RSS

Indonesia Akan Modernisasi Militernya Lebih Selektif

06 Jan

mi-35 tni

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono mengatakan, Indonesia tetap perlu melakukan modernisasi militernya, meski harus dilakukan secara bertahap karena terbatasnya anggaran pertahanan.

“Modernisasi harus dilakukan, karena itu berpengaruh terhadap daya tangkal yang dimiliki Indonesia, dan dapat memompa semangat juang prajurit,” katanya dalam obrolan singkat dengan ANTARA News seputar kebijakan pertahanan 2009 di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, penurunan anggaran pertahanan pada Tahun Anggaran (TA) 2009 dibandingkan TA 2008 bagaimana pun sangat berpengaruh terhadap kesiapan operasional militer Indonesia.

kilo class

“Alokasi anggaran pertahanan sebesar Rp33,6 triliun, membuat rencana modernisasi persenjataan, pemeliharaan persenjataan, peningkatan kesejahteraan prajurit dan lain-lain harus dilakukan secermat mungkin,” tuturnya.

Juwono menambahkan, kedatangan tiga pesawat jet tempur Sukhoi pada 2009, empat kapal perang jenis Korvet Sigma Class dan enam helikopter angkut serbu setidaknya telah dapat meningkatkan daya tangkal trimatra terpadu guna menjamin paritas atau keseteraan teknologi persenjataan dengan negara lain.

“Meski jumlah persenjataan yang kita miliki tidak banyak, namun jika teknologinya setara dengan persenjataan negara lain, maka tidak jadi masalah. Jadi, paritas teknologi persenjataan ini yang akan kita fokuskan dan tingkatkan. Karena kita memang belum bisa untuk melakukan modernisasi militer secara besar-besaran,” tutur mantan wakil gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) itu.

Departemen Pertahanan dan Mabes TNI, katanya, tidak berkecil hati atas penurunan anggaran pertahanan dari Rp36,39 triliun pada APBN 2008 menjadi Rp35 triliun dalam APBN 2009 mengingat dua institusi itu telah terbiasa dihadapkan pada situasi dan kondisi minimum.

Oleh karena itu Departemen Pertahanan dan Mabes TNI tidak akan melakukan revisi kecuali melanjutkan hingga masanya selesai secara efektif dan efisien.

Sebelumnya pengamat politik dari IODAS Andi Widjajanto mengatakan meski hingga 2009 Departemen Pertahanan dan Mabes TNI tidak akan merevisi Rencana Strategi 2005-2009 tetapi pada Rencana Strategi jangka panjang 2004-2024 harus dilakukan perubahan.

“Renstra 2004-2024 tidak dapat lagi dijadikan pedoman pembangunan kekuatan pertahanan. Kekuatan pertahanan nyata 2010 harus dijadikan patokan baru untuk merumuskan Renstra 2010-2030, yang harus sudah dirumuskan di tahun 2008-2009,” katanya. (*)

Sumber: Antara

Advertisements
 
7 Comments

Posted by on January 6, 2009 in Dephan RI

 

Tags: ,

7 responses to “Indonesia Akan Modernisasi Militernya Lebih Selektif

  1. lila

    March 18, 2009 at 5:59 am

    maju terus

     
  2. roi

    March 6, 2010 at 1:03 am

    yg terhormat pemerintah indonesia_khususnya dephan saat ini indonesia harus mengeluarkan sedikitnya 25%dari anggaran belanja negara_utk membangun kembali pertahanan negara 1000% sgt mengerikan utk wilayah atlantis ini_jikalau pertahanan negara rapuh_bagi pejabat dephan yg sensitif dgn uraian ini semoga dpt menginplementasikan point ini.

     
  3. putra Lombok Indonesia

    May 21, 2010 at 12:02 pm

    Klo prtahanan okay,, maka negara itu bakalan baik dan bisa juga meningkatkan prekonomian,,,

     
  4. okta

    August 18, 2010 at 4:34 am

    canggih eeeeeeey

     
  5. abe

    April 27, 2011 at 10:34 am

    Kalau indonesia pengen di hargai sama negara lain terutama negara tetangga yang ga ada bosen bosenya melanggar batas teritory kita<yang perlu bgt di perhatikan adalah sistem pertahanan bagai mana pun dalam setiap negara yang di utamakan adalh pertahannya,supaya ga gampang di usk olh ngara lain,gmana negara lain ga nganggap remeh sama negara kita klw kita pertahanana ajah lmah, di negara kita kan banyak org pintar coba di manfaatkan dan beri kepetrcayaan kepada insinyur2 kita yg jgo dalm bidangnya tentunya untuk bisa berexperimnt dlm sgala hal,kita jgn hanya bisa bli alt perthanan dri luar saja

     
  6. sugianto harisantoso

    March 19, 2013 at 3:11 am

    kalau kita diremehkan oleh negara tetangga, banyak saudara2 kita tersebar dimana2 menuntut ilmu dan rangkul kembali kekerabatan Nusantara mulai dibina serta kita berikan kepercayaan kpd sarjana2 teknik Indonesia menyetel alutsista yg handal dlm uji tanding alutsista asing.

     
  7. Carlos Prasetyo

    June 5, 2013 at 7:35 pm

    Tolong Pak Menhan : Alutsista Indonesia Minimal 2% Agr negara kita tenang & damai…Kayak kasus Timor Timor,sipadan,Ligitan & byk pesawat/kapal asing masuk NKRI tanpa ijin..Kalau pertahanan kuat pzt ekonomi meningkat…Gak usah perduli dg omongan Asing..
    Pak Menhan : Bangsa Asing takut kalau Indonesia kuat seperti jaman Kerajaan smp penjajahan,makanya Bangsa asing membodohi negara Indonesia..seolah -olah Anggaran Militer Indonesia meningkat tp kenyataanya lain dlapangan, byk kasus kasus kecil /besar yg tjd diIndonesia, Alutsista kita byk yg udh pd uzur smua.
    Anggaran itu belum ada separuh untuk menutupi wilayh NKRI .
    Pak Menhan : Radar perlu dperbaiki lagi, jngn smp kita kerjasama dg negara lain,Tar tahu wilayah indonesia ,malah payah semua dech..kalau belum bisa kembangkan radar sendiri kerja sama dg Anak Muda & Universitas Indonesia ( ITS, ITB, BPPT, LAPAN )

    Mohon DiPertimbangkan Usulan kami ,Spy negara Indonesia kedepan lebih baik & maju,untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: