Blog tentang dunia militer dan penerbangan

Membangun Angkatan Perang

KRI Frans Kaisipeo (368)

KRI Frans Kaisipeo (368)

PERAIRAN Ambalat kembali bergolak. Kapal perang Malaysia berkali-kali menerobos blok laut seluas 15.235 kilometer persegi di Kalimantan Timur itu. Dalam catatan TNI, sejak Januari 2009, sedikitnya sembilan kali Malaysia menerobos wilayah Indonesia.

Manuver kapal perang Malaysia dalam minggu-minggu terakhir ini tentu saja ingin menguji kesabaran Indonesia. Sebab, bukan hanya kali ini negeri jiran itu bertingkah. Hampir saban tahun mesin perang Malaysia dengan sengaja mempertontonkan kepongahannya di Ambalat.

Tentara Nasional Indonesia tentu saja tidak berpangku tangan. TNI Angkatan Laut mengerahkan tujuh kapal bersenjata lengkap untuk berpatroli di perairan antara Sulawesi dan Kalimantan itu. TNI Angkatan Udara tidak kalah siaga.

Dua unit pesawat Boeing 737 dan satu unit Sukhoi 27/30 disiagakan di Makassar. Mengapa Malaysia tergoda menguji kesabaran Indonesia? Pertama, kemenangan Malaysia atas sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan di Mahkamah Internasional pada 2002 telah melipatgandakan nafsu ekspansinya.Sukhoi TNI AU

Pamer kekuatan Malaysia di Ambalat juga harus dibaca sebagai bagian dari nafsu ekspansi tersebut. Tinggal menunggu waktu yang tepat saja negeri itu mencaplok Ambalat. Kedua, Malaysia melalui informasi intelijennya sudah mengetahui persis kekuatan mesin perang Indonesia.

Karena itulah, dengan sangat atraktif, kapal dan pesawat perang Malaysia melakukan manuver di depan hidung mesin perang Indonesia yang sudah kekurangan tenaga. Kelakuan Malaysia di Ambalat itu sudah menyentuh sendi-sendi kedaulatan negara. Oleh karena itu, harus dilawan.
Negara yang ingin damai adalah negara yang siap perang. Akan tetapi, kredo itu selama ini kita rajut di atas mimpi.

Harus jujur diakui, tidak ada kemauan politik untuk membangun angkatan perang yang kuat. Hal itu tampak pada kecilnya anggaran. Melalui forum ini, kembali kita garis bawahi kecilnya anggaran itu.

Dalam APBN 2008, anggaran pertahanan hanya Rp36 triliun. Bahkan, untuk 2009, anggaran pertahanan menurun menjadi hanya Rp33,6 triliun. Sangat jauh jika dibandingkan dengan anggaran yang diajukan TNI, yakni Rp127 triliun.

Itu berarti, anggaran untuk TNI selama ini kurang dari 1% produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut amat sangat kurang untuk menciptakan kekuatan angkatan bersenjata minimal sekalipun. Untuk mencapai kekuatan utama diperlukan anggaran 5% dari PDB.

Lebih tragis lagi, anggaran TNI yang kurang dari 1% PDB itu lebih banyak diserap untuk belanja pegawai dan kesejahteraan prajurit. Alat utama sistem persenjataan sendiri hanya menikmati sisa dari pos-pos anggaran tersebut.

Terbatasnya anggaran itu membuat negara ini membangun profesionalitas militer hanya bermodalkan semangat lewat aba-aba baris-berbaris, bukan dengan latihan berperang. Jangankan membeli sistem persenjataan baru, memelihara alat perang yang ada saja sudah ngos-ngosan.

Tanggung jawab atas kelemahan sistem persenjataan itu harus diletakkan di atas pundak pemerintah dan DPR yang memiliki hak konstitusional untuk membagi-bagi kue anggaran.
Kini, kita sebagai rakyat, ingin mendengarkan janji kampanye para calon pemimpin bangsa ini.

Apakah para calon presiden dan calon wakil presiden mempunyai program yang konkret untuk membangun militer yang kuat? Militer yang kuat tentu saja tidak sama maknanya dengan militerisme yang telah kita gusur melalui reformasi.

Sumber: Media Indonesia

About these ads

June 7, 2009 - Posted by | Dephan RI |

2 Comments »

  1. ANDA PENGUNJUNG KE :
    counter
    free counter
    ONLINE HARI INI
    widgeo.net
    RUDAL LAPAN
    RUDAL LAPAN
    BUATAN DALAM NEGERI INDONESIA
    RUDAL BUATAN INDONESIA
    RUDAL BUATAN INDONESIA
    ROKET KENDALI LAPAN
    ROKET KENDALI LAPAN
    TNI AD
    TNI AD
    ANGKATAN DARAT INDONESIA
    TNI AL
    TNI AL
    ANGKATAN LAUT INDONESIA
    TNI AU
    TNI AU
    ANGKATAN UDARA INDONESIA
    POLRI
    POLRI
    KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA
    KOPASSUS
    KOPASSUS
    KOMANDO PASUKAN KUSUS
    KOPASSUS GULTOR
    KOPASSUS GULTOR
    SAT GULTOR 81
    PRAJURIT ANGKATAN DARAT
    PRAJURIT ANGKATAN DARAT
    KOSTRAD TONTAIFUR
    KOSTRAD TONTAIFUR
    SATUAN PEMUKUL TERBESAR
    MARINIR
    MARINIR
    PASKAS
    PASKAS
    BRIMOB
    BRIMOB
    DENSUS 88
    DENSUS 88
    Labels

    * 1000 Jet Tempur Siluman akan Diproduksi Rusia (1)
    * 2012 PT. PINDAD Produksi Rudal Dalam Negeri (1)
    * Air force (1)
    * Amerika Bukan “Superpower” Militer? (1)
    * AMX-13 : Tank Tempur Utama TNI-AD (1)
    * Anggaran Pertahanan 2010 Naik 20 Persen (1)
    * Armada Tempur Indonesia Terbaru (1)
    * Batalyon 463 Paskhas Dilengkapi QW 3 (1)
    * BOEING (1)
    * bom sukoi buatan dalam negeri (1)
    * cn 235 (1)
    * Dua Sukhoi Dilock Missile (1)
    * duel F16 TNI AU DENGAN F18 HONET NAVY USA (1)
    * f16 (1)
    * F16 CD (1)
    * f22 raptor (1)
    * GARUDA FORCE (PASUKAN GARUDA) (1)
    * hawk 53 (2)
    * INDONESIA IRAN (1)
    * Indonesia Military Strength (2)
    * Indonesian air Force (2)
    * Iran launches Saeqeh fighter-bomber squadron (1)
    * IRAN PESAWAT TEMPUR (1)
    * Iran Uji Coba Pesawat Siluman Buatan Dalam Negeri (1)
    * israel (2)
    * Kapal Perang (1)
    * kapal perang buatan indonesia (1)
    * kedirgantaraan (1)
    * KERJASAMA INONESIA DAN RUSSIA (1)
    * Kopaska (1)
    * kopassus (1)
    * KOPASUS (2)
    * Korpaskhas TNI AU (1)
    * KRI 401 (1)
    * KRI Cakra : “Siluman Bawah Laut” TNI-AL (1)
    * KRI Irian : Monster Laut Kebanggaan Indonesia (1)
    * lanud medan (1)
    * LAPAN (1)
    * Loncatan Teknologi Militer China (1)
    * manuver pesawat temput tni au (1)
    * Militer AS Uji Coba Kendaraan Hipersonik (1)
    * militer russia (1)
    * Modernisasi Pertahanan (1)
    * N 219 (1)
    * Panser (1)
    * PANSER INDONESIA (1)
    * PESAWAT TEMPUR (1)
    * Pesawat tempur indonesia (1)
    * PESAWAT TEMPUR IRAN (1)
    * PILOT (1)
    * pt di (3)
    * PT DI Akan Produksi Pesawat Amfibi (1)
    * PT. PINDAD Produksi Rudal Dalam Negeri Tahun 2012 (2)
    * RADAR (1)
    * RADAR PASIF (1)
    * Raider (1)
    * Rencana kedatangan alutsista TNI 2010-2014 dengan anggaran pembelian US$ 15 Milyar : (1)
    * RI – China Akan Adakan Kerjasama Militer (1)
    * RI-China Kerja Sama Pemantapan Pilot Tempur Sukhoi (1)
    * Roket Peluncur Satelit Dipercepat 2012 (1)
    * rudal (1)
    * Rudal 2 (1)
    * RUDAL BUATAN INDONESIA (1)
    * RUDAL GROM (1)
    * RUDAL LAPAN (1)
    * rudal super sonik (1)
    * Rusia Luncurkan Pesawat Tempur Baru (1)
    * Sejarah indonesia dulu dan kini (1)
    * Serah Terima Panser Pindad APS 6×6 Anoa (1)
    * SF-22 REX (TIREX) vs F22 RAPTOR DAN SEJENISNYA (1)
    * Skuadron Tempur Baru (1)
    * SLV LAPAN (1)
    * SP TUCANO (1)
    * SRIKANDI COMBAT TRAINER (1)
    * sukai dan mig (1)
    * Sukhoi Su-30 (1)
    * sukoi (2)
    * SUKOI PAKFA (1)
    * SUKOI PAKFA SILUMAN RUSIA (1)
    * Super Tucano (2)
    * Super Tucano Sudah Final (1)
    * tambah alutsista baru (1)
    * Tetral : Rudal Anti Pesawat Terbaru TNI-AL (1)
    * THANK (1)
    * TNI (1)
    * TNI AL (1)
    * tni au (1)
    * TNI AU TERIMA CN-235-220 MPA (1)
    * TNI-AU Siap Beli 16 Pesawat Tempur (1)
    * Ton Tai Pur KOSTRAD (1)
    * Tu-16 (2) : Atraksi Ketangguhan Sang Bomber (1)
    * Ukraina Incar Indonesia untuk Peluncuran Satelit (1)
    * ulang tahun tni au (1)
    * US military loses contact with experimental hypersonic vehicle (1)
    * YAK130 (1)
    * Yakhont : Rudal Jelajah Supersonic TNI-AL (1)
    * Yon Taifib Marinir (1)

    Minggu, 23 Mei 2010
    Rencana kedatangan alutsista TNI 2010-2014 dengan anggaran pembelian US$ 15 Milyar :
    Renstra TNI 2010-2014 memberikan nuansa pelangi terhadap komparasi alutsista yang akan diperbaharui yaitu adanya diversifikasi terhadap jenis alutsista produksi dalam negeri , dari Rusia, China dan Amerika Serikat. Setidaknya itu yang mengemuka dalam statement yang dikemukakan Panglima TNI Jendral Djoko Santoso dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Jakarta kemarin.

    Dalam rencana strategis itu diungkapkan bahwa TNI akan memenuhi kebutuhan armada kapal perang dengan memesan 35 Kapal Cepat Rudal Trimaran ukuran 60 meter, 40 Kapal Patroli Cepat Rudal ukuran 40 meter dan 15 Korvet semuanya produksi dalam negeri. Sementara 2 kapal selam kelas Kilo dari Rusia dipastikan hadir tahun 2013.

    Untuk Kapal Cepat Rudal Trimaran dan Patroli Cepat adalah produksi swasta nasional, masing-masing akan dilengkapi sepasang rudal buatan China dan Rusia, sementara Korvet adalah produksi PT PAL Indonesia, demikian diungkapkan Jendral Djoko Santoso.

    Angkatan Udara Indonesia akan diperkuat dengan pembelian 22 F16 CD dari Amerika Serikat dan 12 pesawat angkut Hercules. Order ini akan disign pada saat kedatangan Presiden Barrack Obama ke Jakarta pertengahan Maret mendatang bersamaan dengan penandatanganan 5 perjanjian kerjasama lainnya. Saat ini TNI AU memiliki 10 F16 AB dan 38 Hercules berbagai seri.

    Bulan April mendatang 3 pesawat tempur SU27 dari Rusia tiba di PangkalanAU Makassar. Dengan kedatangan 3 penempur Sukhoi itu, TNI AU memiliki 10 Sukhoi dan merencanakan akan terus menambah pesawat empur jenis ini sampai mencapai 48 buah ( 4 skuadron).

    Yang menarik dari renstra TNI ini adalah adanya pergelaran rudal produksi dalam negeri yang mampu menjangkau jarak tembak sampai 300 km dan sekaligus mengubah konsep hankam TNI dari defensif murni menjadi pre emptive strike. Menurut pengamat militer Jales Primowardhani perubahan konsep ini dipicu oleh keangkuhan Malaysia yang mengganggu teritori Indonesia terutama perairan Ambalat. Ini yang membuat petinggi TNI dan bahkan Presiden SBY merasa gerah dan kemudian mempersiapkan arsenal berbagai jenis untuk mengantisipasi kondisi terburuk, katanya.

    TNI memang sedang mempersiapkan diri, memperbaharui alutsistanya. Lihat saja di kalimantan, Kodam dimekarkan menjadi 2 dengan menambah kekuatan pasukan secara besar-besaran sampai mencapai 30 ribu, pembentukan 8 batalyon infantri, 6 batalyon kavaleri, 4 batalyon artileri dan 4 batalyon rudal. Tarakan juga menjadi home base bagi 16 pesawat tempur Super Tucano disamping Pontianak yang sudah eksis sengan 16 pesawat tempur Hawk.

    Seorang petinggi di Kementerian Pertahanan Indonesia yang enggan disebut namanya membenarkan bahwa TNI sedang mempersiapkan kekuatannya dengan memperbesar satuan-satuannya. Marinir akan ditambah menjadi 60ribu pasukan, Kostrad sedang membangun divisi 3, Kodam-kodam menambah batalyon infanri dan mekanis. Rudal berbagai jenis sudah dan sedang dalam pesanan seperti Qw3, C-802, Yakhont, AGM Maverick. Nantinya kekuatan TNI AL bertumpu pada kekuatan 3 armada tempur dengan kekuatan 276 KRI, 12 Kapal Selam , 60 ribu marinr. TNI AU dengan 4 Skuadron Sukhoi, 3 Skuadron F16, 2 Skuadron Hawk, 1 skuadron Stucano, 1 skuadron Yak 130. TNI AD dengan 3 divisi Kostrad, 21 Kodam dengan kekuatan pasukan mencapai 450 ribu tentara.

    ANDA PENGUNJUNG KE :
    counter
    free counter
    ONLINE HARI INI
    widgeo.net
    RUDAL LAPAN
    RUDAL LAPAN
    BUATAN DALAM NEGERI INDONESIA
    RUDAL BUATAN INDONESIA
    RUDAL BUATAN INDONESIA
    ROKET KENDALI LAPAN
    ROKET KENDALI LAPAN
    TNI AD
    TNI AD
    ANGKATAN DARAT INDONESIA
    TNI AL
    TNI AL
    ANGKATAN LAUT INDONESIA
    TNI AU
    TNI AU
    ANGKATAN UDARA INDONESIA
    POLRI
    POLRI
    KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA
    KOPASSUS
    KOPASSUS
    KOMANDO PASUKAN KUSUS
    KOPASSUS GULTOR
    KOPASSUS GULTOR
    SAT GULTOR 81
    PRAJURIT ANGKATAN DARAT
    PRAJURIT ANGKATAN DARAT
    KOSTRAD TONTAIFUR
    KOSTRAD TONTAIFUR
    SATUAN PEMUKUL TERBESAR
    MARINIR
    MARINIR
    PASKAS
    PASKAS
    BRIMOB
    BRIMOB
    DENSUS 88
    DENSUS 88
    Labels

    * 1000 Jet Tempur Siluman akan Diproduksi Rusia (1)
    * 2012 PT. PINDAD Produksi Rudal Dalam Negeri (1)
    * Air force (1)
    * Amerika Bukan “Superpower” Militer? (1)
    * AMX-13 : Tank Tempur Utama TNI-AD (1)
    * Anggaran Pertahanan 2010 Naik 20 Persen (1)
    * Armada Tempur Indonesia Terbaru (1)
    * Batalyon 463 Paskhas Dilengkapi QW 3 (1)
    * BOEING (1)
    * bom sukoi buatan dalam negeri (1)
    * cn 235 (1)
    * Dua Sukhoi Dilock Missile (1)
    * duel F16 TNI AU DENGAN F18 HONET NAVY USA (1)
    * f16 (1)
    * F16 CD (1)
    * f22 raptor (1)
    * GARUDA FORCE (PASUKAN GARUDA) (1)
    * hawk 53 (2)
    * INDONESIA IRAN (1)
    * Indonesia Military Strength (2)
    * Indonesian air Force (2)
    * Iran launches Saeqeh fighter-bomber squadron (1)
    * IRAN PESAWAT TEMPUR (1)
    * Iran Uji Coba Pesawat Siluman Buatan Dalam Negeri (1)
    * israel (2)
    * Kapal Perang (1)
    * kapal perang buatan indonesia (1)
    * kedirgantaraan (1)
    * KERJASAMA INONESIA DAN RUSSIA (1)
    * Kopaska (1)
    * kopassus (1)
    * KOPASUS (2)
    * Korpaskhas TNI AU (1)
    * KRI 401 (1)
    * KRI Cakra : “Siluman Bawah Laut” TNI-AL (1)
    * KRI Irian : Monster Laut Kebanggaan Indonesia (1)
    * lanud medan (1)
    * LAPAN (1)
    * Loncatan Teknologi Militer China (1)
    * manuver pesawat temput tni au (1)
    * Militer AS Uji Coba Kendaraan Hipersonik (1)
    * militer russia (1)
    * Modernisasi Pertahanan (1)
    * N 219 (1)
    * Panser (1)
    * PANSER INDONESIA (1)
    * PESAWAT TEMPUR (1)
    * Pesawat tempur indonesia (1)
    * PESAWAT TEMPUR IRAN (1)
    * PILOT (1)
    * pt di (3)
    * PT DI Akan Produksi Pesawat Amfibi (1)
    * PT. PINDAD Produksi Rudal Dalam Negeri Tahun 2012 (2)
    * RADAR (1)
    * RADAR PASIF (1)
    * Raider (1)
    * Rencana kedatangan alutsista TNI 2010-2014 dengan anggaran pembelian US$ 15 Milyar : (1)
    * RI – China Akan Adakan Kerjasama Militer (1)
    * RI-China Kerja Sama Pemantapan Pilot Tempur Sukhoi (1)
    * Roket Peluncur Satelit Dipercepat 2012 (1)
    * rudal (1)
    * Rudal 2 (1)
    * RUDAL BUATAN INDONESIA (1)
    * RUDAL GROM (1)
    * RUDAL LAPAN (1)
    * rudal super sonik (1)
    * Rusia Luncurkan Pesawat Tempur Baru (1)
    * Sejarah indonesia dulu dan kini (1)
    * Serah Terima Panser Pindad APS 6×6 Anoa (1)
    * SF-22 REX (TIREX) vs F22 RAPTOR DAN SEJENISNYA (1)
    * Skuadron Tempur Baru (1)
    * SLV LAPAN (1)
    * SP TUCANO (1)
    * SRIKANDI COMBAT TRAINER (1)
    * sukai dan mig (1)
    * Sukhoi Su-30 (1)
    * sukoi (2)
    * SUKOI PAKFA (1)
    * SUKOI PAKFA SILUMAN RUSIA (1)
    * Super Tucano (2)
    * Super Tucano Sudah Final (1)
    * tambah alutsista baru (1)
    * Tetral : Rudal Anti Pesawat Terbaru TNI-AL (1)
    * THANK (1)
    * TNI (1)
    * TNI AL (1)
    * tni au (1)
    * TNI AU TERIMA CN-235-220 MPA (1)
    * TNI-AU Siap Beli 16 Pesawat Tempur (1)
    * Ton Tai Pur KOSTRAD (1)
    * Tu-16 (2) : Atraksi Ketangguhan Sang Bomber (1)
    * Ukraina Incar Indonesia untuk Peluncuran Satelit (1)
    * ulang tahun tni au (1)
    * US military loses contact with experimental hypersonic vehicle (1)
    * YAK130 (1)
    * Yakhont : Rudal Jelajah Supersonic TNI-AL (1)
    * Yon Taifib Marinir (1)

    Minggu, 23 Mei 2010
    Rencana kedatangan alutsista TNI 2010-2014 dengan anggaran pembelian US$ 15 Milyar :
    Renstra TNI 2010-2014 memberikan nuansa pelangi terhadap komparasi alutsista yang akan diperbaharui yaitu adanya diversifikasi terhadap jenis alutsista produksi dalam negeri , dari Rusia, China dan Amerika Serikat. Setidaknya itu yang mengemuka dalam statement yang dikemukakan Panglima TNI Jendral Djoko Santoso dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Jakarta kemarin.

    Dalam rencana strategis itu diungkapkan bahwa TNI akan memenuhi kebutuhan armada kapal perang dengan memesan 35 Kapal Cepat Rudal Trimaran ukuran 60 meter, 40 Kapal Patroli Cepat Rudal ukuran 40 meter dan 15 Korvet semuanya produksi dalam negeri. Sementara 2 kapal selam kelas Kilo dari Rusia dipastikan hadir tahun 2013.

    Untuk Kapal Cepat Rudal Trimaran dan Patroli Cepat adalah produksi swasta nasional, masing-masing akan dilengkapi sepasang rudal buatan China dan Rusia, sementara Korvet adalah produksi PT PAL Indonesia, demikian diungkapkan Jendral Djoko Santoso.

    Angkatan Udara Indonesia akan diperkuat dengan pembelian 22 F16 CD dari Amerika Serikat dan 12 pesawat angkut Hercules. Order ini akan disign pada saat kedatangan Presiden Barrack Obama ke Jakarta pertengahan Maret mendatang bersamaan dengan penandatanganan 5 perjanjian kerjasama lainnya. Saat ini TNI AU memiliki 10 F16 AB dan 38 Hercules berbagai seri.

    Bulan April mendatang 3 pesawat tempur SU27 dari Rusia tiba di PangkalanAU Makassar. Dengan kedatangan 3 penempur Sukhoi itu, TNI AU memiliki 10 Sukhoi dan merencanakan akan terus menambah pesawat empur jenis ini sampai mencapai 48 buah ( 4 skuadron).

    Yang menarik dari renstra TNI ini adalah adanya pergelaran rudal produksi dalam negeri yang mampu menjangkau jarak tembak sampai 300 km dan sekaligus mengubah konsep hankam TNI dari defensif murni menjadi pre emptive strike. Menurut pengamat militer Jales Primowardhani perubahan konsep ini dipicu oleh keangkuhan Malaysia yang mengganggu teritori Indonesia terutama perairan Ambalat. Ini yang membuat petinggi TNI dan bahkan Presiden SBY merasa gerah dan kemudian mempersiapkan arsenal berbagai jenis untuk mengantisipasi kondisi terburuk, katanya.

    TNI memang sedang mempersiapkan diri, memperbaharui alutsistanya. Lihat saja di kalimantan, Kodam dimekarkan menjadi 2 dengan menambah kekuatan pasukan secara besar-besaran sampai mencapai 30 ribu, pembentukan 8 batalyon infantri, 6 batalyon kavaleri, 4 batalyon artileri dan 4 batalyon rudal. Tarakan juga menjadi home base bagi 16 pesawat tempur Super Tucano disamping Pontianak yang sudah eksis sengan 16 pesawat tempur Hawk.

    Seorang petinggi di Kementerian Pertahanan Indonesia yang enggan disebut namanya membenarkan bahwa TNI sedang mempersiapkan kekuatannya dengan memperbesar satuan-satuannya. Marinir akan ditambah menjadi 60ribu pasukan, Kostrad sedang membangun divisi 3, Kodam-kodam menambah batalyon infanri dan mekanis. Rudal berbagai jenis sudah dan sedang dalam pesanan seperti Qw3, C-802, Yakhont, AGM Maverick. Nantinya kekuatan TNI AL bertumpu pada kekuatan 3 armada tempur dengan kekuatan 276 KRI, 12 Kapal Selam , 60 ribu marinr. TNI AU dengan 4 Skuadron Sukhoi, 3 Skuadron F16, 2 Skuadron Hawk, 1 skuadron Stucano, 1 skuadron Yak 130. TNI AD dengan 3 divisi Kostrad, 21 Kodam dengan kekuatan pasukan mencapai 450 ribu tentara.

    SUKOI

    f16 c/d terbaru

    super tucano

    a. 3 Sukhoi SU17 April 2010
    b. 16 Super Tucano September 2010
    c. 8 Heli tempur MI35 Nopember 2010
    d. 12 Heli tempur MI17 Oktober 2010
    e. 6 Sukhoi SU30 Mei 2011
    f. 6 Hercules Desember 2010
    g. 8 Kapal Cepat Rudal Ctmaran Nopember 2010
    h. 6 Hercules Nopember 2011
    i. 22 F16 CD Oktober 2011 – Juni 2012
    j. 12 Kapal Cepat Rudal Ctmaran Desember 2011
    k. 4 Korvet PAL Juni – Okt 2011
    l. 16 Yak 130 April 2013
    m. 10 Sukhoi SU27/30 Nopember 2013
    n. 2 Kapal Selam Kilo Desember 2013
    o. 20 Kapal Patroli Cepat Rudal Jan – Des 2011
    p. 80 Rudal Lapan Juni – Okt 2010
    q. 12 Korvet PAL Jan 2012- Des 2013
    r. 5 Batteray S300 Mei 2013
    s. 2 Kapal Selam U214 Okt 2014
    t. 10 Sukhoi SU35 Agustus 2014
    u. 200 Rudal Lapan Feb – Sep 2011

    Sumber : Jane’s Defence Feb 2010

    semoga terealisasi maju indonesia

    Comment by indra wj | June 2, 2010

  2. Menurut pandangan saya negeri kita sudah di plot untuk senantiasa DIJAJAH sejakl masa Belanda hingga sekarang.
    untuk menjadi bangsa yg kuat angkatan perangnya, syarat utamanya adalah jangan ada bangsanya sendiri (indonesia) yg menjajah negerinya sendiri. Celakanya negeri ini, telah mengalamai masa penjajahan, merdeka 1945
    hingga tergulingnya Bung Karno, setelah INI negeri DIJAJAH OLEH BANGSA NYA SENDIRI MAUPUN UNSUR DAN KEKUATAN ASING hinggasekarang, yg pada saat sekarang sudah dikatagorikan negara gagal dibawah kepemimpinan presiden SBY.

    Angkatan perang RI ini sebenarnya dipreteli oleh AS dan sekutunya, dan barangkali ini tidak akan terjadi kalau
    negeri ini tidak dijajah oleh segelintir manusia-,manusia pengkhianat dan pendengki yg notabene bangsanya sendiri.
    sehingga sudah sepantasnya dilecehkan oleh kekuatan asing, misalnya Malaysia dan Singapore, negara yg trauma
    dengan peristiwa GANYANG MALAYSIA dimasa Presiden RI I Bung Karno.

    Bagaimana mau membangun Angkatan Perang yg handal, kalau negeri ini senantiasa dicokol secara paksa oleh unsur dan kekuatan asing, untuk berhutang dan berhutang, yg berakibat berkembang suburnya manusia-manusia
    koruptor.

    SUSAH BENAR NGOMONG TENTANG NASIB NEGERI KAMI INI DARI masa dijajah >> merdeka 1945 – 1965 >>
    sekarang dijajah lagi baik oleh bangsanya sendiri dan asing.

    Comment by bramsonata | July 1, 2012


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 1,220,734 stats
  • free counters
  • "TNI is not the best-equipped armed forces in the region, but they are the most experienced one. There is no other armed force in the region that has more war experience or more real military-operation experience than them"
  • Top Posts

  • Categories

  • RSS PROUDLY WE SERVE STAND AND FIGHT..

    • Ancaman Ranjau Di Choke Points May 28, 2011
      All hands,Bagi negara-negara maju, salah satu ancaman yang diwaspadai pada wilayah choke points adalah ancaman peranjauan. Tidak sulit untuk menemukan kebenaran akan kewaspadaan itu, karena bisa dilacak pada beberapa latihan rutin Angkatan Laut negara-negara maju yang berfokus pada perburuan dan penyapuan ranjau di choke points. Negara-negara itu memang tela […]
      noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
  • Comments

    hydrozone on Dua Sukhoi Dilock Missile
    Best Au Pair Agency… on Kodam di Perbatasan Malaysia…
    herman suroso on N-250 dimana dirimu kini…
    sundoro on Produk yang dihasilkan Divisi…
    m.dzulfahmi on Mengenang Usman & Harun…
  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: