PT Pindad Ekspor Amunisi ke Amerika Serikat
BANDUNG, KOMPAS – PT Pindad (Persero) Oktober ini akan mengekspor 1 juta butir amunisi ke sebuah klub olahraga menembak di Amerika Serikat. Nilai transaksinya mencapai 200.000 dollar AS.
”Rencananya, mereka memesan 10 juta butir amunisi buatan PT Pindad yang diproduksi di Malang, Jawa Timur. Tapi, Pindad sementara ini hanya mampu memenuhi pesanan 1 juta butir,” kata Direktur Utama PT Pindad (Persero) Adik Avianto Soedarsono, Sabtu (10/10) di Bandung.
Bila terjadi kesepakatan lagi, kemungkinan PT Pindad akan kembali mengirim 1 juta butir amunisi ke AS akhir tahun.
”Saat ini, kami juga baru mendapatkan izin pemerintah untuk mengekspor 1 juta amunisi,” kata Adik menambahkan.
Read more »
Presiden: Prioritaskan Alat Pertahanan Produksi Dalam Negeri
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau bahwa alat-alat pertahanan yang dapat dibuat di dalam negeri hendaknya tidak dibeli dari luar negeri.
“Alat-alat pertahanan yang bisa dibuat di dalam negeri saya larang dibeli dari luar negeri,” kata Presiden saat menyaksikan serahterima 40 panser APC 6×6 dari Direktur Utama PT Pindad kepada Menteri Pertahanan di PT Dirgantara Indonesia Bandung, Jumat.
Kepala Negara menilai kebijakan itu bukanlah suatu bentuk dari proteksionisme melainkan wujud dari komitmen pada 2005 untuk memproduksi sendiri alat-alat yang dapat dibuat di dalam negeri.
“Untuk pertahanan kita prioritaskan produk dalam negeri, itupun kita masih membeli persenjataan yang lain (dari luar negeri),” katanya. Read more »
Pindad Serahkan 20 Unit Panser APS

17 Dari 20 Panser itu berjenis panser pengangkut pasukan (Armor Personal Carrier), 2 kendaraan jenis komando dan 1 unit ambulans.
Bandung – PT Pindad menyerahkan 20 panser Angkut Personel Sedang/APS -2 6X6 kepada Departemen Pertahanan (Dephan) yang kemudian diserahkan kepada TNI Angkatan Darat (AD).
Penyerahan ditandai dengan penyerahan berita acara dari Dirut PT Pindad, Adik Avianto Sudarsono kepada Dirjen Sarana Pertahanan Dephan, Marsekal Muda TNI Eris Herriyanto yang selanjutnya diserahkan kepada penggunanya TNI AD.
Adik Avianto Sudarsono mengatakan, ke-20 panser APS itu merupakan bagian dari 150 unit APS yang dipesan pemerintah melalui kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2007.
Read more »
Panser Buatan Sendiri, Asing Tak Baca Kekuatan
Uji coba suspensi independen panser beroda enam karya BPPT dan PT Pindad.
Berbeda dengan panser impor, penggunaan kendaraan lapis baja untuk angkatan perang buatan bangsa sendiri ini akan sangat menentukan kekuatan yang tidak bisa ”dibaca” negara asing.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan PT Pindad telah mewujudkannya dengan hasil rancangan panser pada 2004. ” Impor teknologi pertahanan dan keamanan (hankam) oleh suatu negara memudahkan bagi negara lain untuk ’membaca’ kekuatannya. Itulah alasan pentingnya membuat sendiri panser maupun teknologi hankam lainnya,” kata Deputi Pusat Teknologi Industri Hankam pada BPPT Joko Purwono, Selasa (20/1) di Jakarta.
Sejak awal Joko terlibat dalam perancangan panser yang masih menggunakan mesin merek Renault dari Perancis. Semula pembuatan panser ini ingin mengandalkan mesin produk PT Texmaco untuk memenuhi kriteria sepenuhnya sebagai produk dalam negeri. Namun, itu gagal akibat perusahaan yang bersangkutan kemudian bermasalah.
Read more »
Blog Stats
- 234,643 stats
Top Posts
Categories
- Alutsista
- Buku
- Catatan Pribadi
- Cost Guard
- Dephan RI
- Depkes RI
- helikopter
- Indonesia Jets Fighter
- Industri Strategis
- Kapal selam
- KONGA
- KRI
- Lapan
- latihan anti teror
- LIPI
- Marinir
- Negara Lain
- News
- Operasi Intelijen
- Operasi Militer
- Paspampres
- Pasukan Khusus
- Penerbangan
- Perang
- Persenjataan
- Pesawat Militer
- Presiden RI
- PT Dirgantara Indonesia
- PT PAL
- PT Pindad
- PT Sentra Surya Ekajaya
- PT. LEN
- Puspenerbal
- Ranpur
- Skuadron TNI AU
- TNI
- TNI AD
- TNI AL
- TNI AU
- TNI AU 60'an
- TNI Tahun 60an
- Uncategorized
PROUDLY WE SERVE…STAND AND FIGHT…
- Pelajaran Dari Perang Afghanistan December 3, 2009All hands,Sesungguhnya banyak pelajaran yang bisa ditarik oleh Indonesia, khususnya militer dari Perang Afghanistan yang kini terus digeluti oleh Amerika Serikat. Salah satunya adalah assessment terhadap situasi nyata di lapangan secara lugas oleh panglima operasi. Seperti diketahui, Panglima ISAF/U.S. Forces Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal pada Agus […]noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
Comments
| 'nicebrutu' on Mungkinkah Indonesia Membuat P… | |
| barakuda on Jangan sekali-kali melupakan s… | |
| Debo on N-250 dimana dirimu kini… | |
| visionblast on N-250 dimana dirimu kini… | |
| marxissukarnois on Kemana Mig-21 kita?? |








