RSS

Final Statement tentang kejadian Sukhoi dilock missile??

28 Feb

su-27 tni au

Berita ini sebenarnya sudah dirilis beberapa hari sebelumnya media massa.. tapi saya masih menunggu beberapa hari untuk menulisnya, siapa tau ada beberapa pernyataan tambahan tentang kejadian pesawat sukhoi dilock missile. Sumber berita pertama dari Media Indonesia

KSAU: Sukhoi TNI AU dalam Kondisi Baik

Selasa, 24 Februari 2009 16:56 WIB

JAKARTA–MI: Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Subandrio menyatakan, ketujuh pesawat jet tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara (AU), dalam kondisi baik dan siap untuk operasional. Ia mengemukakan, semua pesawat telah rutin menjalankan latihan seperti biasa.

“Gak ada masalah,” ungkap Subandrio setelah menghadiri commander’s call Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, bersama Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo.

Ia menegaskan, setelah dilakukan pengecekan secara teliti pada seluruh sistem pesawat terutama Radar Warning Receiver (RWR), semua dalam kondisi baik.

Pada kesempatan itu pula, Subandrio mengemukakan, dalam setiap latihan air intercepetion wajar terjadi lock dan me-lock antara pesawat sedang berlatih. “Itu terjadi pula pada pesawat tempur lainnya. Gak masalah. Semuanya pokoknya, dalam kondisi baik jika terjadi sesuatu pasti itu sudah masuk dalam laporan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya serius.

TNI AU baru saja mendapat tiga pesawat Sukhoi SU-30MK2 dari enam yang dipesan untuk melengkapi empat pesawat Sukhoi SU-27SK dan SU-30MK yang telah dimiliki sebelumnya. Tiga unit Sukhoi SU-30MK2 yang tiba di Indonesia akhir 2008 dan awal Januari 2009 itu, telah mengalami ujicoba oleh pilot-pilot Rusia setelah dirakit di Skadron Teknik 044 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Dalam ujicoba tersebut, seluruh sistem ketiga pesawat masing-masing TS-3003, TS-3004 dan TS-3005, dinyatakan berjalan baik termasuk RWR. “Hingga kini semua berjalan baik. Dan untuk pemeliharaan dan perawatan pesawat kita mendapat atensi dari pihak Rusia dua tahun sekali,” demikian KSAU.

Kemudian dari Detik news

KSAU: Tidak Ada Pesawat Asing, Hanya Latihan Perang

Selasa, 24/02/2009 13:16 WIB

Jakarta – Misteri dua pesawat Sukhoi-30 TNI AU yang diduga nyaris ditembak pesawat musuh akhirnya terpecahkan. Ternyata oh ternyata, semua itu hanya latihan perang. Sama sekali tidak ada pesawat tempur asing.

Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Subandrio menjelaskan, hasil penelusuran insiden yang sempat menggemparkan itu bermula pada latihan perang yang digelar Jumat (20/2/2009). Saat itu ada latihan dog fight (perang di udara) oleh satuan penerbang tempur TNI AU.

“Jumat itu anak-anak figther latihan dog fight, tiba-tiba saja nyala (alarm bahwa pesawat terkunci sebagai sasaran tembak). Senin kemarin sudah latihan lagi,” papar KASAU di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (24/2/2009).

Dijelaskan, kebetulan saja yang dijadikan sasaran adalah dua unit Sukhoi-30 yang sedang menjalani perawatan di landasan Lanud Hasanuddin oleh mekanik dari Rusia.

“Tidak ada kendala teknis, tidak ada pesawat asing,” tegas KASAU

————“”————

Sebuah konferensi pers dihari yang sama, tapi dikutip dengan cara yang berbeda?? Saya tidak tahu mengapa pernyataan KASAU yang lebih detail tidak dikutip oleh Media Indonesia.. Tapi jika pernyataan KASAU yang dikutip oleh Detik adalah benar, maka ada suatu keanehan..

Kalau memang itu adalah latihan air to air, maka seharusnya tidak ada yang perlu panik saat RWR pesawat Sukhoi berbunyi.. Karena itu adalah hal yang masuk akal karena dalam dogfight, adalah hal yang wajar untuk saling meng lock.. Tapi mengapa sampai Danlanud memberi pernyataan kepada pers? (semoga dia tidak mendapat masalah dengan pernyataannya itu) Apa dia tidak diberitahu oleh anak buahnya akan ada latihan air to air? sehingga begitu diberitahu pesawat Sukhoi dilock dia langsung menyimpulkan bahwa sukhoi tersebut dilock oleh missile milik negara lain..

Lalu yang aneh berikutnya adalah mengapa Lanud Hassanudin, sampai meng scramble dua pesawat sukhoi lainnya untuk melakukan pengejaran diudara dan B737 surveiller untuk memantau perairan Sulawesi hingga Bali untuk mencari kapal perang?? kalau itu hanya disebabkan oleh RWR yang berbunyi saat latihan air to air…

Btw, saya menemukan cerita lain, jika su-30MK2 Indonesia dilock pada tahun 2009 maka Su-30MKM Malaysia,mengalami hal serupa pada tahun 2007.. Sepertinya seseorang atau sesuatu sangat berminat untuk mengetahui kemampuan Su-30

And finally when “Red Flag – 2008″ combat exercises, Indian air force send Su-30MKI fighters. American RC-135 reconnaissance airplanes sat on the tail of the Indian squadron. According to Indian media reports, the Americans first of all registered the radio codes and operating frequencies of the Indian fighter radars. And during the exercises themselves, the airplanes were under the constant control of various technical intelligence systems. American interest in the N-001M “Bars” radar installed on the Su-30MKI was caused by the fact that to a great extent it assures the fighter’s truly outstanding combat capabilities.
So… can we make conclusion?? (No offence)

Apapun yang terjadi di hari itu (walopun banyak pendapat yang disuarakan, anda bisa baca tulisan saya di Dua Sukhoi Dilock Missile) biarlah menjadi misteri…. Tetapi saya akan mengucapkan, salut untuk KASAU yang mengeluarkan pernyataan seperti itu (walopun akan membuat TNI AU terlihat “bodoh”), daripada menyalahkan RWR malfunction (hal yang saya perkirakan akan dilakukan oleh KASAU)..

Karena ada satu anggota Dewan yang mengatakan di Detik News :

“Kalau perlu dibentuk tim khusus Mabes TNI serta instansi terkait,” kata anggota komisi I DPR, Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Jumat (20/2/2009).

Tjahjo mengatakan, peristiwa itu harus segera diketahui penyebabnya. Apakah human error atau masalah tekhnis. Bahkan, menurut Tjahjo, jika tidak siap dengan kecanggihan sistem pesawat ini, pembelian Sukhoi sebenarnya dapat ditunda.

“Kalau memang belum siap secara tekhnis harusnya (pembelian) tidak perlu tergesa-gesa,” jelasnya.”

Sebuah pernyataan yang sangat melecehkan TNI AU, semoga tidak ada yang memilih dia pada pemilu besok. Lalu dengan apa TNI AU harus menjaga negara ini?? Sudah terlalu lama kita dilecehkan oleh negara sekawasan, klo pembelian Sukhoi ditunda.. mereka akan tertawa lebih keras….. Lagipula apa dia tidak ingat bahwa pembelian Sukhoi pertama kali dilakukan oleh Megawati saat menjadi Presiden??

 
3 Comments

Posted by on February 28, 2009 in Catatan Pribadi, TNI AU

 

Tags: ,

3 responses to “Final Statement tentang kejadian Sukhoi dilock missile??

  1. Tranto gani

    March 5, 2009 at 5:47 pm

    Selamat Pagi
    pak adiewicaksono
    b=BOLE MENITA tELPO KANTOR
    PAK SAYA MAU TELPON KIRIM KE E-MAIL

     
  2. Tranto gani

    March 5, 2009 at 5:48 pm

    adiewicaksono
    SYA TRIANTO
    MAAF MENGUATA SITU INI Fan Sukhoi TNI-AU

     
  3. armyman

    September 6, 2010 at 10:24 am

    tjahjo bener-bener melecehkan kemampuan TNI AU!!!!!! gw ga berani ngebayangin kalau negara ini di pimpin oleh orang2 macam tjahjo.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: