Jangan sekali-kali melupakan sejarah (jas merah)…
Judul artikel ini merupakan salah satu pidato yang pernah dikeluarkan oleh mantan Presiden Soekarno, dan bukan tanpa maksud saya mengutipnya… Nampaknya bangsa ini sangat mudah sekali melupakan apa yang pernah terjadi dimasa lalu..
Lalu apa hubungannya dengan alutsista???
Membahas alutsista yang dimiliki TNI saat ini tidak akan ada habisnya dan tadi malam saya menemukan sebuah diskusi menarik di Indoflyer dan ternyata ada beberapa buah foto yang menunjukkan bagaimana para pendiri bangsa ini bisa menciptakan angkatan perang yang sangat disegani saat itu.
Semoga catatan sejarah yang ada bisa membuka mata kita….
Tahun 60an:
Menjelang genderang perang pembebasan Irian Barat dimulai, Mantan Presiden Soekarno mengirim sebuah tim untuk membeli alutsista dari Amerika Serikat tetapi permintaan ini ditolak. Sehingga pemerintah RI beralih ke Uni Soviet, dimana Indonesia diberi pinjaman USD 2,5 miliar untuk membeli persenjataan dari mereka.
Tahun 90an:
Setelah insiden santa cruz, negara-negara barat yang dimotori oleh Amerika Serikat mengadakan embargo kepada Indonesia. Sehingga TNI khususnya AU mengalami kelumpuhan, karena kekurangan suku cadang. Rusia datang dengan menawarkan Su-30 MKI (I untuk Indonesia). Namun pembeliannya terhalang oleh krisis moneter. Read more »
Impor Alutsista Bebas Bea Masuk
Menteri Keuangan Sri Mulyani menetapkan pembebasan bea masuk atas impor alutsista (alat utama sistem pertahanan dan keamanan) seperti persenjataan, amunisi, perlengkapan militer dan kepolisian.
Menurut Sri Mulyani, pembebasan bea masuk impor tersebut juga termasuk suku cadang, serta barang dan bahan yang dipergunakan untuk menghasilkan barang yang dipergunakan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara.
“Barang impor yang mendapat pembebasan bea masuk adalah barang dan bahan yang digunakan oleh industri tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai produsen barang untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara,” katanya dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Senin, (6/7/2009). Read more »
Anggaran Alutsista dalam debat Capres
Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri menyatakan anggaran pertahanan harus ditingkatkan dari yang sekarang hanya Rp 35 triliun. “Bujetnya menurut saya, hitung-hitungannya sekitar 50 triliun rupiah. Hal itu harus diutamakan dulu,” ujar Mega.
Sumber: Viva News
Susilo Bambang Yudhoyono
Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan anggaran pertahanan akan dinaikkan secara bertahap sesuai dengan peningkatan anggaran pemerintah.
“Anggaran pertahanan memang besar, dan yang kita miliki saat ini masih cukup jauh. Kita pernah hitung bahwa kebutuhan minimal anggaran pertahanan adalah Rp120 triliun atau 12 persen dari APBN kita sebesar Rp1.000 triliun,” kata Yudhoyono dalam debat calon presiden yang diselenggarakan KPU di Jakarta, Kamis (18/6). Read more »
Kendaraan Tempur Bawah Air (KTBA) Satpaska
Kendaraan Tempur Bawah Air (KTBA) dikembangkan pertama kali oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbang AL), untuk satuan khusus AL Kopaska (Satpaska) Koarmatim.
KTBA pernah melakukan uji coba pada peringatan HUT Kopaska April 2007 lalu, pengujian dilakukan di perairan Pasir Putih-Situbondo. Latihan tersebut dilakukan dengan kapal selam KRI Cakra-401, dengan pengawasan beberapa perwakilan dari Badan Penerapan Pengkajian Teknologi (BPPT).
KTBA beroperasi menyatu dengan kapal selam, sehingga dapat diterjunkan langsung untuk infiltrasi satuan Paska secara senyap dan cepat. KTBA mampu menyelam dengan kedalaman 21 hingga 27 meter.
Read more »
Blog Stats
- 918,224 stats
Top Posts
Categories
- Alutsista
- Buku
- Catatan Pribadi
- Cost Guard
- Denjaka
- Dephan RI
- Depkes RI
- helikopter
- Indonesia Jets Fighter
- Industri Strategis
- Kapal selam
- KONGA
- KRI
- Lapan
- latihan anti teror
- LIPI
- Marinir
- Negara Lain
- News
- Operasi Intelijen
- Operasi Militer
- Paspampres
- Pasukan Khusus
- Penerbangan
- Perang
- Persenjataan
- Pesawat Militer
- Presiden RI
- PT Dirgantara Indonesia
- PT PAL
- PT Pindad
- PT Sentra Surya Ekajaya
- PT. LEN
- Puspenerbal
- Ranpur
- Skuadron TNI AU
- TNI
- TNI AD
- TNI AL
- TNI AU
- TNI AU 60'an
- TNI Tahun 60an
- Uncategorized
PROUDLY WE SERVE STAND AND FIGHT..
- Ancaman Ranjau Di Choke Points May 28, 2011All hands,Bagi negara-negara maju, salah satu ancaman yang diwaspadai pada wilayah choke points adalah ancaman peranjauan. Tidak sulit untuk menemukan kebenaran akan kewaspadaan itu, karena bisa dilacak pada beberapa latihan rutin Angkatan Laut negara-negara maju yang berfokus pada perburuan dan penyapuan ranjau di choke points. Negara-negara itu memang tela […]noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
Comments
| adidong on N-250 dimana dirimu kini… | |
| Gugun ahmad hilal on N-250 dimana dirimu kini… | |
| adam on N-250 dimana dirimu kini… | |
| aninditablog on Kendaraan Tempur Bawah Air (KT… | |
| Sidik Khairus on Produk yang dihasilkan Divisi … |







