Presiden Minta Pasukan RI Di Lebanon Jaga Keselamatan
Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpesan agar pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia yang bertugas di Lebanon Selatan menjaga keselamatan, tenang dan tetap profesional dalam menjalankan tugas.
Pesan itu disampaikan Kepala Negara melalui telepon kepada pimpinan Satuan Tugas Pasukan Kontingen Garuda/Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Letkol Inf Haryono, di depan Kantor Kepresidenan Jakarta, Kamis siang, seusai menerima laporan perkembangan situasi terakhir di lapangan.
Presiden langsung melakukan pengecekan melalui telepon mengenai keadaan pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia yang sedang bertugas di Lebanon Selatan pasca mendengar kabar adanya tembakan roket ke arah Israel dari kawasan itu.
Read more »
Prajurit Indonesia Siaga Di Lebanon
Sejak pesawat jet tempur Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran di komplek Hammas sepanjang jalur Gaza yang membunuh sedikitnya ratusan orang, hal ini mendesak Brigade Qassam untuk membalas aksi Israel tersebut dengan berbagai cara bahkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk serangan Israel tersebut dan meminta dukungan Internasional untuk ikut campur menyelesaikan permasalahan ini. Situasi ini bisa menimbulkan aktifitas balas dendam terhadap Israel yang dilakukan pengungsi Palestina dan juga pendukung Hammas di Lebanon.
Dengan kondisi tersebut Force Commander UNIFIL menyatakan status siaga UNIFIL naik menjadi KUNING PLUS. Dan memerintahkan semua unit melakukan pengawasan melekat dan keamanan di daerah operasi terutama daerah selatan Lebanon. Kepada seluruh unit UNIFIL di lapangan untuk dapat mendeteksi dengan cepat dan mencegah semua aktivitas mencurigakan atau aktifitas permusuhan. Dengan melaksanakan konsep operasi menjaga 6 titik di sepanjang sungai Litani, melaksanakan pengawasan penuh di daerah tersebut dan berkoordinasi melekat dengan Lebanese Armed Force (LAF). Serta mengamankan daerah 15 kilometer dari Blue Line atau pagar pembatas antara Lebanon dengan Israel dan memeriksa secara rutin tempat peluncuran roket lama dan kemungkinan peluncuran roket baru. Read more »
Pengiriman Pasukan TNI ke Palestina, Tergantung PBB

Jakarta (ANTARA News) – Markas Besar (Mabes) TNI menegaskan, pengiriman pasukan ke Palestina sangat tergantung pada putusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen kepada ANTARA News di Jakarta, Jumat mengatakan, hingga saat ini PBB belum memutuskan langkah untuk penyelesaian konflik di Gaza antara Palestina dan Israel.
“PBB belum memutuskan apapun, apakah seruan gencatan senjata, pengiriman pasukan atau langkah lainnya. Jadi, kita tidak bisa semaunya mengirimkan pasukan ke sana. Ada mekanismenya,” katanya.
Read more »
EMPAT WANITA TNI KONGA XXV-A
Dalam pemberangkatan Satgas PBB dari Indonesia, yang tergabung dalam Kontingen Garuda, kali ini tidak seperti pengiriman Kontingen Garuda sebelumnya. Selain karena Konga XXV-A ini merupakan pengiriman Satgas Polisi Militer Indonesia yang pertama kalinya, juga karena di dalamnya terdapat 4 Wanita TNI yang terdiri dari 3 angkatan. Pengiriman Wanita TNI dalam penugasan di medan operasi kali ini adalah untuk yang pertama kalinya. Tugas ini menuntut Wanita TNI untuk dapat menyelesaikan tugas yang sama dengan Prajurit TNI pria, dimana dapat dbuktikan bahwa Wanita TNI juga mampu melaksanakan tugasnya sebagai militer di medan operasi. Disinilah dituntut keprofesionalan Wanita TNI dalam melaksanakan tugasnya tanpa perbedaan gender.
Tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh Konga XXV-A di Libanon sama dengan tugas yang dilaksanakan Satuan Polisi Militer di Indonesia, seperti halnya tugas pengaturan lalu lintas, pengawalan, investigasi, patroli, operasi penindakan huru-hara, dan juga penegakan hukum dan disiplin terhadap anggota Unifil. Peran Wanita TNI dalam Satgas ini sangat penting dalam hal adanya keterlibatan personel Unifil wanita ataupun korban wanita.
Read more »
Blog Stats
- 234,657 stats
Top Posts
Categories
- Alutsista
- Buku
- Catatan Pribadi
- Cost Guard
- Dephan RI
- Depkes RI
- helikopter
- Indonesia Jets Fighter
- Industri Strategis
- Kapal selam
- KONGA
- KRI
- Lapan
- latihan anti teror
- LIPI
- Marinir
- Negara Lain
- News
- Operasi Intelijen
- Operasi Militer
- Paspampres
- Pasukan Khusus
- Penerbangan
- Perang
- Persenjataan
- Pesawat Militer
- Presiden RI
- PT Dirgantara Indonesia
- PT PAL
- PT Pindad
- PT Sentra Surya Ekajaya
- PT. LEN
- Puspenerbal
- Ranpur
- Skuadron TNI AU
- TNI
- TNI AD
- TNI AL
- TNI AU
- TNI AU 60'an
- TNI Tahun 60an
- Uncategorized
PROUDLY WE SERVE…STAND AND FIGHT…
- Pelajaran Dari Perang Afghanistan December 3, 2009All hands,Sesungguhnya banyak pelajaran yang bisa ditarik oleh Indonesia, khususnya militer dari Perang Afghanistan yang kini terus digeluti oleh Amerika Serikat. Salah satunya adalah assessment terhadap situasi nyata di lapangan secara lugas oleh panglima operasi. Seperti diketahui, Panglima ISAF/U.S. Forces Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal pada Agus […]noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
Comments
| 'nicebrutu' on Mungkinkah Indonesia Membuat P… | |
| barakuda on Jangan sekali-kali melupakan s… | |
| Debo on N-250 dimana dirimu kini… | |
| visionblast on N-250 dimana dirimu kini… | |
| marxissukarnois on Kemana Mig-21 kita?? |








