RSS

Ramp-Check Dadakan di Bandara Soetta

01 Jan

Jelang liburan Natal dan Tahun Baru 2009 ini Dephub kembali melakukan ramp-check guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan para calon pengguna jasa penerbangan. Dirjen Perhubungan Udara Budhi M. Suyitno kemarin sore (22/12) langsung memimpin sendiri ramp-check ke sejumlah pesawat milik maskapai penerbangan nasional di Bandara Soekarno-Hatta. Ada dua pesawat yang kebagian jatah pengecekan. Pesawat pertama Boeing 737-400 PKGWN milik Garuda Indonesia yang baru saja mendarat di Terminal 2 dari Makassar Sulawesi Selatan. Titik pertama yang jadi perhatian adalah roda pendarat bagian depan. “Rodanya masih bagus. Baru masuk grade 4,” Ujar Budhi dihadapan sejumlah wartawan yang ikut dalam ramp-check dadakan itu.

Persoalan baru muncul tatkala tim mulai bergeser ke bagian tengah bawah pasawat. Pada panel fairing dekat mesin sebelah kiri dipergoki ada satu lubang yang tak dihuni oleh sekrup. Kondisi yang sama juga ditemui dibagian bawah tengah fuselage. Jumlahnya mencapai lima buah. “Biarpun tergolong lazim untuk pesawat seusia Boeing 737-400, tapi hal ini tak bisa dibiarkan. Panel bisa saja lepas saat pesawat melaju cepat di udara. Ini berbahaya,” Cerita Budhi.

Kekurangan kedua yang wajib dibenahi datang dari mesin sebelah kiri. Saat menuju apron, telinga Angkasa memang menangkap suara gemerincing cukup keras seperti suara besi beradu. Usut punya usut ternyata suara ini datang dari jarak “main” antar blade yang cukup renggang. “Memang masih dalam batas toleransi. Tapi ini juga tetap harus dibenahi agar merujuk pada standar yang paling pas,” kata Budhi lagi.

Bergeser ke Terminal 1 kini giliran tim pengecekan yang diantaranya adalah Direktur DSKU, Yurlis Hasibuan dan Direktur Angkutan Udara Tri S. Sunoko itu memeriksa Boeing 737-400 PKLIT milik Lion Air. Persoalan pada pesawat ini justru datang pada roda-roda penadarat. Salah satu ban pendarat di mesin sebelah kiri harus diganti. “Sudah berlubang sampai 1,5 cm”, Jelas Budhi. Kabarnya penggantian ban ini membuat jadual penerbangan pesawat ini ke Surabaya molor sampai dua jam.

Secara teknis ramp-check yang dilakukan pihak regulator ini memeriksa sekitar delapan item sistem yang ada. Mulai dari kondisi fisik, avionik, sampai perangkat darurat. Setiap item tadi masih terbagi lagi menjadi beberapa poin. Pada akhir pemeriksaan Dirjen menyatakan kalau penagawasan ketat tetap harus dilakukan dikemudian hari. “Masih ada kecenderungan beberapa pihak operator melonggarkan pemeriksaan teknis internal mereka,” kata Budhi di akhir acara ramp-check kepada wartawan. (Peliput/foto-foto: Dody aviantara/Angkasa).

Sumber: Angkasa

 
Leave a comment

Posted by on January 1, 2009 in News

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: