RSS

Penerbangan Gelap Bisa Tak Terpantau Radar

25 Feb

Kohanudas

INSIDEN penguncian pesawat Shukoi memunculkan pelbagai spekulasi, terutama terkait siapa yang menempatkan pesawat tempur buatan Rusia itu dalam titik bidik rudal. Meski radar militer tidak menangkap penerbangan tanpa izin (black flight), tetapi kemungkinan ini tidak sepenuhnya dikesampingkan.

TNI mengakui, di wilayah timur Indonesia, masih banyak wilayah udara kita yang tidak terpantau radar (blank spot). Akibatnya, benda asing yang terbang, bisa luput dari penjejakan radar. “Masih banyak blank spot di sana,” kata KSAU Marsekal Subandrio dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, Senin (23/2).

Subandrio berharap, kejadian itu dapat mendorong percepatan pembangunan radar militer di kawasan timur. Rencana awal, radar buatan Thales, Prancis akan dipasang di Merauke tahun depan. Satu tahun berikutnya pemasangan giliran wilayah Saumlaki. Terakhir, radar dipasang di Timika, Papua pada 2012.

“Jika dipercepat, akan lebih baik mengantisipasi penerbangan gelap,” kata
KSAU. Mabes TNI sendiri menganggap serius insiden penguncian dua pesawat Sukhoi SU-30MK2 yang tengah melakukan latihan di wilayah udara Sulawesi Selatan, Jumat (20/2) lalu itu.

“Penyelidikan intensif terus dilakukan mencari penyebabnya,” kata Panglima
TNI Jenderal Djoko Santoso yang hadir bersama Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan ketiga kepala staf angkatan.

Beberapa anggota Komisi I menyoroti mengapa sistem radar peringatan
pesawat buatan Rusia itu menyalak tiba-tiba. Tapi pesawat tidak bisa mengenali
siapa pihak yang mengunci dengan tembakan misil. “Jangan-jangan ini ulah negara lain,” kata Djoko Susilo.

Joeslin Nasution dari Fraksi Partai Golkar mempertanyakan mengapa pesawat canggih yang baru dibeli bisa mengalami kejadian itu. Panglima TNI mengaku belum bisa mengungkap penyebab sebenarnya.

“Penelitiannya belum selesai. Tapi ini kami anggap serius,” kata Djoko. Ia telah memeriksa kemungkinan ada pihak asing yang berulah. “Tapi hasilnya nihil,” kata lulusan Akademi Militer tahun 1975 itu.

Sumber: Jurnas

 
Leave a comment

Posted by on February 25, 2009 in TNI

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: