RSS

Butter vs Bullet

19 Jan

Sukhoi Indonesia

Butter vs Bullet adalah pilihan yang harus diambil oleh pemerintahan manapun di dunia yaitu pilihan antara memberi subsidi dan program kesejahteraan lainnya atau memperkuat tentaranya. Dalam konteks Indonesia saat ini dimana untuk pertama kalinya APBN kita mencapai Rp 1.000 Triliun anggaran pertahanan kita hanya mencapai Rp 33,6 T  dan turun jumlahnya dari anggaran tahun lalu. Dimana Menhan dan panglima TNI mengatakan bahwa anggaran tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan minimum TNI untuk menjaga negara ini.

Dilain pihak modernisasi alutsista yang terjadi beberapa tahun terakhir, walaupun berjalan secara lambat telah membangkitkan gairah dikalangan militer dan sebagian warga sipil bahwa beberapa tahun kedepan kita akan memiliki alutsista yang modern. Sehingga berita penurunan anggaran pertahanan membuat kami semua berteriak!! Bagaimana TNI kedepan klo anggaran cuma sgitu?

Jadi apa yang harus kami lakukan? merajuk agar pemerintah mengurangi subsidi kemudian dialokasikan untuk anggaran pertahanan, jelas tidak mungkin, Banyak orang jelas lebih memilih untuk mendapatkan BBM murah dibandingkan melihat TNI melakukan modernisasi peralatan tempurnya. Lagipula pemerintah tentu tidak mau mengurangi alokasi subsidi disaat pemilu sudah didepan mata.

Dalam tulisan saya, saya selalu menyarankan agar bangsa ini sebisa mungkin mandiri dalam pengadaan alutsista. Sementara pembelian alutsista yang tidak bisa kita buat baru kita beli dari luar, itupun dengan prioritas mana yang harus dibeli sekarang dan mana yang masuk daftar tunggu (we need new submarines and new tanks). Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya sebaiknya anggaran dephan setelah dikurangin untuk gaji dll, tetap dijadikan satu untuk melakukan pembelian senjata, sehingga dananya akan terkumpul lebih besar, sehingga mampu memodernisasni persenjataan TNI lebih cepat. Dan pembelian senjata digilir tiap tahun untuk tiap-tiap angkatan, misal tahun ini semua anggaran pembelian senjata dibelikan untuk membeli senjata untuk TNI AD, tahun berikutnya untuk TNI AL, setelah itu untuk TNI AU kemudian seterusnya.

Tadi malam seorang teman berkata, bahwa dia tertawa melihat kemampuan TNI khususnya TNI AU yang tidak memiliki kekuatan sebanding dengan AU negara dikawasan. Dan saya dalam hati cuma bisa berkata, ya kami memang memiliki peralatan tempur yang terbatas, bahkan beberapa diantaranya adalah produk dari Perang Dunia II, but we will defend this country until the last blood that we have.

 
1 Comment

Posted by on January 19, 2009 in Catatan Pribadi, Dephan RI, TNI

 

Tags: , ,

One response to “Butter vs Bullet

  1. roi

    March 8, 2010 at 10:14 am

    kepada,pemerintah khususnya dephan_jgn main2 dgn mengurangi angaran militer tni”NKRI”bisa rontok & bubar gara2 anggaran disunat sana-sini “seharusnya tni disejahterakan dan disenjatai selayaknya prajurit yg hormati,bukan dikebiri bertahun2 dana anggaranya dikorupsi habis di era pemerintahan IBU MEGAWATI negara dikorupsi hingga 700 trilyun,skrg klo 700 trlyun buat membangun ketahanan negara sangat lumayan buat negara sebesar indonesia_harusnya indonesia sdh bisa buat pesawat tempur stealth sendiri itu harus diwujudkan!!!!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: