dalam negeri akan langsung berbondong-bondong mengantri untuk membelinya..

Saya jadi teringat perkataan seorang pejabat negara beberapa waktu lalu, ketika Merpati diminta untuk menegosiasikan (baca: menunda) pembelian pesawat dari China.. Ia langsung, menyarankan agar Merpati menggunakan saja N-250.. semoga semakin banyak pejabat negara seperti dia… Kalau tidak mulai dari sekarang, kapan lagi kita akan menggunakan produk dalam negeri…

Terakhir saya akan memperlihatkan kondisi terakhir N-250.
Terima kasih banyak untuk Bang Karbol@mp.net untuk foto-fotonya..

n-250

n-250

n-250

n-250

About these ads

March 22, 2009 - Posted by | Catatan Pribadi, PT Dirgantara Indonesia | ,

85 Comments »

  1. Wah sayang banget tuh!
    padahal dah hampir jadi pesawat turboprop dengan control fly by wire pertama didunia,
    tapi malah harus dihentikan gara2 masalah pendanaan.

    Meskipun begitu, kesempatan untuk mengembangkan teknologi yg sudah pernah kita kuasai masih ada.
    Aku yakin engineer2 kita adalah orang2 yang hebat!

    Comment by C | June 10, 2009

  2. iya bener

    Comment by Fahmi | June 21, 2009

  3. Iya kemungkinan memang kita kekurangan petinggi negara yang cinta karya bangsa sendiri. Yang banyak justru inginnya membebek ke negara barat. Kita beda dengan Cina, India, yang dari dulu cinta produk sendiri dan sekarang Iran, Venezuela dan Bolivia yang sudah mulai mandiri sebisanya.

    Comment by Angie | June 26, 2009

  4. Pesawat commuter N-250 sangat di sayangkan tidak bisa di produksi lagi. Pada hal perusahaan airline di USA membutuhkan puluhan pesawat N-250 ini guna melayani penerbangan domestic.Kenapa pesawat N-250 berhenti produksi
    pertama masalah dana…tapi bukan itu yg utama. Yg paling penting adalah masalah gagalnya mendapatkan sertifikat dari badan penerbangan dunia (FAA). Pada waktu pembuatan component pesawat itu tidak memenuhi standard/ atau procedure sesuai dng aturan , process kerja atau document yg sah dan berlaku.Setelah N-250 melakukan uji terbang yg pertama berjalan dng mulus dan berputar putar di wilayah udara Bandung waktu itu, tetapi apa kemudian yg terjadi ??? pada waktu PT-DI mengajukan sertifikat N-250 ke FAA …hasilnya ZERO (O). Sebelum sertifikat di berikan TEAM FAA datang dan melakukan AUDIT pada process kerja untuk pembuatan component N-250 banyak tidak memenuhi syarat, begitulah kalau membuat pesawat dng cara SULAPAN…> process itu >1. Aircraft design(Designer) >2.
    Mfg Engineering (Planner ) >3. Fabrication (Worker) >4. Assembly ( Mechanic)…>> N-250 bisa di ajukan sertifikat lagi tapi banyak component yg harus di bongkar dan di ganti yg baru dng process pembuatannya sesuai process kerja dan document yg sah dan berlaku, kendala sekarang ini adalah dana milyaran rupiah harus yg harus di siapkan PT-DI apalagi saat krisis keuangan sekarang yg di alami perusahaan tersebuat apakah bisa ???…KASIHAN NASIB N-250.

    Leo/ USA (mantan PLanner PT-DI)

    Comment by LEONARDI | July 27, 2009

  5. @leonardi, apakah apa yg anda katakan benar?? terus terang baru pertama kali saya mendengar bahwa sertifikasi component menjadi masalah.. bukan karena sertifikasi N-250 yg harus tahan uji dibeberapa negara…

    Comment by adiewicaksono | July 31, 2009

  6. Sepertinya ada udang dibalik gunung tuh IMF soalnya dia mensyaratkan agar IPTN tidak disubsidi. Saya yakin di belakang itu ada niat buruk beberapa negara yang takut bangkrut karena terbangnya N-250.
    Saya berdo`a semoga pesawat kita bisa terbang bebas diangkasa raya. Trus untuk perusahaan penerbangan di Indonesia yang selama ini menggunakan pesawat buatan luar negeri yang sering hancur dan hilang serta memakan banyak korban agar tidak merasa gengsi menggunakan produk dalam negeri.
    Haruskah saya menjadi pemimpin untuk mengembalikan kejayaan dan masa emas kedirgantaraan bahkan kejayaan negara Indonesia ?
    Ha…ha…ha…Hi…Hi…Hi…. Hanya Allah yang tau. semoga dengan banyaknya kecelakaan pesawat yang notabene pesawat boeing atau airbus yang dibanggakan oleh hampir semua maskapai penerbangan Indonesia bisa hilang.
    belum ada cerita pesawat kita N-250 hilang bahkan jatuh. Bahkan kalau mungkin kita lanjutkan mimpi pak Habibie untuk membuat pesawat jet N-2130.
    Kita mungkin bangsa yang bodoh banget karena orang sepintar pak Habibie tidak pernah kita manfaatkan lagi untuk kemajuan bangsa.
    Semoga pemimpin bangsa ini membaca komentar saya dan tergugah untuk memperbaiki kesalahan bangsa ini.

    Comment by Dali Elka | August 6, 2009

  7. Saya sebagai putra bangsa sangat sedih sekali dengan kebodohan petinggi kita yang pintar membodohi bangsa sendiri ,seharusnya kita harus dukung Pak Habibi ,orang jerman saja bangga dengan beliau kenapa kita bangsa yang beradap ini malah melupakan beliau dari sekarang kita mulai coba lagi menghargai jasa anak bangsa yang mengharumkan negara ini semoga diwaktu yg akan datang negara ini menjadi negara yg disegani di Bumi Allah ini .

    Comment by Frizal. | August 14, 2009

  8. Usul aja bapak dan ibu: gimana kalo seandainya pesawat N-250 sementara hanya dipakai didalam negeri,mungkin tidak perlu ada sertivikasi dari FAA atau lembaga lain dari luar. Atau pesawat N-250 dijual dengan harga murah ke TNI-AU(sekalian promosi) utuk menggatikan armada transport TNI-AU yang sudah uzur. Kalo nantinya ada kendala kan deketan aja tempat reparasinya (tinggal ke bandung aja). Nah setelah beberapa taun dipakai oleh AU pasti deh tuh pesawat bakalan banyak yang pesen karena dah terbukti bisa terbang dengan layak. ya gak… Kalo gak dicoba dulu gak bakalan tau layak atau tidaknya.

    Comment by Gozali | August 23, 2009

  9. Iya saya setuju dengan Pak Gozali, N-250 bisa dipakai untuk daerah Papua dan daerah2 lain di Nusantara yang masih terpencil dan sangat membutuhkan transport udara…..
    Ayo Merpati ganti pesawatmu dengan N-250… demi Bangsa Indonesia Jaya……

    Comment by Dody | September 1, 2009

  10. N-250 udah dapat sertifikasi dari Eropa tapi terganjal oleh Amerika yang tidak mengeluarkan sertifikasi tersebut.
    Karena perusahaan BOING yang notabene perusahaan US akan tersaingi jika US mengeluarkan sertifikasi tersebut, dan akhirnya diperparah oleh IMF

    Comment by bejo | September 14, 2009

  11. mas adhi saya izin copy paste post ini ya ke blog saya, saya calon teknisi penerbangan nih, hhe..

    Comment by mpingaring | October 27, 2009

  12. go ahead bro…

    Comment by adiewicaksono | October 27, 2009

  13. Saya tunggu ada pejabat tinggi yang peduli pada indistri strategis Nasional,,jadi bakalan lahir N250J (jet engine). pasti mudah membuat pesawat itu asalakan di dukung oleh Pemerintah. jadi dalam 20tn ke depan sangat sulit sekali kita melihat ada Boeng dan Air Bus yang d gunakan maskapai tanah air untuk penerbangan domestik,,,yang berseliweran antar pulau2 di INdonesia akan di dominasi oleh produk nasional. Hidup industri penerbangan tanah air,,,cayoooo,,,,,

    Comment by ysp16 | November 2, 2009

  14. Semoga pemerintah Indonesia yg baru ini ikut membaca postingan ini dan segera memanggil prof.Habibie untuk mewujudkan impiannya untuk mengembangkan N250 dan segera merealisasikan N2130, maju terus Dirgantara Indonesia! rakyat Indonesia mendukung cinta pesawat dalam negri!!!

    Comment by Nourtanio | November 20, 2009

  15. Gimana seehhh!! kok dihentikan

    jangan melulu lihat sisi komersial donkk!!

    apalagi hanya sekedar pendanaan

    banyak manfaat dapat diperoleh dari sisi pengalaman bagi putra2 engineers kita.

    kepercayaan diri para penemu kita pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

    penambahan wawasan dan minat belajat dan persiapan di bidang kedirgantaraan bagi anak-anak dan muda-mudi calon generasi penerus bangsa kita

    Comment by visionblast | November 26, 2009

  16. Setuju banget, sudah saatnya menggunakan produk sendiri, biar ga tergantung dengan bangsa lain, biar teknisi handal kita ga lari kenegara lain juga, ayo pemimpin bangsa tunjukan keberanianmu untuk ambil kebijakan menggunakan produk PT DI (untuk semua maskapai dalam negeri, Alutsista dll), bravo PT DI.

    Comment by Debo | November 26, 2009

  17. Sementara menunggu/ melanjutkan proses sertifikasi, bisa saja pesawat N-250 digunakan sebagai pesawat kargo dulu.
    Kalau jaman dulu saja kapal Penisi bisa sampai benua Afrika, kenapa tidak dengan N-250.
    Kita pasti bisa.

    Comment by kitapastibisa | December 23, 2009

  18. Kalo di blg diatas ditulis bahwa masyarakat lebih memilih mesin jet daripada mesin propeller sy rasa kurang tepat,karna sebenarnya di tanah papua masih memerlukan pesawat baling-baling.Mungkin bapak-bapak kita di atas bisa mmpertimbangkan untuk memberikan instruksi kepada perusahaan penerbangan untuk menggunakan pesawat kebanggaan kita N-250 Gatotkaca.Semoga tulisan saya ini dapat memberikan inspirasi kepada para petinggi kita di atas.

    Comment by Dinasti | February 3, 2010

  19. Saya pernah membaca sebuah tulisan di media massa, dimana CN – 235 dipakai oleh perusahaan penerbangan komersial di filipina yang melayani penerbangan antar wilayah disana. Bahkan PT. DI juga telah mengirimkan teknisi guna membantu maintenance disana. CN – 235 juga banyak dipakai guna keperluan militer atau komersil di negara2 lain, bahkan KORSEL juga memesan beberapa pesawat.
    Belajar dari keberhasilan CN – 235 (walaupun juga pernah terjadi malapetaka ketika melakukan latihan yang menyebabkan pesawat jatuh dan terbakar), saya berharap Pemerintah saat ini membantu PT. DI untuk bergeliat lagi menciptakan N-250NG (New Generation)untuk menunjukkan bahwa bangsa merupakan salah satu negara penghasil pesawat yang juga tak kalah bagus dan canggihnya dengan negara penghasil lain. Untuk masalah alih teknologi, kita bisa jalin kerjasama dengan FOKKER ato negara lainnya.
    Mudah2an N250 NG bisa terbang tinggi setinggi GARUDA n MERPATI ………………………………..BRAVO PT. DI

    Comment by Adrian | February 13, 2010

  20. sudah seharsnya bangga akanproduk kita sendiri. Apalagi buatan para pemikir-pemikir cerdas kita ini. kalo bukan kita yang bangg, siapa lagi donk yang akan menghargai bangsa kita sendiri kalo bukan kita sebagai rakyat indonesia.
    teknologi kita sudah sangat berkembang kok, saya kagum dengan pembuatan N250 yang asli indonesia…
    initerbukti bahwa orang indonesia, mampu bersaing dengan bangsa lain. Masih banyak lagi fakta-fakta lain yang membuktikan ini.
    yang kurang pada bangsa kita adalah rasa percaya diri dan nasionalisme yang kontributif.
    mari kita bangkitkan para pemuda bangsa sang Macan Asia yang kini kabarnya sedang tertidur….
    ditangan kitalah Indonesia akan di bangun….
    ditangan rakyat indonesia….

    Comment by cecep | February 24, 2010

  21. saya pernah dengar bahwa produksi N 250 pindah ke amrik.biar dapat title made in USA apa benar itu.jg spy dapat dilihat lbh berkualitas karena dikerjakan tenaga kerja amrik.apa bener jg.marketing strategy yg bagus jd indonesia tinggal terima royalti sama fee dari sub kontraktor.tapi apa benar berita ini.

    Comment by tri | February 24, 2010

  22. Saya baca dari wikipedia, katanya N-250 udah dapat izin dari Presiden SBY untuk dikembangkan lagi ya. Klo berita itu benar, maka hal ini merupakan kemajuan yang sangat berarti bagi industri penerbangan kita.

    Sudah seharusnya airlines – airlines lokal membeli produk dalam negeri untuk pesawat – pesawatnya. karena kalau bukan kita yang membeli, mau siapa lagi.

    Ambil contoh perusahaan boeing, waktu mengembangkan Boeing 747, perusahaan tersebut mempertaruhkan segalanya. Jika boeing 747 sampai gagal, maka tamatlah perusahaan tersebut. Untungnya ada airlines lokal saat itu yaitu PAN-AM yang mau membelinya dalam jumlah yang lumayan besar, sehingga boeing tidak jadi mati dan 747 menjadi pesawat yang legendaris hingga saat ini.

    Comment by Radityo | March 4, 2010

  23. aku rasa IAe ga perlu takut N250 kehilangan pasar karena merupakan pesawat baling2.
    akan selalu ada pasar untuk pesawat berbaling2, karena untuk penerbangan jarak dekat, pesawat turboprop adalah yang paling efisien. Sampai sekarang kan masih ada pesawat baling2 yang modern, kayak Q400 dll. Karena bagi maskapai penerbangan kan yang penting menekan biaya/penumpang serendah2nya. di US ato eropa pesawat baling2 masih dipakai utk commuter aircraft ato feeder airline.
    lagipula turboprop kan jet juga…. cuma baling2nya aja gede. beda lho turboprop sama internal-combustion engine.

    Comment by sayid | March 26, 2010

  24. kl gak salah N250 siap untuk di sertifikasi dan diperkirakan tahun 2000 siap untuk dipasarkan…sedangkan N2130 siap dipasarkan tahun 2006..kl ini terjadi skrang, betapa bangganya indonesia, peswat buatan putra2 indonesia menjalajahi dunia..dan mungkin skrang indonesia bisa membuat peswat sekelas boeng dan airbus yang berbadan lebar….

    dan satu hal yang saya ingat kata2 pak habibie…biarlah kita mengeluarkan modal yang agak besar sedikit, namun dari modal itu indonesia akan mendapatkan keuntungan yang berlipat2 di kemudian hari….

    berapa duit yang dibutuhkan pak untuk membangkitkan kembali industri dirgantara ?? kata pak habibie…saya cuman butuh 5 triliun rupiah….

    dan salah satu engineer yang ikut dalam proyek N250 berkata..saya siap kembali ke indonesia untuk membangkitkan kembali industri dirgantara dan memberikan ilmu dan pengalaman saya selama bekerja di boeing…

    apakah pemerintah pernah meminta pak habibie untuk ikut lagi membangkitkan industri dirgantara, kata pak habibie pernah, namun apa gunanya nyuruh orang tapi tidak ditindak lanjuti, cuman minta lewat mulut doang…

    Comment by zegler | April 6, 2010

  25. Sungguh sayang deh kalau begini adanya, padahal dalam setahun aja ada sekitar +_1000 orang lulusan setara D3,+_ 500 orang lulusan setara S-1, +_ 150 orang lulusan setara S-2, +_ 50 orang lulusan S-3 (Dan semuanya dibidang Technical,Engineering maupun Sains yang bisa berhubungan dengan pembuatan pesawat dan mereka tersebar di seluruh dunia

    Comment by enrico da costa | July 15, 2010

  26. bener pak. kalo pemerintah punya niat yg tulus, permintaan pak Habibie itu tdk berlebihan. ribuan tenaga trampil yg sekarang sedang menunggu utk berkarya akan dpt dimanfaatkan membangun kembali kejayaan bangsa yg sekarang pudar. saya prihatin dgn sikap sebagian masyarakat kita yg bangga dgn produk bangsa lain, sedangkan produk bangsa sendiri dikucilkan. bayangkan jika suatu saat nanti kita sangat tergantung kepd bangsa lain(penjajah gaya baru) karena kita selalu menjadi bangsa konsumtif/maunya beli tdk mau bikin sendiri. mari kita dukung upaya pak Habibie dkk utk kembali membangun kejayaan bangsa melalui kedigdayaan ilmu pengetahuan & teknologi, kita bangun industri-industri strategis( bikin pesawat, kapal, Kereta api, senjata, kimia, peralatan mekanisasi pertanian, bioteknologi, dlsb ) lebih kuat dan besar lagi. kita bangun industri penunjang kelas menengah-nya, dan kembangkan lebih luas lagi industri kecil penopang industri menengah dan strategis itu. insya Allah, Indonesia akan disegani, dihormati dan dijadikan panutan bangsa-bangsa lain didunia. Tentunya yg semula diperkuat adalah sektor pendidikan agar kita bisa mendapatkan tenaga yg cerdas, bisa kerja tuntas, dan ihklas.

