RSS

Anggaran Pertahanan Bisa Ditambah

16 Jan

menhan juwono
ANGGOTA Komisi I (bidang pertahanan) DPR Andreas Pareira sepakat dengan usulan Departemen Pertahanan (Dephan) yang meminta penambahan alokasi anggaran pertahanan. “Dana yang ada memang sangat minim,” kata Andreas di Jakarta, Rabu (14/1).

Dua hari lalu, Dephan meminta tambahan alokasi anggaran sebesar Rp460 miliar kepada Departemen Keuangan. Alasannya, rencana pomotongan anggaran termasuk Dephan, dinilai akan mengganggu kesiapan minimum operasional TNI.

Dalam APBN 2009, alokasi dana Dephan dan TNI hanya sebesar Rp33,6 triliun. Jumlah ini turun hampir Rp2 triliun dibanding tahun sebelumnya. Direncanakan anggaran tersebut masih harus dikurangi potongan sepuluh persen pada dua hingga tiga bulan ke depan.

“Padahal, kebutuhan minimal pertahanan mencapai Rp100 triliun,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono kala itu. Andreas mengingatkan, penambahan anggaran harus tetap mengacu prosedur yang ada. Menhan dan Panglima TNI bisa mengusulkan tambahan anggaran pada APBN Perubahan 2009.

Jika dianggap sangat mendesak bisa dilakukan relokasi anggaran Dephan 2009. “Tentunya dengan persetujuan DPR,” kata politisi PDIP itu. Andreas menegaskan, sejak awal DPR sudah tidak menyetujui rencana pemotongan anggaran. Sebagai unsur utama pertahanan, keterbatasan anggaran TNI akan berdampak pada keselamatan, keamanan, dan kedaulatan negara.

Namun, saat wacana pemotongan departemen dan lembaga negara digulirkan, Dephan dengan lantang justru siap dipotong. Sementara itu, pengamat militer Universitas Indonesia Andi Wijajanto memaklumi jika militer minta dana tambahan. Dia melihat ada tiga hal pokok yang dijadikan alasan penambahan.

Pertama, kenaikan gaji dan uang lauk-pauk prajurit tahun ini. Sebelum kenaikan, porsi kesejahteraan ini sudah memakan 80 persen dana yang dialokasikan. Kedua, masalah perbantuan pengamanan Pemilu 2009 pada Polri. Terakhir, peningkatan pemeliharaan senjata baru.

“Tahun ini banyak senjata strategis hadir,” katanya. Dicontohkan, kedatangan tiga pesawat tempur Sukhoi dari Rusia. Belum lagi Korvet kelas Sigma pesanan TNI AL dari Belanda. Terkait operasi, Andi berpandangan sebaiknya kekuatan TNI lebih difokuskan pada operasi perbatasan, seperti Ambalat.

“Operasi di daerah rawan saat ini lebih baik dipegang polisi,” katanya. Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Christian Zebua menegaskan, ditambah atau tidak anggaran operasi, tak menurunkan komitmen matra darat menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional. “Dana akan digunakan sehemat, secermat, dan seefektif mungkin,” kata Zebua

Sumber: Jurnal Nasional

 
Leave a comment

Posted by on January 16, 2009 in News

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: