Skuadron 17 TNI AU

Untuk memenuhi transportasi udara untuk mendukung tugas-tugas kenegaraan banyak bergantung kepada kesiapan pesawat angkut yang nyaman dan aman serta tidak lupa dukungan logistik yang diberikan. Berdasarkan kebutuhan inilah dibentuk Skuadron 17 yang dikhususkan sebagai sarana transportasi pejabat negara.
Sejak awal kemerdekaan Indonesia, para pendiri TNI-AU menyadari pentingnya tranportasi pejabat tinggi. Alasan yang paling utama adalah masalah waktu yang lama serta minimnya sarana jalan sekaligus keamanan jika pejabat negara diangkut lewat darat. Hanya berbekal pesawat peninggalan Jepang, angkutan untuk pejabat negara atau Very Important Person (VIP) telah berjalan walaupun belum terorganisasi dan terkoordinasi dengan jelas.
Setelah pengakuan kedaulatan dan menerima limpahan banyak pesawat transport eks Belanda, TNI-AU mulai membentuk skuadron khusus pejabat negara walaupun masih bercampur dengan tugas angkut yang menjadi tanggung jawab Skuadron Angkut 4. Berdasarkan pertimbangan matang, tantangan tugas, dan tanggung jawab kedepan maka KSAU Komodor Udara Suryadarma menganggap sangat perlu untuk memisahkan tugas antara angkut militer/umum dengan tranportasi pejabat negara. Maka dibuatlah keputusan KSAU (dulu Menteri Panglima Angkatan Udara / Menpangau) No. 31 tanggal 1 Agustus 1963 dibentuklah skuadron baru yang terpisah dari Skudaron 4. Tanggal inilah yang dianggap sebagai hari lahirnya Skuadron 17 sementara angka 17 yang dipakai merupakan angka yang diambil dari tanggal kemerdekaan Indonesia.
Read more »
Blog Stats
- 918,224 stats
Top Posts
Categories
- Alutsista
- Buku
- Catatan Pribadi
- Cost Guard
- Denjaka
- Dephan RI
- Depkes RI
- helikopter
- Indonesia Jets Fighter
- Industri Strategis
- Kapal selam
- KONGA
- KRI
- Lapan
- latihan anti teror
- LIPI
- Marinir
- Negara Lain
- News
- Operasi Intelijen
- Operasi Militer
- Paspampres
- Pasukan Khusus
- Penerbangan
- Perang
- Persenjataan
- Pesawat Militer
- Presiden RI
- PT Dirgantara Indonesia
- PT PAL
- PT Pindad
- PT Sentra Surya Ekajaya
- PT. LEN
- Puspenerbal
- Ranpur
- Skuadron TNI AU
- TNI
- TNI AD
- TNI AL
- TNI AU
- TNI AU 60'an
- TNI Tahun 60an
- Uncategorized
PROUDLY WE SERVE STAND AND FIGHT..
- Ancaman Ranjau Di Choke Points May 28, 2011All hands,Bagi negara-negara maju, salah satu ancaman yang diwaspadai pada wilayah choke points adalah ancaman peranjauan. Tidak sulit untuk menemukan kebenaran akan kewaspadaan itu, karena bisa dilacak pada beberapa latihan rutin Angkatan Laut negara-negara maju yang berfokus pada perburuan dan penyapuan ranjau di choke points. Negara-negara itu memang tela […]noreply@blogger.com (Damn The Torpedoes!!!)
Comments
| adidong on N-250 dimana dirimu kini… | |
| Gugun ahmad hilal on N-250 dimana dirimu kini… | |
| adam on N-250 dimana dirimu kini… | |
| aninditablog on Kendaraan Tempur Bawah Air (KT… | |
| Sidik Khairus on Produk yang dihasilkan Divisi … |





