Antara Anggaran dan Pertahanan…
Ketika tahun lalu banyak terjadi kecelakaan dan banyak orang menyatakan lemahnya pertahanan Indonesia dikarenakan alutsista TNI yang sudah menua maka semua orang akan menyalahkan anggaran TNI yang hanya sedikit. Tetapi ingatkah anda pada tahun 1963, sekelompok mahasiswa UGM telah meluncurkan roket dengan hanya dana yang terbatas?? Mereka melakukan itu karena terlecut oleh ucapan Bung Karno, sebagai bangsa kita tidak boleh bermental tempe (saya lupa bunyi ucapan aslinya)..
Jadi apakah anggaran menjadi pangkal semua masalah melemahnya pertahanan Indonesia? Jelas, ketika tidak ada uang maka negara ini tidak mampu membeli alutsista apapun.. tetapi apa yang ditunjukkan oleh mahasiswa dari UGM yang meluncurkan roket menunjukkan jika anda punya niat maka apapun akan dapat dilakukan.. Sehingga saya cenderung memilih bahwa selama ada niat dari pemerintah untuk membangun TNI maka tanpa anggaran yang besar pun, situasi TNI tidak akan seperti hari ini yang anda lihat.. Read more »
Kabinet Indonesia Bersatu II
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengumumkan susunan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10) pukul 22.00. Berikut ini daftar menteri dan pejabat negara dalam kabinet baru yang akan menjabat pada periode tahun 2009-2014.
1. Menko Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh
11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat Read more »
Brevet kehormatan milik Presiden SBY
Brevet kehormatan milik Presiden SBY
Sebelah Kanan kebawah:
- brevet Paskhas TNI AU (kayaknya kehormatan)
- Brevet Airborne (dari US Army)
- Brevet Pandu Udara (pathfinder) sebab SBY dari LINUD awalnya
- Brevet Kopaska (kehormatan)
- Brevet Trimedia Taifib (kehormatan)
- Brevet Jungle Expert (US Army?)
Sebelah Kiri ke bawah:
- Brevet komando Kopassus (kehormatan)
- Airborne Wing (TNI AD) kualifikasi Jumpmaster dengan 2 bintang ( >100 jump)
- Wing Penerbang TNI AU (kehormatan)
- Brevet Hiu Kencana (Kehormatan) TNI AL
- Brevet Selam Dasar TNI AL
Sumber: dharmaputra n raja santet @ Kaskus
Presiden: Prioritaskan Alat Pertahanan Produksi Dalam Negeri
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau bahwa alat-alat pertahanan yang dapat dibuat di dalam negeri hendaknya tidak dibeli dari luar negeri.
“Alat-alat pertahanan yang bisa dibuat di dalam negeri saya larang dibeli dari luar negeri,” kata Presiden saat menyaksikan serahterima 40 panser APC 6×6 dari Direktur Utama PT Pindad kepada Menteri Pertahanan di PT Dirgantara Indonesia Bandung, Jumat.
Kepala Negara menilai kebijakan itu bukanlah suatu bentuk dari proteksionisme melainkan wujud dari komitmen pada 2005 untuk memproduksi sendiri alat-alat yang dapat dibuat di dalam negeri.
“Untuk pertahanan kita prioritaskan produk dalam negeri, itupun kita masih membeli persenjataan yang lain (dari luar negeri),” katanya. Read more »
Blog Stats
- 918,224 stats
Top Posts
Categories
- Alutsista
- Buku
- Catatan Pribadi
- Cost Guard
- Denjaka
- Dephan RI
- Depkes RI
- helikopter
- Indonesia Jets Fighter
- Industri Strategis
- Kapal selam
- KONGA
- KRI
- Lapan
- latihan anti teror
- LIPI
- Marinir
- Negara Lain
- News
- Operasi Intelijen
- Operasi Militer
- Paspampres
- Pasukan Khusus
- Penerbangan
- Perang
- Persenjataan
- Pesawat Militer
- Presiden RI
- PT Dirgantara Indonesia
- PT PAL
- PT Pindad
- PT Sentra Surya Ekajaya
- PT. LEN
- Puspenerbal
- Ranpur
- Skuadron TNI AU
- TNI
- TNI AD
- TNI AL
- TNI AU
- TNI AU 60'an
- TNI Tahun 60an
- Uncategorized
PROUDLY WE SERVE STAND AND FIGHT..
- Ancaman Ranjau Di Choke Points May 28, 2011All hands,Bagi negara-negara maju, salah satu ancaman yang diwaspadai pada wilayah choke points adalah ancaman peranjauan. Tidak sulit untuk menemukan kebenaran akan kewaspadaan itu, karena bisa dilacak pada beberapa latihan rutin Angkatan Laut negara-negara maju yang berfokus pada perburuan dan penyapuan ranjau di choke points. Negara-negara itu memang tela […]noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
Comments
| adidong on N-250 dimana dirimu kini… | |
| Gugun ahmad hilal on N-250 dimana dirimu kini… | |
| adam on N-250 dimana dirimu kini… | |
| aninditablog on Kendaraan Tempur Bawah Air (KT… | |
| Sidik Khairus on Produk yang dihasilkan Divisi … |









