RSS

Helikopter Super Puma Jatuh di Pondok Cabe

29 Jan

Super Puma Jatuh

Helikopter Super Puma Jatuh di Pondok Cabe

Sebuah helikopter dikabarkan jatuh di Lapangan Udara Pondok Cabe, Tangerang, Kamis (29/1) pagi. Dua orang tewas dalam insiden tersebut.

Informasi awal yang diperoleh Kompas.com dari petugas jaga Polsek Pamulang menyebutkan, jenis helikopter yang mengalami kecelakaan adalah Super Puma. Di badan helikopter berwarna putih terdapat tulisan Pelita Air Service.

Pelita Air: Kondisi Super Puma Masih Baik

Kondisi helikopter carter jenis Super Puma PK-PUH yang mengalami kecelakaan di Lapangan Udara Pondok Cabe masih baik. Helikopter buatan Perancis tahun 1982 ini sedang dalam proses maintenance (perawatan mesin) saat baling-baling (rotter) terlepas mengenai dua orang teknisi yang berada di samping kiri helikopter.

“Prosedur round up sudah dikerjakan dengan baik dan memang helikopter yang dalam maintenance tidak untuk diterbangkan,” ujar General Manager Pelita Air Capt Herlis kepada wartawan di kantornya, Jl Abdul Muis, Jakarta, Kamis (29/1).

Dikatakan Herlis, prosedur pergantian komponen sudah dipenuhi dengan menempatkan satu pilot untuk satu pesawat. “Fungsi pilot ini hanya untuk controling dan hanya untuk memanaskan mesin. Rotter harusnya memutar searah jarum jam (ke kiri), tapi kenapa pesawat terjatuh ke kiri, seharusnya tidak. Ini yang masih diselidiki,” kata Herlis.

Menurut Herlis, helikopter ini terakhir digunakan 27 Januari lalu untuk latihan training pilot. Sedangkan dipakai untuk carteran komersial pada Oktober 2008.

Kejadian terlepasnya baling-baling tersebut menyebabkan dua korban meninggal, yakni Ahmad Supardja dan Sri Setiabudi. “Keduanya saat ini sudah dibawa ke rumah duka dari RS Fatmawati. Sri Setiabudi akan dimakamkan di Tanah Kusir, tetapi Ahmad kita belum tahu mau dimakamkan di mana oleh pihak keluarga,” ujarnya.

Menurut Corporate Secretary Pelita Air Guntur Winarko, kejadian ini baru pertama kali terjadi. Super Puma yang dimiliki Pelita Air ada dua dengan kapasitas 10-15 orang. Pesawat ini selain untuk carteran mengangkut penumpang juga digunakan utuk mengangkut kargo dan bisa juga untuk mengangkut beban dengan tali (sling). “Biasanya untuk perusahaan-perusahaan minyak karena menjangkau lokasi off shore atau lepas pantai yang lokasinya sulit,” tutur Herlis.

 
Leave a comment

Posted by on January 29, 2009 in helikopter, News

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: