RSS

Indonesia Tetap Perlu Tambahan Kapal Selam

06 Jan

submarine Kilo Class
Jakarta (ANTARA News) – Indonesia tetap memerlukan tambahan dua kapal selam sebagai alat pertahanan, dari dua kapal selam yang kini telah dimiliki yakni KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402.

“Apalagi presiden sudah menyampaikan, bahwa kita minimal perlu dua kapal selam ke depan,” ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno usai memimpin upacara HUT ke-46 Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) di Jakarta, Senin.

Karena itu, tambah dia, Mabes TNI AL telah melakukan kajian mendalam untuk spesifikasi kapal selam yang dibutuhkan sesuai tingkat ancaman yang akan dihadapi.
“Hasil kajian berupa spesifikasi teknik (spektek) dan operation requirement/opsreq (kebutuhan operasi) kepada Departemen Pertahanan (dephan) untuk kemudian ditentukan dari negara mana kapal selam itu diadakan. Jadi, kita tidak mengajukan merk atau negara mana. Hanya spektek dan opsreq. Dari negara mana, bukan masalah yang penting kemampuan tempurnya,” ujarnya.

Namun demikian, untuk pengadaan kapal selam TNI AL ada beberapa negara yang menjadi pilihan seperti Jerman (U-209), Korea Selatan (Changbogo), Rusia (Kelas Kilo), dan Perancis (Scorpen).

Kasal menegaskan, semua pengadaan alat utama sistem senjata termasuk kapal selam masih digodok di Dephan termasuk apakah pengadaannya dipercepat atau ditunda hingga masuk rencana strategis (renstra) 2010-2014.

Tim kajian Mabes TNI AL telah menyusun spesifikasi teknik sejumlah peralatan persenjataan yang akan diajukan dengan sisa anggaran KE 2005-2009, yakni tank amfibi BMP-3F, kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) dan satu unit kapal selam. Untuk tank BMP-3F sudah selesai prosesnya, dan ditetapkan negara produsennya dari Rusia sebanyak 17 unit sedangkan untuk PKR dan kapal selam, masih dalam proses.

“Kita tidak keberatan kalau pun harus dimundurkan kontraknya. Toh kita masih memiliki dua kapal selam. Tetapi kita tetap komitmen agar pengadaan kapal selam ini dapat diteruskan. Dan lagi kalau pun kontraknya ditandatangani sekarang, baru bisa tiga tahun lagi dimulai prosesnya. Jadi gak masalah, meski tetap akan kita adakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirjen Sarana Pertahanan Dephan Marsda Eris Herryanto mengatakan, pengadaan kapal selam dikaji ulang karena pembangunan sarana pendukung kapal bawah air itu sangat mahal. Diperkirakan mencapai 20 persen dari harga kapal selam. Artinya, dengan harga minimal Rp3,5 triliun setidaknya dibutuhkan tambahan Rp700 miliar. (*)

Sumber: Antara

 
4 Comments

Posted by on January 6, 2009 in Kapal selam, TNI AL

 

Tags:

4 responses to “Indonesia Tetap Perlu Tambahan Kapal Selam

  1. hajiwan

    November 16, 2010 at 6:58 am

    Hi dear, salam.

    Just to ask whether the two sub belong to TNI-AL are in which year of technology? In this Asia region, only 3 country operate submarine which is Indonesia (hopefully the forumers could put a detail on the year of technology), RSN Singapore operate 6 sub which is 4 of them are from 60an techno and 2 of them are from 90an techno (Sjoormen and Challenger)

    ..and TLDM malaysia operating 2 sub with techno of 2000 which SSK Scorpene (hunting sub). So far, RTNF from Thailand doesnt operate any sub yet. Any comment?

     
  2. adrian budianto

    April 7, 2011 at 1:13 am

    laut seluas n segede kyk gni masa ponggawanya cuma 2??????? tuh!!! tiap koruptor yang ketangkep, sita habis hartanya buat beli alutsista kita! yakin deehh…negara kita akan kembali disegani layaknya era 60an! Bravo Indonesia

     
  3. si kaki meja

    April 8, 2012 at 3:11 pm

    duit sitaan para koruptor dan penggelap pajak bisa dipake belanja alutsista,klo biaya perlengkapan kapal selam mahal,itu sudah resiko yg harus ditanggung,tapi dibanding hilangnya hasil laut krn dicuri dan harga diri bangsa,semua tak berarti,negara yang lautnya luas harus kuat dan banyak armada lautnya,TNI-AL butuh 36 kapal selam buat melengkapi kapal yang sudah ada,secara bertahap harus sudah didatangkan,tanpa putus nyambung.

     
  4. tri

    August 13, 2013 at 2:06 pm

    Dahulu Presiden 1 RI mengirim putra2 Indonesia ke Rusia untuk belajar teknologi kapal selam, begitupun negara korea sedangkan negara pakistan belajar teknologi kapal selam ke negara Indonesia, namun hingga saat ini Indonesia telah kalah maju dengan negara korea yang telah dapat memproduksi kapal selam sendiri dan pakistan yang telah mempunyai kapal selam teknologi nuklir sedangkan kapal selam kita tetap berteknologi battere/aki, kemanakah para ahli kapal kita khususnya kapal selam ….

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: