RSS

Melangkah Menuju Peluncuran Satelit

02 Jan

slv-1 lapan
Beragamnya aplikasi satelit dan meningkatnya kebutuhan wahana ini, ditambah berlakunya pelarangan pembelian komponen pembuat roket, mendorong Indonesia mengumpulkan daya agar mandiri dalam bidang peroketan yang dikembangkan sebagai wahana pengorbit satelit.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang mencapai usia 45 tahun pada 27 November lalu, sejak 2007 melakukan percepatan dalam pengembangan teknologi peroketan dan satelitnya. Percepatan itu terjadi setelah berhasil melepas ketergantungannya pada pembuatan bahan bakar propelan dari pihak asing, antara lain amonium perklorat.

Setelah sukses dengan peluncuran roket eksperimen berdiameter 320 mm atau Rx-320, Lapan berhasil melakukan uji statik Rx-420 pada Selasa (23/12) di Pusat Teknologi Wahana Dirgantara Lapan Rumpin, Tarogong, Tangerang. Pelaksanaan uji statik ini menyusul uji peluncuran roket kendali berdiamater 100 mm dan 300 mm serta roket balistik 122 mm yang diluncurkan akhir pekan lalu di Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Seusai menyaksikan pelaksanaan uji statik Rx-420 itu, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan akan terus mendorong Lapan untuk konsisten mengembangkan roket sesuai dengan kompetensinya hingga mampu mengorbitkan satelit. ”Untuk program roket tahun 2009, saya telah mengusulkan kepada DPR dana sebesar Rp 25 miliar,” ujarnya.

slv 1-lapanPada 2009, jelas Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun, setelah keberhasilan uji statik Rx-420, program peroketan akan dilanjutkan dengan uji peluncuran roket tersebut yang menurut rencana dilaksanakan Mei 2009.

Dijelaskan Edi Sofyan, Ketua Kelompok Penelitian Bidang Kendali Roket Lapan, roket kendali RK-100 sebanyak tiga unit diluncurkan Sabtu (20/12) di Pamengpeuk, Garut Selatan. Misi peluncuran ini adalah untuk menguji sistem kendali pada sirip belakang.

Peluncuran RK-100, yang mempunyai panjang 4 meter ini, merupakan fase ketiga eksperimen roket itu. Fase I yang dilakukan September 2007 masih ditemukan masalah pada bagian sayap. Setelah dilakukan perbaikan, dilakukan peluncuran RK-100 fase II pada Juni 2008.

Adapun uji peluncuran roket kendali 300 mm yang merupakan tahap pertama, jelas Edi, bertujuan untuk menguji sistem pendorong roket dan turbo jet.

Pada Minggu (21/12) di lokasi yang sama dilaksanakan peluncuran tahap pertama roket balistik RB-122 yang tidak dilengkapi dengan sistem kontrol. Pada uji peluncuran ini bertujuan untuk mengukur kinerja atau performansi motor roket.

Pengujian kinerja roket baik sistem kendali dan balistik merupakan satu rangkaian dalam pengembangan roket pengorbit satelit.

Konfigurasi Rx-420-320

Roket eksperimen berdiameter 420 mm (Rx-420), pelaksanaan uji statiknya tertunda seminggu, karena diperlukan penambahan sistem penahan pada bagian ekor propulsi, agar aman. ”Dengan memasang sistem penahan yang memadai pada roket, yang ditempatkan pada posisi horizontal di lorong itu, maka roket akan tetap stabil ketika dilakukan uji penyalaan,” urai Adi.

Dalam kondisi nyala, roket Rx-420 yang menggunakan bahan bakar amonium perklorat akan memiliki daya dorong hingga 10 ton dalam waktu 11 detik. ”Lepasnya penahan pernah terjadi pada tahun 1986 dalam uji statik sebuah roket. Akibatnya, roket keluar dari block house (rumah uji),” tambah Adi.

Pengukuran hasil uji statik Rx-420, jelas Lilis Mariani, periset di Tim Uji Statik Rx-420, performasi roket ini sedikit lebih baik dibandingkan desain rencana, terutama pada daya dorong roket yang lebih tinggi dari yang direncanakan.

Roket Rx-420 ini merupakan bagian penting dalam konfigurasi Roket Pengorbit Satelit (Satellite Launch Vehicle/SLV) Pertama Lapan yang direncanakan meluncur pada tahun 2014, jelas Yus Kadarusman Markis, Kepala Pusat Teknologi Wahana Dirgantara Lapan.

Pada SLV-I itu, terdiri dari roket tiga tingkat, yaitu pada tingkat pertama dipasang tiga roket Rx-420 sebagai pendorong atau booster, pada tingkat dua satu propulsi berdiameter 420 sebagai sustainer, dan di tingkat tiga propulsi 320.

Dengan komposisi roket tersebut dan menggunakan bahan bakar propelan padat, menurut Yus, telah memadai untuk membawa satelit ke orbit. ”Roket pengorbit ini memungkinkan membawa nano satelit yang persiapannya makan waktu dua tahun,” tambah Adi.

Satu roket Rx-420 yang berbobot sekitar 2 ton memiliki jangkauan 120 km. Dengan konfigurasi itu, SLV-I diharapkan dapat menjangkau ketinggian sekitar 400 km. Roket ini dapat membawa muatan 50 kg untuk sampai pada orbit yang dicapai minimal pada ketinggian 250 km. Kecepatan horizontal roket di orbit mencapai 8 km per detik.

Saat ini Lapan tengah mengembangkan sendiri material yang lebih ringan untuk roket, karena pengembangan teknologi pembuatan baik propelan maupun material roket bersifat tertutup.

”Pembelian material dari pihak asing tidak dimungkinkan karena semua negara, termasuk China, tidak lagi memenuhi pesanan material untuk pembuatan roket dari Indonesia, sebagai negara yang masuk kategori perlu diawasi seperti Iran,” urai Yus.

Pada tahapan selanjutnya, Lapan akan terus mengembangkan roket berdiameter lebih besar, yaitu Rx-540 dan Rx-750. Roket Rx-420 merupakan roket keenam yang dikembangkan Lapan selama ini. Roket generasi terdahulu berturut-turut memiliki diameter 70, 100, 150, 250, dan 320 mm.

Sejak beberapa tahun lalu, lanjut Yus, peneliti Lapan juga telah mengembangkan bahan bakar propelan cair yang baru mencapai bobot 10 kg. Masih diperlukan waktu lama untuk sampai pada kapasitasnya untuk mendukung roket pengorbit satelit.

Kendalanya karena kurangnya sumber daya manusia peneliti dan sulitnya memperoleh bahan baku, serta tingginya tingkat kesulitan dan bahaya ledakan dalam pembuatan propelan cair. Meski begitu, Lapan harus mengembangkan pembuatan propelan cair yang memiliki kelebihan daripada propelan padat, yaitu membuat roket mudah dikendalikan ketika mengorbit.

Sumber: Kompas

 
11 Comments

Posted by on January 2, 2009 in Lapan

 

Tags: , , ,

11 responses to “Melangkah Menuju Peluncuran Satelit

  1. novrizal rezha

    February 10, 2009 at 12:51 am

    indonesia bisa

    terima kasih buat LAPAN yang telah memberikan sumbangsih terbaiknya untuk indonesia,kami dukung usahamu

     
  2. budionohendrik

    March 4, 2009 at 7:07 am

    indonesia emas

    terus berjuan lapan dan seluruh komponen di negeri ini insaallah 2017 kita memasuki inonesia emas

    trim budi

     
  3. evak

    March 20, 2009 at 4:21 am

    merdaka dan berdaulat di angkasa adalah hal mutlak. adalah satu kharusan agar kita menguasai tehnologi roket kendali karena sangat bermanfaat bagi perkembangan iptek negeri ini, telekomunikasi, intelejen, militer, defence. kalo perlu rudal 1000 km harus kita miliki. rawe-rawe rantas malang-malang putung adalah semangat pengembangan roket di negei ini. salam indonesia………..Jaya

     
  4. Kadrianta

    March 24, 2009 at 6:15 pm

    Terima kasih LAPAN, ini akan mengangkat drajat bangsa Indonesia di mata dunia,Maju terus LAPAN

     
  5. rizky

    April 9, 2009 at 9:54 am

    kapan mau ada lomba lagi?????

     
  6. Maulana Rifaldi

    July 14, 2009 at 1:48 am

    bagus sekali LAPAN kerjamu, ayoo terus produksi roket yg bisa menjaga keutuhan Negeri ini dari negara tetangga yg mau merusak kita.

     
  7. wanabuana

    August 22, 2009 at 5:31 am

    majulah bangsaku…..
    kalo dipikir-pikir selama ini kita terlalu banyak alasan untuk melangkah maju….. (ekonomi terutama)

    bagaimana tidak?
    ambil contoh TNI yang mengawaki persenjataan tua
    bandingkan dengan HAMAS di Palestina
    bagaimana ekonomi mereka dan bagaimana persenjataan mereka….

     
  8. s iman santoso

    October 10, 2009 at 4:36 pm

    Kami mengajar di Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Darat di Malang Jawa Timur pada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Balistik, yang kemungkinan hanya ada satu-satunya di Indonesia dan kami kesulitan untuk mempelajari dan mengenalkan aplikasi aerodinamika untuk munisi (MKK atau MKB) pada mahasiswa kami.
    Dengan berhasilnya Lapan meluncurkan roket tsb apakah kami dapat mengujungi Lapan untuk PKL or Karyawisata mahasiswa kami dan Lapan harus mulai untuk memikirkan tentang muatan roket tsb untuk kebutuhan TNI antau pertahanan negara
    Kami sebagai pendidik SDM TNI AD dalam hal teknologi balistik dan juga perlu referens/buku yang berhubungan dengan balistik, Apakah Lapan dapat membantu kami dalam hal buku-buku tsb, sehingga kami dapat menyempurnakan kurikulum untuk teknik Balistik yang telah berjalan mulai tahun 1991
    Sekian dan terima kasih atas perhatiannya dan kami perlu tanggapannya

     
  9. adiewicaksono

    October 11, 2009 at 1:31 am

    untuk iman santoso…
    mungkin anda bisa menghubungi LAPAN di
    Jl. Pemuda Persil No.1
    Jakarta 13220
    Telepon (021) 4892802
    Fax. 4892815

    smoga bisa membantu

     
  10. Lamberth

    June 4, 2011 at 3:22 pm

    Wah…keren, sudah masuk kategori diawasi seperti iran. Itu berarti Indonsia sudah diakui kehebatannya… Harapannya semua pihak di Indonesia kita beri dukungan yang positif, terutama pemerintah dalam hal ini, dengan cara memberikan dukungan dana agar selalu mengadakan penelitian yang lebih dalam lagi, sehingga rencana peluncuran SLV pada tahun 2014 benar-benar terlaksana. Yakin dhe…kalau itu bisa dilakukan, negara-negara tetangga yang selama ini mencuri harta negara ini akan kapok sendiri… Ayooo…MAJU TERUS LAPAN, MAJU TERUS INDONESIA… ORANG-ORANG YNG DUDUK DI PEMERINTAHAN: INGAT…JANGAN BUNUH DIRI DENGAN KORUPSI….HEHEHEHE

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: