RSS

It’s hard to believe

20 Feb

sukhoi-base

Pernahkah anda mendengar sebuah joke, yang menyatakan bahwa kita bisa membuat/membeli sesuatu tetapi tidak memiliki kemauan untuk memeliharanya? Hal itu nampaknya bukan hanya terjadi didunia sipil tetapi juga dunia militer, percayakah anda jika saya berkata bahwa jet tempur generasi 4 Sukhoi kita dijaga oleh pertahanan bandara yang menggunakan senjata buatan tahun 60 an?

Snapan mesin anti serangan udara kaliber 12.7 mm

Sesuatu yang membuat miris, jika anda melihat tayangan sebuah stasiun TV beberapa hari lalu yang membahas tentang dunia militer.. menunjukkan bahwa pertahanan udara Lanud Hassanudin hanya dijaga oleh S-60 dan senapan mesin 12,7 mm.. Jaman segini kita masih memakai senjata tersebut!!!! Parah bgt!! Disaat teknologi pesawat dan bom pintar semakin canggih, TNI masih menjaga aset paling berharga yang dimilikinya dengan persenjataan purba tersebut. Sebagaimana kita tahu, dengan ketinggian diatas puluhan kilometer dan bom pintar berpemandu GPS sebuah pesawat tempur dapat menghancurkan sasaran yang ada didarat, dan tentu saja S-60 dan senapan mesin 12,7 mm tidak dapat menjangkaunya.

s-60

Seperti kita tahu, konflik antara Indonesia dan negara sekitar di kawasan.. menunjukkan ada beberapa negara yang berpotensi menjadi musuh.. Jika terjadi perang terbuka, maka sasaran-sasaran yang akan dihancurkan terlebih dahulu adalah sarana komunikasi dan aset-aset alutsista sebisa mungkin dihancurkan sebelum diaktifkan.. Jika negara-negara tersebut ingin menghancurkan Sukhoi kita, tentu dengan mudahnya mereka akan bisa menghancurkan Sukhoi kita didarat. Apa para pengambil keputusan di Dephan dan TNI ga pernah baca sejarah perang mesir dan israel, waktu itu banyak pesawat Mesir yang dihancurkan oleh A-4 Israel (yang akhirnya kita beli) sewaktu masih didarat.

Bicara soal pertahanan udara, setelah SA-2 Guidline kita dipensiunkan nampaknya belum ada pemikiran untuk menggantinya. Benar kita memiliki Rapier dan Poprad -rudal permukaan ke udara jarak menengah- tapi Rapier tersebut sudah hampir habis masa pakainya dan Poprad hanya efektif hingga jarak 4 km, dan digunakan untuk melindungi kota, selain itu Rapier dan Poprad tersebut terdaftar sebagai arsenal Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD. Sebagai suatu negara yang “susah” melakukan koordinasi, sebuah pertanyaan menggelitik saya, kalau Komando Pertahanan Udara (Kohanudas) mengidentifikasi sebuah pesawat kemudian dianggap sebagai sebuah ancaman dan harus dihancurkan apakah Kohanudas bisa memerintahkan Arhanud untuk menembakkan Rapier dan Poprad?

tni rapier

credit to copraldjono at kaskus

Semoga para pengambil kebijakan mulai mempertimbangkan untuk melindungi alutsista yang sudah mahal kita beli dan buat (seperti lanud Iswahyudi dan Hassanudin serta Lantamal di Surabaya) dengan rudal permukaan ke udara yang lebih mumpuni, seperti S-300P mungkin..

 
8 Comments

Posted by on February 20, 2009 in Catatan Pribadi, Dephan RI, TNI

 

Tags: ,

8 responses to “It’s hard to believe

  1. Mike

    February 20, 2009 at 9:44 pm

    Fantastic website! Keep on doing the good work!

    Too bad..Its high-time now for TNI to upgrade its air-defence capability. Hopefully the upcoming President will rectify this.

    Just one thing, both Poprad and Rapier are not MRAD system – they fall under VSHORAD and SHORAD/E-SHORAD category. Poprad employs Grom missiles – effective range between 500m – 5500metres while the early version Rapier missile -Mark 1- is effective up to 6++ km.

    Btw, doesn’t TNI-AU uses Mistral as AD asset for base protection?

     
  2. adiewicaksono

    February 21, 2009 at 2:33 am

    Well, siapa pun Presidennya tidak akan terlalu memikirkan pertahanan selama tidak ada ancaman perang (ingat Sigma dibeli setelah insiden Ambalat). Selain itu masih banyak pemikir di Departemen Pertahanan yang berpikiran tidak mungkin ada negara lain yang akan menyerang Indonesia karena kita punya jumlah penduduk sangat banyak (sick!)

    Tentang poprad, saya sangat setuju bahwa Poprad tidak bisa melindungi, karena jarak efektifnya maks cuma 5500m, sementara pesawat tempur bisa terbang jauh diatas itu. soal Rapier ada isu yang menyatakan akan ada retrofit pada propelan bahan bakarnya (kerja sama dengan salah satu universitas?) karena warheadnya masih berfungsi.

    Yup, beberapa waktu lalu memang terdengar berita bahwa ada akuisisi Mistral oleh TNI AU. Tetapi belum pernah melihat,foto yang dirilis prajurit TNI dan Mistral nya yang dipakai di AD dan AU (AL sudah positif menggunakannya). Disitus Arhanud http://pussenarhanud.mil.id/imvue/ Mistral belum termasuk arsenalnya. Maka saya juga mengasumsikan AU belum menggunakan Mistral. Saya lupa QW3 dialokasikan untuk siapa.. Mungkin termasuk menjaga Lanud.

     
  3. Mike

    February 21, 2009 at 7:26 pm

    You’re probably right, the Mistrals might belong to the navy only. As for QW3, if Im not mistaken, its being used by AU and will be used by the army as well (via TD-2000B)

     
  4. Mike

    February 22, 2009 at 9:44 pm

    Hey Adie,

    I really don’t want to mess/hijack this thread, but perhaps you could comment on the state of AD for TNI-AL, especially AD protection of its combat fleet. A worrying trend in my opinion – due to its approach, and its short-sightedness.

     
  5. adiewicaksono

    February 23, 2009 at 12:10 am

    AFAIK, TNI AL used Mistral and AL-1M (modification from Strella) for air defence. They used it, in the Latgab last year…

     
  6. deris

    March 31, 2009 at 7:56 am

    Pemikiran itu tidak cukup hanya dari TNI dan DEPHAN saja tapi coba kita lihat apakah dewan yg terhormat di senayan yg pynya kewenangan memutuskan anggaran pernah berpikir itu tentu saja tidak.
    Bayangkan perbandingan anggaran DEPHAN tahun 2009 kurang lebih 32 triyiun untuk dibagi 5 (dephan,mabes TNI, AD , AL dan AU ) sedangkan POLRI sendiri 25 triyun, jadi wajar kalau kondisi TNI seperti skrg

     
  7. Yogi

    June 13, 2009 at 8:16 pm

    akkhhh emank tai pemerintahan indonesia sekarang otak nya dangkal bgt cuman duit di otak mereka apa lagi lihat tingkah laku angota dewan DPR ngrap in cicin harga 2 miliar padahal kerja nya cuman duduk berzina dan gak ada rasa peduli sama negaranya dan untuk memperkaya diri masing-masing aja, saran gw indonesia beli aja 3 nuklir buat an korea utara itu nanti di bagi aja 1 buat malaysia, 1 lagi buat singapore dan 1 lagi buat di teliti sama anak bangsa sendiri biar anak bangsa bisa menciptakan nuklir yang lebih canggih lagi, bisa-bisa kebakaran jengot tuh negara paman sam amerika fuck.

     
  8. Mbah boyo

    July 16, 2010 at 8:27 pm

    ko polrinya malah banyak ya?DEPHAN kita BEGO ternyata,TNI kan mati2an bela negara,paling depan bela negara,eh malah polri yg banyak dapet anggarannya,sangat ga adil sekali,pantesan mobil PJR aja ada yg LANCER,FOCUS,MAZDA6,RANGER,FORTUNER sedangkan TNI palingan LAND ROVER,itupun karatan,kapan mau maju,ga diterobos terus perbatasannya kalo DEPHAN nya BEGO.Kalo mbagi anggaran dimohon pakai otak,mikir negara bukan mikir buat kaya.

    __dipikir pake otak,bukan dengkul koplak__
    no SARA,peace
    __nunutngguyu__

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: