Blog tentang dunia militer dan penerbangan

Korea Selatan Tawarkan Kerjasama Jasa Pelatihan Bagi TNI AU

T-50 produksi Korea Selatan

T-50 produksi Korea Selatan

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia Kim Ho young, Senin (6/7) di kantor Departemen Pertahanan, Jakarta.
Saat menerima tamunya menhan didampingi oleh Dirjen Ranahan Dephan Marsda TNI Eris Heriyanto, S.Ip, MA, Kabalitbang Dephan Prof. Ir. Lilik Hendrajaya, M.Sc, PH.D, Karo Humas Setjen Dephan Brigjen TNI S Hariyanto dan Karo TU Setjen Dephan Laksma TNI Agus Purwoto.

Dalam pertemuan tersebut dibicarakan beberapa hal tentang peningkatan kerjasama di bidang pertahanan antara kedua negara, antara lain tentang rencana kerjasama di bidang industri pertahanan, kerjasama pelatihan, transfer of technology seperti pesawat tempur dan kapal perang.

Disampaikan oleh Duta Besar Republik Korea Selatan, bahwa saat Kepala Staf Angkatan Udara Korea Selatan berkunjung ke Indonesia beberapa waktu yang lalu telah menyampaikan kepada Menhan Juwono, bahwa Korea akan memberikan jasa pelatihan lanjutan pesawat terbang, negara-negara ASEAN termasuk Indonesia.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut pihak Korea Selatan memerlukan suatu Lanud, dan meminta jawabannya atau tanggapannya dari pihak Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, menhan RI Juwono Sudarsono menjelaskan hal ini sudah diusahakan dan koordinasikan oleh Dephan dengan Mabes TNI khususnya dengan Mabes TNI AU termasuk kapan dapat dilaksanakan.

Lebih lanjut Menhan Juwono menjelaskan, Duta Besar Republik Korea Selatan berkaitan dengan kunjungan Presiden Korea ke Indonesia pada tanggal 6 Maret yang lalu, yaitu dengan telah ditandatanganinya Letter of Intens antara Dafa dan Departemen Pertahanan yaitu tentang kerjasama pembuatan pesawat fighter. Menhan berharap dukungan program ini dengan adanya road map bersama, sehingga dapat diikuti oleh intansi-instansi terkait seperti Bapennas, Depkeu, Dephan dan mabes TNI.

Menhan juga berharap mudah-mudahan kerjasama ini, terdapat suatu komitmen bersama untuk menentukan tahapan selanjutnya. Informasi yang diterima, saat ini tahapan sudah memasuki pada tahapan visibility study sampai pada bulan Juli, setelah itu ada design selama 3 tahun, dan dilanjutkan dengan development selama 7 tahun. Sehingga pada tahun 2020 mendatang diharapkan terdapat prototype 5 buah pesawat. “ Jadi kita perlu ada road map lebih kongkrit lagi”, tambah Menhan Juwono.

Sumber: DMC

July 14, 2009 - Posted by adiewicaksono | Dephan RI, Negara Lain | , , | No Comments Yet

No comments yet.

Leave a comment

  • Blog Stats

    • 234,643 stats
  • free counters
  • "TNI is not the best-equipped armed forces in the region, but they are the most experienced one. There is no other armed force in the region that has more war experience or more real military-operation experience than them"
  • Top Posts

  • Categories

  • RSS PROUDLY WE SERVE…STAND AND FIGHT…

    • Pelajaran Dari Perang Afghanistan December 3, 2009
      All hands,Sesungguhnya banyak pelajaran yang bisa ditarik oleh Indonesia, khususnya militer dari Perang Afghanistan yang kini terus digeluti oleh Amerika Serikat. Salah satunya adalah assessment terhadap situasi nyata di lapangan secara lugas oleh panglima operasi. Seperti diketahui, Panglima ISAF/U.S. Forces Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal pada Agus […]
      noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
  • Comments

    'nicebrutu' on Mungkinkah Indonesia Membuat P…
    barakuda on Jangan sekali-kali melupakan s…
    Debo on N-250 dimana dirimu kini…
    visionblast on N-250 dimana dirimu kini…
    marxissukarnois on Kemana Mig-21 kita??