RSS

Prajurit Indonesia Siaga Di Lebanon

09 Jan

prajurit-indonesia-siaga-di

Sejak pesawat jet tempur Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran di komplek Hammas sepanjang jalur Gaza yang membunuh sedikitnya ratusan orang, hal ini mendesak Brigade Qassam untuk membalas aksi Israel tersebut dengan berbagai cara bahkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk serangan Israel tersebut dan meminta dukungan Internasional untuk ikut campur menyelesaikan permasalahan ini. Situasi ini bisa menimbulkan aktifitas balas dendam terhadap Israel yang dilakukan pengungsi Palestina dan juga pendukung Hammas di Lebanon.

Dengan kondisi tersebut Force Commander UNIFIL menyatakan status siaga UNIFIL naik menjadi KUNING PLUS. Dan memerintahkan semua unit melakukan pengawasan melekat dan keamanan di daerah operasi terutama daerah selatan Lebanon. Kepada seluruh unit UNIFIL di lapangan untuk dapat mendeteksi dengan cepat dan mencegah semua aktivitas mencurigakan atau aktifitas permusuhan. Dengan melaksanakan konsep operasi menjaga 6 titik di sepanjang sungai Litani, melaksanakan pengawasan penuh di daerah tersebut dan berkoordinasi melekat dengan Lebanese Armed Force (LAF). Serta mengamankan daerah 15 kilometer dari Blue Line atau pagar pembatas antara Lebanon dengan Israel dan memeriksa secara rutin tempat peluncuran roket lama dan kemungkinan peluncuran roket baru.

Untuk mengantisipasi situasi yang semakin memanas di Lebanon, Kontingen Garuda XXVI-A yang tergabung dalam misi UNIFIL telah menyiapkan Quick Reaction Team (QRT) atau Tim Reaksi Cepat untuk mendukung UNIFIL. Dengan menggunakan kendaran tempur VAB Tim Reaksi Cepat Kontingen Garuda XXVI-A berpatroli dengan perimeter 500 m dari luar camp bersama Tim Reaksi Cepat Italy. Kontingen Garuda XXVI-A juga melaksanakan latihan masuk shelter atau sebuah tempat perlindungan yang terbuat dari beton, di Camp Sudirman Lebanon.

Latihan dilaksanakan secara mendadak dengan diawali bunyi sirine dengan diikuti suara SHELTER… SHELTER… berkali-kali, dengan waktu yang relatif singkat seluruh prajurit Kontingen Garuda XXVI-A masuk shelter yang di dalamnya terdapat makanan dan minuman cadangan selama tiga hari.

Latihan ini dilaksanakan agar apabila status siaga berubah menjadi MERAH atau HITAM, maka seluruh peacekeeper UNIFIL dapat segera menyesuaikan segera masuk Shelter dan menggunakan helm dan jaket anti peluru. Dalam status siaga Merah atau Hitam, persenjataan utama tiap satuan harus siap untuk digunakan secepatnya atas perintah dan tidak ada perjalanan kecuali untuk kepentingan operasional yang sangat penting dan hanya boleh dilakukan oleh personel bersenjata.

Sementara itu, Force Commander juga menyatakan seluruh unit harus siap status siaga berubah menjadi MERAH atau HITAM bila situasi makin memanas. Force Commander juga telah membatalkan jadwal cutinya agar tetap dapat mengendalikan secara langsung pasukan UNIFIL

Sumber: Dispen AD

 
Leave a comment

Posted by on January 9, 2009 in KONGA

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: