Jangan sekali-kali melupakan sejarah (jas merah)…
Judul artikel ini merupakan salah satu pidato yang pernah dikeluarkan oleh mantan Presiden Soekarno, dan bukan tanpa maksud saya mengutipnya… Nampaknya bangsa ini sangat mudah sekali melupakan apa yang pernah terjadi dimasa lalu..
Lalu apa hubungannya dengan alutsista???
Membahas alutsista yang dimiliki TNI saat ini tidak akan ada habisnya dan tadi malam saya menemukan sebuah diskusi menarik di Indoflyer dan ternyata ada beberapa buah foto yang menunjukkan bagaimana para pendiri bangsa ini bisa menciptakan angkatan perang yang sangat disegani saat itu.
Semoga catatan sejarah yang ada bisa membuka mata kita….
Tahun 60an:
Menjelang genderang perang pembebasan Irian Barat dimulai, Mantan Presiden Soekarno mengirim sebuah tim untuk membeli alutsista dari Amerika Serikat tetapi permintaan ini ditolak. Sehingga pemerintah RI beralih ke Uni Soviet, dimana Indonesia diberi pinjaman USD 2,5 miliar untuk membeli persenjataan dari mereka.
Tahun 90an:
Setelah insiden santa cruz, negara-negara barat yang dimotori oleh Amerika Serikat mengadakan embargo kepada Indonesia. Sehingga TNI khususnya AU mengalami kelumpuhan, karena kekurangan suku cadang. Rusia datang dengan menawarkan Su-30 MKI (I untuk Indonesia). Namun pembeliannya terhalang oleh krisis moneter. Read more »
Kapal Perang AS Terobos Perairan Natuna
Monitor Satuan Radar 212 TNI-AU di Batam menunjukkan sinyal mencurigakan pada Selasa 23 Juni sore lalu. Terindikasi ada enam kapal perang asing memasuki kawasan alur laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Lokasi tepatnya di antara perairan Pulau Laut dan Pulau Subi Natuna.
Hasil pelacakan lebih jauh, keenam kapal perang itu milik AL Amerika Serikat. TNI-AU pun langsung berkoordinasi dengan TNI-AL Ranai.
Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan menerbankan pesawat cassa TNI-AL untuk mengintai keenam kapal perang AS tersebut. Hasilnya, keenam kapal dengan persenjataan lengkap dan sebar otomatis itu memang berjalan beriringan di perairan Indonesia.
Tanpa melakukan tindakan apa pun, pesawat pengintai TNI-AL terus memantau pergerakan iring-iringan kapal perang AS itu. Setelah tiga jam mengintai, tanpa disadari sebuah helikopter puma AS mendekati pesawat pengintai tersebut. Read more »
Siasat Mencegah Besi Tua
HELIKOPTER itu terbang membubung, lalu mulai berputar mengelilingi landasan. Suara mesinnya menderu-deru, ditingkahi bunyi baling-baling memotong angin. Mendadak, suara mesin senyap. Dalam hitungan detik, hidung heli menukik turun. Tak lama, sebuah dentuman besar menandai terempasnya helikopter Puma 3306 TNI Angkatan Udara, di Landasan Udara Atang Sendjaja, Bogor, Jumat dua pekan lalu. ”Apinya baru padam setelah 15 menit,” kata Salman, 60 tahun, petani di Bojong yang melihat langsung peristiwa na-has itu.
Kecelakaan itu menambah deretan panjang pesawat, helikopter, dan peralatan tempur Tentara Nasional Indonesia yang rusak saat digunakan dalam latihan militer. Tak sampai seminggu sebelumnya, sebuah helikopter Bolkow BO-105 TNI Angkatan Darat juga jatuh di Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat. ”Saat itu cuaca berkabut dan hujan deras,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI-AD, Brigadir Jenderal TNI Christian Zebua Read more »
KSAU Sesalkan Terhentinya Pengadaan Heli PT DI
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Subandrio menyesalkan terhentinya kelanjutan pengadaan 16 Helikopter Super Puma dari PT Dirgantara Indonesia (DI).
“Sangat disesalkan, mengingat pengadaan itu sangat penting bagi peningkatan kesiapan operasional TNI AU,” katanya, di sela-sela peninjauan Latihan Sub Komando Satuan Tugas Gabungan TNI Natuna di Ranai, Kepulauan Riau, Sabtu.
Ia mengemukakan, dengan terhentinya proses pengadaan helikopter Super Puma itu mau tidak mau berpengaruh terhadap tingkat kesiapan skuadron helikopter TNI AU. Read more »
Blog Stats
- 918,224 stats
Top Posts
Categories
- Alutsista
- Buku
- Catatan Pribadi
- Cost Guard
- Denjaka
- Dephan RI
- Depkes RI
- helikopter
- Indonesia Jets Fighter
- Industri Strategis
- Kapal selam
- KONGA
- KRI
- Lapan
- latihan anti teror
- LIPI
- Marinir
- Negara Lain
- News
- Operasi Intelijen
- Operasi Militer
- Paspampres
- Pasukan Khusus
- Penerbangan
- Perang
- Persenjataan
- Pesawat Militer
- Presiden RI
- PT Dirgantara Indonesia
- PT PAL
- PT Pindad
- PT Sentra Surya Ekajaya
- PT. LEN
- Puspenerbal
- Ranpur
- Skuadron TNI AU
- TNI
- TNI AD
- TNI AL
- TNI AU
- TNI AU 60'an
- TNI Tahun 60an
- Uncategorized
PROUDLY WE SERVE STAND AND FIGHT..
- Ancaman Ranjau Di Choke Points May 28, 2011All hands,Bagi negara-negara maju, salah satu ancaman yang diwaspadai pada wilayah choke points adalah ancaman peranjauan. Tidak sulit untuk menemukan kebenaran akan kewaspadaan itu, karena bisa dilacak pada beberapa latihan rutin Angkatan Laut negara-negara maju yang berfokus pada perburuan dan penyapuan ranjau di choke points. Negara-negara itu memang tela […]noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
Comments
| adidong on N-250 dimana dirimu kini… | |
| Gugun ahmad hilal on N-250 dimana dirimu kini… | |
| adam on N-250 dimana dirimu kini… | |
| aninditablog on Kendaraan Tempur Bawah Air (KT… | |
| Sidik Khairus on Produk yang dihasilkan Divisi … |