    Comment by eddy budianto | July 23, 2010

  27. pak.tlng buetkan lag pesawat N250.biar warga indonesia tau melihat pesawatnya.

    Comment by yukimura sanada | August 25, 2010

  28. Walau nafas kita tersedak dan sesak, tenang aja, pasti Industri Dirgantara kita akan terbang lagi … pasti ! OPTIMIS AJA GAN !

    Comment by opik | September 18, 2010

  29. itulah bukannya petinggi2 negara ini harus mencintai pruduk dalam negeri????? sekarang yang dibanggain cuma presentase yang gak ada ujung real sector atau bendanya intinya tidak ada negara memiliki power tanpa kemandirian, tengok saja AS mereka menjadi super power karena dapat menggabungkan antara memiliki sumber daya alam banyak dan mengolahnya secara maksimal(mandiri).tidak ada barang yg tidak bisa dibuat di AS kemudian CHINA mereka punya SDA yg super besar kemudian berusaha mandiri diisegala bidang dan warga negaranya sadar tanpa paksaan mau untuk membantu dengan cinta dan menggunakan produk dalam negeri dengan ikhlas walaupun kurang bagus sekalipun, na sekarang bagaimana indonesia SDA = melimpah , niat = ada, barang = ada Warga Negara = pakai sembari insinyur2 kita menyempurnakannya , kalau saya mengingat pak habibie sangat sayang rasanya bagaimana tidak 1995 kita sudah berhasil menerbangkan N2150 tahun 2010 harusnya kita sudah bisa menerbangkan jet sekelas boeing 737-900ER tapi inilah kalau kita bayangkan skrng hanya segelintir perusahaan yang membuat jet penumpang diatas 100 seat tidaklah mustahil pesawat kita mampu mencuri perhatian LION AIR membuang puluhan bahkan ratusan miliar dollar utk membeli pesawat jikalau itu adalah pesawat kita tidakkah itu akan memberikan lap kerja yang luar biasa , terakhir kami mohon pada stakeholder bangsa ini jalankan lagi proyek N250 jet N2130 dan kalau perlu N2200 agar bangsa ini punya kebanggaan selain presentase2 itu bravo kemandirian.

    Comment by ajik | September 22, 2010

  30. padahal “cuma” 5 triliun untuk membangkitkan kembali kedirgantaraan Indonesia..sementara uang century aja 6.7 Triliun pemerintah bisa mendanai, dan ketipu pula..kenapa begitu sulit untuk mengucurkan ke industri dirgantara/ industri strategis lainnya???

    5 triliun untuk mengangkat harga diri, dan martabat bangsa lewat karya nyata, dan Insya Allah 5 triliun itu bisa balik lagi duitnya ke kas negara dgn penjualan pesawat2nya..

    Skrg tinggal pemerintah saja,,punya niat ato tidak mengangkat kembali industri dirgantara kita???

    Comment by masdidit88 | October 3, 2010

  31. tolong manajemen PT DI mundur saja kalo udah gak mampu bikin pesawat..nego dong sama TNI, paling tidak membuta pesawat helikopter dan N2150 untuk menggantikan hercules amerika punya…berapa sih harganya.???saya yakin satu hercules sama dengan harga n2150 3 buah..lumayan untuk drop pasukan TNI dan relawan serta bantuan secara cepat untuk daerah bencana diseluruh indonesia..okeee…saya yakin anda bisa… alfatihah…

    Comment by boy hs | November 14, 2010

  32. tehhnology di tangan, jangan sampai pergi ke negeri orang

    Comment by ting-tong | December 9, 2010

  33. Semua yang terjadi dengan kemunduran PT DI tidak terlepas dari para petinggi Negri ini, kalau semua pejabat negara paling tidak sebagian besarnya punya komitment dan punya rasa cinta terhadap produk sendiri, serta punya tekad ingin menjadi negri yang mandiri..saya yakin semua kendala semacam pendanaan, atau berbagai rintangan akan bisa dihadapi yang penting punya tekad yang bulat..Ok Bro..

    Comment by Aang Wardiana | December 25, 2010

  34. syang seribu syang

    Comment by andri | January 15, 2011

  35. mudah2an IPTN bisa berproduksi lagi.. saya bangga dengan N250..

    salam dari norway

    Comment by dimas | January 21, 2011

  36. boss,ane copas yak artikelnya???mau bikin group buat Bangkitkan Industri Dirgantara Indonesia..hehe..

    Comment by temon cinta Indonesia!! | January 29, 2011

  37. Apapun itu…
    Presiden harus dorong kemandirian RI….
    Begitu juga pesawat…
    Bahkan bila perlu paksa swasta dan dalam negeri pakai produk lokal……

    Comment by Ank | February 2, 2011

  38. saya sangat trenyuh dan prihatin, membaca informasi diatas, seandainya, biaya pilgub 33 propinsi yang ratusan milyar dan biaya pilihan langsung 486 wilayah pilbup/walkot jumlahnya trilyunan yang sumber dana dari DAU, APBD, APBN, lha hasilnya juga cuman korupsi gaya baru, kembali modal setelah terpilih . mending buat nerusin produksi CN 250 maupun CN 100, yang dulu pernah PNS diseluruh indonesia urun saham duapuluhan ribu. 486 kabupaten/kota dan 33 propinsi isinya korupsi, jual beli jabatan, kroni-kroni dpt jatah proyek. Masyaa Allah. Kapan bangkit Negriku Ini Lagi ?

    Comment by sarwono | February 16, 2011

  39. perasaan campur aduk abis baca tulisan ini.. :'(

    Comment by Thriea | March 1, 2011

  40. saya sangat sedih melihat nasib N250, dan saya adalah appt angkatan terakhir yang kerja di perusahaan penerbangan di luar negri. saya ingin sekali memperbanyak N250 biar bertambah bangga menjadi rakyat indonesia. insya allah dan pasti saya keluar kerja dan saya bergabung dami N250

    Comment by wawan mulyawan | April 12, 2011

  41. negara kita terlau banyak bajingan, prof tapi bajingan, apa tanpa IMF kita bangkrut jawabanya tidak

    Comment by jhon | April 15, 2011

  42. okay bgt,!

    Comment by okey | April 28, 2011

  43. http://www.detiknews.com/read/2011/05/08/105517/1634816/10/pesawat-ma-60-tak-kantongi-lisensi-faa-tapi-dinilai-tetap-laik?9911012

    Kenapa lebih memilih beli MA60 yg produksi Cina ya???? Kenapa tidak N250 yg produksi sendiri??? kan jg tdk dpt sertifikasi FAA…. atau kenapa jg tdk beli CN235 yg sudah sertifikasi FAA/JAA, ini jg pesawat sekelas kok. CN235 salah satu jenis pesawat produksi PT.DI telah dibeli oleh beberapa negara diantaranya Malaysia, Korea, Pakistan, Thailand, Iran, Uni Emirat Arab, Senegal Afrika. Bahkan Malaysia, Korea & Pakistan jg membeli versi VIP/VVIP untuk pesawat kepresidenannya, Indonesia?? Konon, PTDI/IPTN dan CASA sudah memproduksi CN-235 terjual didunia sekitar 300 an, anehnya domestik di Indonesia cuma 15 ke MNA dan 6 ke AU, padahal negara kepulauan spt indonesia ini sangat butuh pesawat-pesawat spt itu, tp malah banyak belinya dr luar, malah bbrp ada yg gak lisensi FAA lagi…padahal pesawat” tsb jg sekelas dg pesawat produksi PTDI. Klo negara-negara lain ‘menghargai’ produk negeri kita, kenapa negeri kita sendiri malah cenderung tidak ya? ada yg salah?

    Yuk kita bikin Gerakan “Dukung Produksi Kembali N250″ lewat Facebook or media lain, gmn? setuju???

    Comment by Bangkitkan kembali N250/Dirgantara Indonesia | May 10, 2011

  44. Kalahnya produk PT DI adalah kekalahan ekonomi, bukan kalah teknis. Sulitnya produk PT DI (N250, N212 dan CN235) utk masuk ke instansi pemerintah tidak lepas dari masalah permodalan. Perbankan dalam negeri sulit beri kredit utk PT DI utk biat pswt tsb krn tanpa jaminan dari pemerintah. Bisa2 Direksi Bank akan masuk gedung bundar kalau ada kegagalan. Faktor lain adl sistem pengadaan ala Keppres 80 atau PP 54 yang membuat instansi pemerintah tidak bisa berpihak kpd produsen/vendor BUMN. Atas nama transparansi dan fairness utk vendor swasta/asing maka pemerintah/BUMN (Merpati) tsk bs tunjuk langsung PT DI. Ini sungguh ironis! Coba cek perusahaan swasta, mereka justru kalau cari vendor yg satu grup. Di kala peran pemerintah sangat dibutuhkan utk mencapai economy of scale, pemerintah sendiri tdk bisa berbuat banyak krn takut melanggar aturan main pengadaan. So, benahi dulu aturan pengadaan utk instansi pemerintah ini (PP54) agar instansi pemerintah bisa tunjuk langsung PT DI dan juga Telkom, Pertamina, BNI, Mandiri dll. Berani?
    Saya merindukan produk PT DI bisa merajai Indonesia … Ayo kembangkan lagi N250 dan N2130 ….

    Comment by Ahyari | May 10, 2011

  45. Gatotkaca apakah bisa terbang beneran?

    Comment by kukuh supramono | May 12, 2011

  46. masa pesawat kaleng krupuk dr cina di pake sm mrpati, ini n-250 yg gagah malah dibiarkan, teringat masa kuliah dulu waktu N- 250 uji terbang di seputaran bandung, ada beberapa x uj terbang dan hebat adanya.. bravo N-250

    Comment by Kang jamjam | May 12, 2011

  47. berapa dana yg dikeluarkan untk menghidupkan N-250 & N-2130 ? Knp pt.DI tdk mengeluarkan saham lagi? N-250 tidak usah dirubah hitecnya, biar customernya yg memilih fly by were / revisi ( hitec tdk jelek2 amat ). Bpk Habibie harus masuk lagi PT. DI ( Posisi konsultan )dibuatkan divisi tersendiri N-250 & N-2130, agar tidak ada intervensi dari luar dan dalam negeri ( banyak penghianat bangsa ).bagaimana pendapat teman2 ? trim’s.

    Comment by jtb | May 13, 2011

  48. ayo indonesia bangkit, uang kita banyak kok yang buat BLBI berapa hayo/ trus yang digondol oknum nakal berapa? belum yang dibuat ngrawat pejabat berapa? kalo pada mau insyaf dan agak diketatin anggarannya dan dialihkanb ke n250 ya bakal mudah

    Comment by achmad huda | May 31, 2011

  49. Lanjut terus N 250 ( Krincingwesi dan Gatotkoco lambang supremasi dirgantara Indonsia soal duit bisa dirampas dari para KORUPTOR yang hanya menyengsarakan Rakyat Indonesia.

    Comment by edi santoso | June 22, 2011

  50. betul lanjutkan sesuai dengan selogan pak SBY…………Kami bangga menjadi rakyat indonesia Yang dapat menjadi dirinya sendiri ……….

    Comment by subardjo | August 13, 2011

  51. Hati2 dengan misi rahasia negara besar untuk menggagalkan kemajuan dirgantara bangsa kita….
    IMF itu adalah perpanjangan tangan negara majua yang ingin menghambat negara manapun yang ingin sama seperti mereka atau bahkan melebihinya……

    Comment by Ank | September 14, 2011

  52. pesawat yang hebat, sayang mati karena persaingan politik yang tidak sehat
    kasian cita-cita para teknokrat bangsa ini.
    .
    @LEONARDI : mana mungkin pesawat dibuat sulapan, bisa membuat dunia ini heran, ketika N-250 dipamerkan di Jerman.
    atau hanya USA atau agen-agen penghianat bangsa aja yg takut kalah saingan dan takut gak kebagian uang.

    Comment by Uqi | October 14, 2011

  53. gagalnya n 250 kan karena jatuh yang menewaskan pilot erwin danuwinata, masa pada lupa sih, jatuhnya ngejengkang lagi, bukan nyubelek, artinya pesawat kehilangan keseimbangan

    Comment by vendy | October 22, 2011

  54. Skrng ini jgn byk berharap N250 & N2130 akan dpt diproduksi & terbang lg, krn para pemimpin kita hanya memikirkan bgmn mereka dpt melanjutkan kekuasaanya & mengeruk lebih bnyk keuntungan bagi pribadinya, jd kalo mereka diberi 2 pilihan: produksi sendiri atau import dari luar, tentu mereka akan lebih memilih produk luar negeri/import, knp? krn dgn import mereka dpt komisi dr produsen, jg mereka dpt jalan2 ke luar negeri/negara produsen sambil bertamasya & menghamburkan uang perjalanan dinas dengan alasan: survey, rapat, negosiasi dll…Jangan banyak berharap kpd para pemimpin kita sekarang ini, mereka hanya mementingkan perut mereka sendiri dan melupakan kemajuan anak negeri……saya sangat hafal watak mereka karena saya bekerja di pemerintahan, dan mengetahui tipu daya dan akal licik mereka untuk mengelabui rakyat indonesia yg masih lugu dan mudah ditipu……

    Comment by Pejuan Produk Dalam NEgeri | November 2, 2011

  55. menurut sy PT.DI kelihatannya sdh mulai bangkit pelan pelan dari keterpurukan gara gara kelakuan IMF yg busuk itu.sekarang kita harus bersatu memajukan bangsa ini,sy kira dengan adanya embargo senjata dari eropa dan amerika anak bangsa ini akan bankit bersatu membangun negara ini asalkan pemerinta dan DPR yang terhormat betul betul mendahulukan kepentingan bangsa ini dari pada kepentingan pribadi.dan sy yakin bukan N250 saja yg bisa kembali terbang tetapi sedikit lagi militer indonesia akan mengoperasiakn suluru persenjataan mulai dari pesawat tempur,kapal perang,dan rudal balistik adalah hasil karya dari insinyur-insinyur indonesia.

    Comment by SALMUN | November 7, 2011

  56. selalu berharap untuk kemajuan pesawat N250. .. .. . ….,,,,,skarng yg jdi pertanyaan kita harus mengapresiasikan keluhan2 kita semua ke siapa,,,adakah lembaga atw instansi pemerintahaan yg mw memperjuangkan N250,,,,,,,untuk kembali mengudara d langit nusantara ini…..

    Comment by eki diandara | January 11, 2012

  57. Dengan mengucap Bismillah, semoga Allah SWT melancarkan cita-cita pak Habibie dan seluruh rakyat Indonesia terwujud dan menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang mandiri dan tidak tergantung produksi negara lain, sebagai pribadi saya mengucap syukur Alhamdulillah atas kelanjutan serta penyempurnaan program N-250Air yang dilanjutkan oleh beliau serta “Aplaus” untuk beliau pak Habibie, pangsa pasar jenis pesawat baling-baling sangat besar dan masih besar peluang untuk dapat menjadi pemain dalam industri penerbangan saat ini, saya dukung sepenuhnya penyelesaian program N-250Air ini hingga 100% tuntas uji terbang serta perolehan sertifikat internasional, saya sangat rindu dengan kehadiranmu di udara nusantara untuk mendukung transportasi udara nasional serta dapat mendukung pembangunan diwilayah pelosok negeri ini yang masih perlu pembangunan demi mengejar ketertinggalan pembangunan untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta, Amin…amin…amin…Alhamdulillah ya Allah

    Comment by rahmat ya. | January 13, 2012

  58. Saya dukung penuh kelanjutan program N-250Air untuk program sarana transportasi udara nasional Indonesia yang mandiri, menurut saya selesaikan uji kelayakan terbang ber-standar nasional SNI (harus bangga dengan standar SNI yang setara dengan standar internasional lainnnya) sampai tuntas tanpa harus menunggu sertifikat FAA dan lainnya kalo memang prioritas utama untuk mendukung sarana transportasi udara nasional, baik sipil maupun militer, sehingga tidak tergantung maupun terikat produksi pesawat negara lain dan bila diperlukan dapat dikembangkan menjadi type yang lebih besar atau versi yang menggunakan mesin jet serta system Fly By Wire seperti ide awal lahirnya sang Gatotkaca serta Kerincingwesi ini, dengan dipindahkannya produksi Casa C-295 di Indonesia merupakan moment dan peluang untuk melakukan posisi tawar serta alih teknologi serta pengakuan internasional atas produksi serta teknologi nasional yang sudah setara dengan negara lainnya, bila dimungkinkan Airbus grup menghibahkan seluruh peralatan produksi Casa C-295 kepada Indonesia secara total tanpa imbalan apapun dan rekrut kembali saudara-saudara kita yang sekarang berada serta bekerja di beberapa perusahaan industri pesawat lain di luar negeri untuk makin mempercepat serta memperlancar dan kemudian terwujudnya pesawat “ASLI” produksi Indonesia, menurut saya N-250Air dapat di desain dalam beberapa type seperti N-250-50, 70 untuk versi turbojet dan N-250-100, 200 versi jet semua dapat menggunakan teknologi “Fly By Wire” serta dilengkapi fasilitas GPS terbaru seperti yang tersedia pada pesawat terbaru lainnya, Insyaallah…amin…amin…amin

    Comment by fitria b sulaiman | January 14, 2012

  59. apakah bener N250 akan di bangun kembali apa hanya sekedar rumor .. .. .saja?
    mohon penjelasannya…

    rindu dg pesawat2 buatan anak bangsa,,,,,,seharusnya yang mengudara d langit nusantara adalah pesawat N250,bkan atr atwpun pesawat2 untuk printis lainnya

    semoga saja semuanya itu bisa terwujud……..

    Comment by eki diandara | January 16, 2012

  60. bangsa ini sedang kehilangan jati dirinya…
    jadi kebayang kalau ada orang seperti Bung Karno…kalo beliau tau N250 dianggap tidak memenuhi syarat karna belum memenuhi sertifikasi dr negara tertentu, bisa dipastikan beliau malah akan bikin standar dan sertifikasi sendiri untuk menandingi sertifikasi yg lain…jadi inget waktu Indonesia keluar dr PBB dan bikin “grup” sendiri … keren.
    mudah2an Indonesia bisa kayak gitu lagi…

    Comment by setyawan | February 3, 2012

  61. hal yang lebih miris lagi, sekarang muncul berita bahwa indonesia akan membeli pesawat boeing busines jet 2 737-800 untuk dijadikan indonesia air force one, lebih mengerikan lagi, pesawat yang ditaksir harganya sekitar 435 miliar itu dibeli dengan cara utang berbentuk promissory notes atau surat sanggup bayar. sungguh suatu hal yang tidak bisa dibanggakan. pertanyaan sekarang adalah, kenapa tidak gunakan pesawat buatan putra putri bangsa sendiri, seperti N-250 atau CN-235 VVIP??? padahal negara seperti brunei dan malaysia justru menggunakan pesawat buatan RI????

    Comment by ulwan | February 12, 2012

  62. semoga saja,,,sungguh miris mendengar cerita2 iptn,,,,saya bekerja dg orang2 mantan pekerja iptn,,,,mereka memiliki banyak cerita mengenai iptn,,,yg notabenenya mereka2 adalah sdm yang berkualitas….N250 dan cn235 hampir semua partnya d buat d iptn,terutama mengenai structure,,,dan bonding composite,,,,bahkan airbus saja membuat salah satu komponent wing root,di iptn,,,dg menggunakan type certificate airbus,,,,,,hampir semua teknologi bisa d buat d iptn…fasilitas memadai,,,,

    apalagi mantan pekerja iptn menaruh harapan penuh kepada pesawat N250 agar bisa mengudara d langit nusantara,,,
    semoga aj bisa d realisasikan…..

    amin….

    Comment by eki diandara | February 16, 2012

  63. Ijin copy bang, buat tmbh info ;-)

    Comment by adam | May 9, 2012

  64. Bangkitlah kebesaran dan kebanggaan negri ku tercinta.potensial s.d.m kita sudah siaaap….engineer republik sudah mumpuni..namun lagi lagi intervensi asing menguasai negri ini….marilah rakyat ibu pertiwi kita sama rasa sama kata untuk memajukan bangsa bangsa indonesia…mari kita bangun mimpi yang besar tanpa kepentingan kepentingan yang menghancurkan kemajuan republik ini….majulah indonesiaku…majulalah bangsa ku…aku yakin kepadamu.

    Comment by Gugun ahmad hilal | May 11, 2012

  65. Erwin Danuwinata Bukan mati karena sedang ngetest N250 … dia jatuh karena saat dropping barang di daerah banten .. macet di bagian alat launchnya … dan itu pesawat CN 235 ….. , mohon kalo komentar yang cerdas yach …. saya mantan karyawan IPTN .. sedih melihat nasib N250 … dan saya juga menyaksikan First Flight N250 di Bandara Hussein Satranegara

    Comment by adidong | May 25, 2012

  66. kita rame2 yuk.. minta pak Dahlan Iskan (menteri BUMN) untuk memproduksi N250 di PT DI.. dari pada bikin airbus 295 yg tecnologinya jg setara dgn N250
    Bravo N250

    Comment by andhi_jakarta | May 29, 2012

  67. N-250 adalah korban dari sales fokker F50!! hanya orang yang bisa mengatakan TIDAK kepada amerika,malaysia dan australia saja yang bisa membangun N250 termasuk N2130

    Comment by frangi | June 12, 2012

  68. maksudnya ga jelas…yang jelas N-250 adalah korban dari sales fokker F50 terutama ancaman fly by wire nya waktu itu…minta saran SBY? ga mungkin…dia dah sering ketipu soal teknologi…salam hormat untuk adidong…

    Comment by frangi | June 12, 2012

  69. mari kita galang koin peduli N250….biar dunia melek kalo Indonesia bisa ngumpulin uang tanpa pinjam ke IMF………Hidup kan lagi spirit N250.

    Comment by ananto | June 28, 2012

  70. Daripada beli C295 dari Airbus, kenapa ya .. tidak dibuat saja N250 versi militer, bukankah kapasitasnya sedikit lebih besar ? …. mudah2an setelah PT.DI siuman dari pukulan IMF dapat malanjutkan kembali program N250, setelah program N219 dan IFX terwujud …. maju terus PT.DI. kami hanya bisa membantu dengan doá

    Comment by Akiletoy | July 7, 2012

  71. saya sehari hari handling pesawat buatan amrik, sedih rasanya padahal bangsa kita bisa bikin sendiri, semua pesawat import untuk rute lokal diganti n250 r atau yg terbaru n2130 indonesia makmur dijamin

    Comment by ramdhani | July 10, 2012

  72. Assalamualaikum, pak saya pengagum berat pak BJ Habibie dan keluarga dari segi profesi, semangat, dan penerapan Islamnya. pak tolong sampaikan ke pak Habibie, saya akan sekolah penerbang FAA di Texas dan menggunakan ilmu saya dari pilot nantinya dan juga Engineer yang sudah saya jalani selama 8 tahun dari segi a&p dan avionic bila diperlukan untuk membantu menghidupi N250 saya bersedia bekerja paruh waktu di PT.DI saat saya libur TANPA DIBAYAR dan saya akan menyumbang langsung ke pak Habibie dari gaji saya semampu saya. Dan bila diijinkan saya bersedia menjadi test pilot semaksimal mungkin kemampuan saya tanpa dibayar saat dibutuhkan nanti dari anak Biak, Papua. Currently PT. Air Born Indonesia

    Comment by Hari Permadi | August 10, 2012

  73. http://m.tempo.co/2012/08/11/422765/

    Habibi akan terjun lagi ke dunia penerbangan dengan misi membangkitkan pesawat n250

    Comment by ramdhani | August 13, 2012

  74. Saya pikir masalahnya politik saja…..Mungkin negara lain tdk mau indonesia maju, juga para penjahat politikus dan executive dalam negeri ikut ikutan berteriak tdk mendukung supaya N250 dan N 2130 ,dengan alasan pemborosan tanpa ada suatu kebanggaan kepada ribuan anak bangsa yg maju dan produktif………… coba kita bayangkan berapa ribu triliun uang kita yg habis oleh para segelintir koruptor tanpa menghasilakn KARYA.
    Ini benar benar biadab dan tdk punya hati nurani.

    Comment by Saeful Dahlan | September 15, 2012

  75. Mudah-mudahan fasilitas produksi untuk CN 295 yang sedang disiapkan, dapat juga digunakan untuk mengembangkan N250 karena hampir sama dan sekelas. Sayang kalau program N250 tidak dilanjutkan, sudah ada prototipenya (dua kalau tidak salah). Semoga PT DI berjaya lagi. Kalau dikerjakan swasta 100% saya masih agak ragu-ragu, lebih baik kerjasama modal dan teknologi antara PT DI dan Perusahaan yang dipimpin oleh Bapak Ilham segera direalisasikan dengan cepat.

    Comment by Raharjo | October 5, 2012

  76. semoga ya biasa terbang lagi

    Comment by setiv | January 22, 2013

  77. Semoga pesawat N250 segera di luncurkan lagi , amin :)
    saya sangat mencintai produk dalam negeri, saya harap suatu saat saya akan membanggakan Indonesia dan jika hingga sekarang pesawat N250 belum di luncurkan, saya berjanji atas nama bangsa saya akan meluncurkan semuanya lagi, dan menghidupkan nama bangsa.

    Comment by Yolanda Tahlenzia | February 3, 2013

  78. N250 adalah kebanggaan kita. Era korupsi dulu saja negara sanggup membiayai, mengapa skkrg era demokrasi, tak ada kebijakan ƔάϞƍ sanggup ya…..

    Comment by nur eka | March 16, 2013

  79. Harus bikin sendiri..sdh saatnya bangkit lagi

    Comment by ihsan | April 18, 2013

  80. Banyak solusinya jangan putus ditengah jalan, N-250 harus bangkit lagi….

    Comment by bambang | August 12, 2013

  81. pengen nangis klo inget n250

    Comment by Yudi Kurniawan | January 5, 2014

  82. di buat Gunship kayak AC130 Spectre mantap kayaknya

    Comment by usnida | January 5, 2014

  83. I do agree with all the ideas you have presented to your
    post. They’re very convincing and can certainly work.
    Still, the posts are very short for newbies. Could you please prolong them a bit from subsequent time?
    Thank you for the post.

    Comment by jasa pindahan rumah | March 21, 2014

  84. Barusan membaca majalah edkol angkasa edisi N250. Disitu ada artikel dari Bpk D.S. Djamal yang merupakan mantan Menhub dan salah satu orang penting di IPTN dulu. Ia berkata bahwa ada kemungkinan yang menyebabkan IPTN bangkrut itu bukan karena tekanan dari IMF tapi malah dari ekonom-ekonom Indonesia sendiri yang waktu itu ikut berunding dengan IMF. Dalam tulisannya ia mengatakan para ahli ekonomi itu tidak setuju dengan program N250 dan IPTN karena terlalu banyak menguras kas keuangan negara. Jadilah kemudian nama IPTN masuk dalam poin persetujuan antara IMF dan pemerintah pada saat itu. Wallahualam.

    Comment by Radityo | April 6, 2014

  85. pesawat N250 itu adalah cita-ciata, semangat dan pengorbanan patriot bangsa, kalau mau berharap 100% kepada pemerintah untuk menghidupkan kembali N250 rasa sangat berat, karena beban subsidi dan gaji pegawai, biaya kesehatan, pendidikan, kredit UKM, PMPN,

    andai bisa dilakukan, mungkin terasa ganjil atau bahkan mustahil, yaitu meminta sumbangan kepada seluruh rakyat indonesia yang sudah bekerja, sebesar Rp.1000/ orang, anggap saja pengguna Telpon seluler 100jt orang, kalau di potong pulsa Rp.1000/ bulan akan ada uang sebanyak 100 milyar. . . . tapi atas persetujuan pengguna telepon seluler

    semoga suatu saat seluruh rakyat dan pemerintah Indonesia akan berjuang bersama membuat pesawat Sejenis dengan N250 atau yang lebih besar lagi, untuk tujuan kesejahtearaan rakyat dan mensejajarkan martabat bangsa Indonesia dengan bangsa lain.

    “BAGIMU NEGERI JIWA RAGA KAMI”

    Comment by herman suroso | September 5, 2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 1,212,743 stats
  • free counters
  • "TNI is not the best-equipped armed forces in the region, but they are the most experienced one. There is no other armed force in the region that has more war experience or more real military-operation experience than them"
  • Top Posts

  • Categories

  • RSS PROUDLY WE SERVE STAND AND FIGHT..

    • Ancaman Ranjau Di Choke Points May 28, 2011
      All hands,Bagi negara-negara maju, salah satu ancaman yang diwaspadai pada wilayah choke points adalah ancaman peranjauan. Tidak sulit untuk menemukan kebenaran akan kewaspadaan itu, karena bisa dilacak pada beberapa latihan rutin Angkatan Laut negara-negara maju yang berfokus pada perburuan dan penyapuan ranjau di choke points. Negara-negara itu memang tela […]
      noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
  • Comments

    herman suroso on N-250 dimana dirimu kini…
    sundoro on Produk yang dihasilkan Divisi…
    m.dzulfahmi on Mengenang Usman & Harun…
    rio all give a rich on Kemana Mig-21 kita??
    vitamin for tinnitus on Kodam di Perbatasan Malaysia…
  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: