RSS

Kodam di Perbatasan Malaysia Dievaluasi

12 Dec

dsc_0083

TNI AD mengkaji ulang pembentukan komando daerah militer (Kodam) baru di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar). Faktor utamanya, keterbatasan anggaran pertahanan.

“Operasional sehari-hari saja sudah sulit. Tidak mungkin kami memaksakan pembangunan yang memakan dana besar,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Christian Zebua kepada Jurnal Nasional di Jakarta, Selasa (9/12).

Sebelumnya, Komandan Korem 121/Alambhana Wanawwai Kolonel Nukman Kosadi mengatakan, Korem 121 akan ditingkatkan statusnya menjadi kodam pada 2010. Nukman menjelaskan, semua persiapan sudah berjalan, termasuk penambahan personel yang saat ini jumlahnya baru sekitar 300 personel. Sebuah kodam paling tidak membutuhkan 1.200 personel.

Selama ini, Kodam VI/Tanjungpura membawahi seluruh teritorial Kalimantan. Jika kodam baru itu terealisasi, kodam ini hanya membawahi teritorial Kalbar. Sementara Kodam Tanjungpura tetap membawahi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Christian mengakui, penambahan satu kodam di Kalimantan masuk dalam rencana strategis hingga 2014. Dalam rencana juga diproyeksikan pembangunan markas brigade di Bontang dan Sangatta. Kemudian di Kalimantan Tengah akan ada dua batalyon baru. Alasannya yang dipegang TNI AD pun realistis, perbatasan langsung dengan Malaysia di Kalimantan sangat luas, mencapai 2004 kilometer.

“Sehingga sangat berpotensi menimbulkan kerawanan segala aspek,” katanya.

Kerawanan yang terjadi antara lain, konflik perbatasan, sasaran eksploitasi kekayaan alam, praktik pembalakan hutan secara liar, pedagangan gelap, penyelundupan, perdagangan manusia, infiltrasi, sabotase, kegiatan intelijen asing dan lain-lain.

Meski demikian, kata dia, pihaknya juga tidak memaksakan jika dana pengembangan satuan tersebut belum memadai. “Kami sadar penuh kondisi bangsa yang prihatin saat ini,” kata dia.

Menurut dia, dengan anggaran yang didapat, matra darat akan mengoptimalkan operasi perbatasan yang ada.

Saat ini hanya ada 32 pos penjagaan di sepanjang perbatasan RI-Malaysia, empat di antaranya merupakan pos gabungan. Untuk mengoptimalkan pengawasan dan pengamanan perbatasan darat kedua negara, Indonesia akan menambah satu pos pemeriksaan lintas batas di Aruk.

Selama ini Indonesia baru memiliki dua pos lintas batas, yakni Entikong dan Simanggaris. Sedangkan Malaysia telah memiliki tiga yakni di Biawak, Lubuk Antu, dan Seliku.

Sumber: Jurnal Nasional

 
3 Comments

Posted by on December 12, 2008 in TNI AD

 

Tags: ,

3 responses to “Kodam di Perbatasan Malaysia Dievaluasi

  1. Bee Safe Pest Control Springs

    May 1, 2014 at 3:34 am

    fantastic points altogether, you just gained a brand new reader.
    What would you recommend in regards to your publish that you made a few
    days in the past? Any positive?

     
  2. vitamin for tinnitus

    July 26, 2014 at 4:03 am

    Hi, I think your site might bee having browser compatibility issues.
    When I look at your blog in Firefox, it loos fine buut when opening in Internet Explorer, it has some overlapping.
    I just wanted to give you a quick heaads up! Other then that, great blog!

     
  3. Best Au Pair Agency Northcliff

    September 24, 2014 at 5:09 am

    I loved as much as you will receive carried out right here.
    The sketch is attractive, your authored subject matter stylish.
    nonetheless, you command get bought an impatience over that
    you wish be delivering the following. unwell unquestionably come
    more formerly again since exactly the same nearly very often inside
    case you shield this hike.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: