RSS

Sejarah yang tidak bisa berulang..

23 Jan

kri irian

Seandainya sejarah mengenal kata jika, maka saat ini mungkin kita bisa berbangga dengan alutsista yang dimiliki TNI, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Pertanyaan yang sering kita tanyakan adalah mengapa kekuatan TNI saat ini tidak sebanding dengan wilayah Indonesia yang luas?? atau kapan sih Indonesia pernah disegani oleh negara lain karena kekuatan militer nya??

Kalau kita merenung tentang kehebatan TNI maka kita akan flashback ke pertengahan tahun 60 an dimana kita memiliki kekuatan tempur terkuat se asia pasifik, mulai dari pesawat tempur Mig family, KRI Irian , SA 2 Guideline , Tu-16 Badger , BTR-50 , kapal selam dari jenis Wishkey-Class dan lain-lain. Bahkan pada masa itu Tu-16 kita pernah “membuang” makanan + minuman kaleng di Alice Springs, Australia untuk menunjukkan bahwa TU-16 kapan pun bisa dikerahkan ke sana jika negara tersebut dijadikan base bagi pasukan sekutu/ belanda utk menyerang Indonesia.

tu-16 auri

Jika saja seandainya Peristiwa G 30 S, tidak terjadi dan peralihan kekuasaan berlangsung secara natural maka semua peralatan tempur itu tidak akan di pensiunkan secara “paksa” setelah Mantan Presiden Soekarno turun. Peralatan-peralatan tempur itu, hanya berdinas antara 5 sampai 10 tahun, sementara rata-rata usia pakainya bisa lebih lama. Perbandingan yang paling ekstrim adalah kita sudah mempensiunkan Tu-16 pada tahun 1970 sementara Uni Soviet/Rusia baru mempensiunkannya pada tahun 1993. Dan yang lebih parah Mig tersebut dibawa ke Amerika Serikat (baca kemana Mig-21 Kita?? ) untuk dicari kelemahan dan kekuatannya dan dijadikan dasar pengembangan pesawat tempur modern Amerika Serikat.

Setelah periode tersebut datanglah pesawat F-86, T-33 dan kapal-kapal laut kita, Kemudian diikuti datangnya F-5 Tiger dan A-4 Skyhawk pada periode awal 1980.

Periode oil bonanza membuat Indonesia mampu membeli F-16 pada tahun 1989 melalui proyek Bima-Sena , jika saja insiden Santa Cruz pada tahun 1991 tidak terjadi, tentu kita tidak mengalami embargo militer dari negara barat yang menyebabkan alutsista kita lumpuh. Untungnya pada periode 90’an kita masih bisa melakukan modernisasi dengan mendatangkan alutsista baru berupa tank Scorpion dan tank Stormer.

tank tni ad

Pada tahun 1996/1997, kita akan melakukan modernisasi alutsista pesawat terbang dengan membeli Su-30 MKI dari Rusia, jika saja krisis ekonomi tidak menghantam negeri tercinta pada tahun 1998. Dan hingga saat ini kita masih tertatih-tatih untuk melakukan modernisasi alutsista.

Seandainya saja sejarah mengenal kata jika…

 
4 Comments

Posted by on January 23, 2009 in Catatan Pribadi, TNI Tahun 60an

 

Tags: , , ,

4 responses to “Sejarah yang tidak bisa berulang..

  1. aidi basyid SH

    September 12, 2009 at 4:53 pm

    aku bangga jadi indonesia

    seandainya bangsa ini pnya kehormatan seperti dahulu!!!!!

     
  2. ysp16

    November 2, 2009 at 8:15 am

    Indonesia pasti bisa bangkit seandainya jika kita membeli senjata berupa lisensi,,bukan beli jadi.!!!contohnya seperti senapan serbu SS1,,membuat kita mandiri untuk urusan senapan serbu. kenapa tidak berani coba untuk lisensi kapal perang dan pesawat tempur?? saya kira rusia yang sedang terpuruk ekonominya pasti rela menjual teknologi usang mereka, dengan harga murah,,,selanjutnya dari teknologi usang itu Indonesia menjadi negara yang mandiri,,dari pada beli teknologi mutakhir hanya untuk menurut pada si penjual senjata itu,,,,sama saja namanya INDONESIA belum merdeka!!!

     
  3. Danil

    May 27, 2010 at 4:58 am

    Kita jangan lihat pada yang dahulu, kita lihat kedepan kalau kita lihat kebelakang terus kapan Bangsa yang besar ini mau maju. yang paling utama para peminpin Bangsa ini jangan saling bermusuhan. Kalo para peminpin bangsa ini saling bermusuhan dan saling merebut kekuasaan yang jadi korban adalah Rakyat. Kalau rakyat yang jadi korban pasti tidak akan percaya lagi pada para petinggi Negara ini, bahaya bisa2 terpecah belah. Mit amit….

     
  4. Bintang

    August 27, 2010 at 10:15 pm

    Aku bangga jadi anak indonesia, tapi kecewa karena pemimpin tidak tegas, jujur dan adil. bila berani betul-betul berantas korupsi pasti ABRI tak lagi kekurangan senjata dan technologi, dulu Indonesia adalah macan Asia, sayang kini jadi kucing Asia. sama Malaysia aja gak bernyali……..weleh weleh..bagai mana bisa bangga…..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: