130 Marinir ke Ambalat
Komandan Brigif-1 Marinir, Kolonel Marinir K. Situmorang, di Surabaya, Kamis, melepas 130 prajurit dari Pasmar-1 yang bertugas ke Ambalat.
Pada pelepasan dengan menggunakan KRI Teluk Penyu-513 itu, Komandan Brigif-1 mengingatkan pasukan tersebut nantinya akan berada di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmatim.
“Bagi prajurit Korps Marinir, tugas adalah suatu kepercayaan, sekaligus amanah, sehingga harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab oleh seluruh anggota satgas,” katanya.
Seperti satgas sebelumnya, katanya, seluruh personel Satgas Ambalat akan ditempatkan di Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Read more »
Mengenang Usman & Harun (2)
Memasuki wilayah Singapura.
Tanggal 8 Maret 1965 pada waktu tengah malam buta, saat air laut tenang ketiga Sukarelawan ini mendayung perahu,Sukarelawan itu dapat melakukan tugasnya berkat latihan-latihan dan ketabahan mereka.
Dengan cara hati-hati dan orientasi yang terarah mereka mengamati tempat-tempat penting yang akan dijadikan obyek sasaran, dan tugas mengamati sasaran-sasaran ini dilakukan sampa larut malam. Setelah memberikan laporan singkat, mereka mengadakan pertemuan di tempat rahasia untuk melaporkan hasil pengamatan masing-masing. Atas kelihaiannya mereka dapat berhasil kembali ke induk pasukannya, yaitu Pulau Sambu sebaga Basis II dimana Usman dan Harus bertugas.
Pada malam harinya Usman memesan anak buahnya agar berkumpul kembali untuk merencanakan tugas-tugas yang haru dilaksanakan, disesuaikan dengan hasil penyelidikan mereka masing-masing. Setelah memberikan laporan singkat, mereka mengadakan perundingan tentang langkah yang akan ditempuh karena
belum adanya rasa kepuasan tentang penelitian singkat yang mereka lakukan, ketiga Sukarelawan di bawah Pimpinan Usman, bersepakat untuk kembali lagi ke daerah sasaran untuk melakukan penelitian yang mendalam. Sehingga apa yang dibebankan oleh atasannya akan membawa hasil yang gemilang.
Di tengah malam buta, di saat kota Singapura mulai sepi dengan kebulatan dan kesepakatan, mereka memutuskan untuk melakukan peledakan Hotel Mac Donald, Read more »
Mengenang Usman & Harun (1)
Berikut adalah sebuah kisah tentang 2 orang anggota marinir yang bergabung dalam operasi A, yang kisahnya tertelan oleh jaman… Artikel ini telah mengalami editing dari artikel aslinya…
JANATIN alias USMAN
Masa Kecil
Pada masa penjajahan Jepang, di desa Tawangsari Kelurahan Jatisaba Kabupaten Purbalingga, lahirlah seorang bayi bernama Janatin, tepatnya pada hari Minggu Kliwon tanggal 18 Maret 1943 pukul 10.00 pagi. Janatin lahir dari keluarga Haji Muhammad Ali dengan Ibu Rukiah yang kemudian dikenal dengan nama Usman, salah seorang Pahlawan Nasional.
Memasuki Kehidupan Militer
Dengan dikomandokannya Trikora pada tanggal 19 Desember 1961 di Yogyakarta oleh Presiden Sukarno, mulailah konfrontasi total terhadap Belanda. Guna menyelenggarakan operasi-operasi militer untuk merebut Irian Barat, maka pada tanggal 2 Januari 1962 Presiden/Pangti ABRI/Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat mengeluarkan keputusan No. 1 tahun 1962 membentuk Komando Mandala yang bertanggung jawab atas segala kegiatan Operasi ABRI serta Sukarelawan.
Masalah Trikora berkumandang di seluruh pelosok tanah air, telah memanggil segenap lapisan masyarakat dan membangkitkan hati semua pemuda untuk menyumbangkan tenaga dalam pembebasan wilayah yang masih dikuasai Belanda. Kesempatan inilah membuka pintu bagi Janatin untuk memasuki dinas militer, seperti pemuda lainnya dari pelosok tanah air. Sehingga dalam waktu yang singkat berbondong-bondong pemuda Indonesia mendaftarkan diri untuk menjadi Sukarelawan, dan salah seorang yang terpanggil adalah Janatin.
Read more »
Blog Stats
- 234,643 stats
Top Posts
Categories
- Alutsista
- Buku
- Catatan Pribadi
- Cost Guard
- Dephan RI
- Depkes RI
- helikopter
- Indonesia Jets Fighter
- Industri Strategis
- Kapal selam
- KONGA
- KRI
- Lapan
- latihan anti teror
- LIPI
- Marinir
- Negara Lain
- News
- Operasi Intelijen
- Operasi Militer
- Paspampres
- Pasukan Khusus
- Penerbangan
- Perang
- Persenjataan
- Pesawat Militer
- Presiden RI
- PT Dirgantara Indonesia
- PT PAL
- PT Pindad
- PT Sentra Surya Ekajaya
- PT. LEN
- Puspenerbal
- Ranpur
- Skuadron TNI AU
- TNI
- TNI AD
- TNI AL
- TNI AU
- TNI AU 60'an
- TNI Tahun 60an
- Uncategorized
PROUDLY WE SERVE…STAND AND FIGHT…
- Pelajaran Dari Perang Afghanistan December 3, 2009All hands,Sesungguhnya banyak pelajaran yang bisa ditarik oleh Indonesia, khususnya militer dari Perang Afghanistan yang kini terus digeluti oleh Amerika Serikat. Salah satunya adalah assessment terhadap situasi nyata di lapangan secara lugas oleh panglima operasi. Seperti diketahui, Panglima ISAF/U.S. Forces Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal pada Agus […]noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
Comments
| 'nicebrutu' on Mungkinkah Indonesia Membuat P… | |
| barakuda on Jangan sekali-kali melupakan s… | |
| Debo on N-250 dimana dirimu kini… | |
| visionblast on N-250 dimana dirimu kini… | |
| marxissukarnois on Kemana Mig-21 kita?? |








