Panser Buatan Sendiri, Asing Tak Baca Kekuatan
Uji coba suspensi independen panser beroda enam karya BPPT dan PT Pindad.
Berbeda dengan panser impor, penggunaan kendaraan lapis baja untuk angkatan perang buatan bangsa sendiri ini akan sangat menentukan kekuatan yang tidak bisa ”dibaca” negara asing.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan PT Pindad telah mewujudkannya dengan hasil rancangan panser pada 2004. ” Impor teknologi pertahanan dan keamanan (hankam) oleh suatu negara memudahkan bagi negara lain untuk ’membaca’ kekuatannya. Itulah alasan pentingnya membuat sendiri panser maupun teknologi hankam lainnya,” kata Deputi Pusat Teknologi Industri Hankam pada BPPT Joko Purwono, Selasa (20/1) di Jakarta.
Sejak awal Joko terlibat dalam perancangan panser yang masih menggunakan mesin merek Renault dari Perancis. Semula pembuatan panser ini ingin mengandalkan mesin produk PT Texmaco untuk memenuhi kriteria sepenuhnya sebagai produk dalam negeri. Namun, itu gagal akibat perusahaan yang bersangkutan kemudian bermasalah.
Read more »
BPPT Rancang Panser Amfibi
Jakarta, Kompas – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi tengah merancang panser amfibi berkapasitas enam orang dengan kecepatan di air sekitar 9 kilometer per jam. Panser ini merupakan pengembangan dari panser darat yang telah dibuat 20 unit dari target 150 unit, hasil kerja sama BPPT dengan PT Pindad.
Kepala Bidang Industri Pertahanan dan Keamanan Matra Darat BPPT Abdul Azis, Senin (19/1) di Jakarta, mengatakan, panser darat beratnya sekitar 13 ton, sedangkan panser amfibi sekitar 10,6 ton.
”Keterbatasan dana menjadi salah satu kendala sehingga pengembangan panser amfibi juga belum bisa dipastikan kapan selesainya,” kata Abdul Azis.
Read more »
BTR-50 PM Marinir
BTR 50 PM adalah singkatan dari Browne Transporter 50 Palawa Modification yang dimiliki Marinir
Spesifikasi
Dimensi: Panjang 7,07 meter, Lebar 3,14 meter, Tinggi:2,15 meter,
Bobot/Berat kosong 14,5 ton, Berat siap tempur: 16,5 ton. Daya angkut: 2,5 ton.
Kemampuan lintas alam : Kemiringan maks tanjakan : 38 derajat, Rintangan tegak: Setinggi 1,1 m; Parit; selebar 2,8 m.
Kecepatan jalan raya: 44 km per jam, di air: 10,2 km per jam.
Awalnya, kabin berkapasitas 20 orang pasukan bersenjata lengkap tak punya penutup atas. Baru pada tahun 1960 dengan alasan guna mendongkrak proteksi penumpang maka varian BTR-50 PK dilengkapi tutup kabin (hatch). Varian terakhir inilah yang sampai sekarang dipakai Korps Marinir.
Kendaraan BTR-50 ini berkapasitas solar penuh (full tank) sekitar 260 liter dan memiliki kemampuan melakukan penjelajahan menempuh jarak 260 km. Satu liter solar, mampu mendorong sejauh 1 km dengan kecepatan 44 Km per jam. Itu kalau berada di jalan raya. Sedangkan di medan off-road, kecepatannya 25 Km per jam. Read more »
P2 APC POLICE (Armored Personnel Carrier)
Ranpur buatan lokal, buatan PT SSE
P2 APC POLICE (Armored Personnel Carrier)
P2 APC POLICE (Armored Personnel Carrier) – Description
ADVANTAGEOUS
* P2 APC is designed for personnel carrier and assault mission.
* P2 APC has high mobility, equipped with advance technology of communication device and weapon system.
* It has sufficient ergonomically space for 10 persons with equipment.
Read more »
Blog Stats
- 234,657 stats
Top Posts
Categories
- Alutsista
- Buku
- Catatan Pribadi
- Cost Guard
- Dephan RI
- Depkes RI
- helikopter
- Indonesia Jets Fighter
- Industri Strategis
- Kapal selam
- KONGA
- KRI
- Lapan
- latihan anti teror
- LIPI
- Marinir
- Negara Lain
- News
- Operasi Intelijen
- Operasi Militer
- Paspampres
- Pasukan Khusus
- Penerbangan
- Perang
- Persenjataan
- Pesawat Militer
- Presiden RI
- PT Dirgantara Indonesia
- PT PAL
- PT Pindad
- PT Sentra Surya Ekajaya
- PT. LEN
- Puspenerbal
- Ranpur
- Skuadron TNI AU
- TNI
- TNI AD
- TNI AL
- TNI AU
- TNI AU 60'an
- TNI Tahun 60an
- Uncategorized
PROUDLY WE SERVE…STAND AND FIGHT…
- Pelajaran Dari Perang Afghanistan December 3, 2009All hands,Sesungguhnya banyak pelajaran yang bisa ditarik oleh Indonesia, khususnya militer dari Perang Afghanistan yang kini terus digeluti oleh Amerika Serikat. Salah satunya adalah assessment terhadap situasi nyata di lapangan secara lugas oleh panglima operasi. Seperti diketahui, Panglima ISAF/U.S. Forces Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal pada Agus […]noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
Comments
| 'nicebrutu' on Mungkinkah Indonesia Membuat P… | |
| barakuda on Jangan sekali-kali melupakan s… | |
| Debo on N-250 dimana dirimu kini… | |
| visionblast on N-250 dimana dirimu kini… | |
| marxissukarnois on Kemana Mig-21 kita?? |









