RSS

18 Kali Asing Langgar Wilayah RI

05 Mar

armada laut TNI

ANGGARAN berkurang tidak membuat TNI mengurangi armada dan pasukan di perbatasan. “Gelar kekuatan malah diusahakan lebih intensif,” kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso usai rapat koordinasi bidang politik, hukum, dan keamanan di Jakarta, Rabu (4/3).

Alasannya, sepanjang 2008 tercatat 28 kali pelanggaran terhadap wilayah udara RI dan 24 kali pelanggaran wilayah perairan Indonesia oleh pihak asing. Rinciannya, pelanggaran wilayah udara itu terjadi di Kalimantan Timur sebanyak 16 kali, Papua tiga kali, Selat Malaka tercatat dua kali, dan wilayah lainnya tujuh kali.

Sedangkan pelanggaran laut terjadi di perairan Kalimantan Timur/Laut Sulawesi sebanyak 21 kali oleh Kapal Perang Malaysia dan enam kali oleh Kapal Patroli Maritim Malaysia. Sisanya terjadi di perairan lain. Pelanggaran asing juga terjadi di wilayah darat terutama di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Djoko mengatakan, banyaknya pelanggaran di daerah sengketa menjadi hal yang biasa. Masing-masing negara memegang klaimnya. “Tapi kami selalu ingatkan yang melanggar,” katanya. Caranya, dengan pengusiran langsung satuan operasional TNI yang sedang bertugas.

Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo mengatakan, departemennya selalu mengirimkan nota protes dari setiap pelanggaran yang dilakukan negara lain. “Setiap negara punya kewenangan menyampaikan ketidaksenangannya kalau ada yang melanggar daerahnya,” kata dia.

Sementara Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen Supiadin AS menambahkan, pelanggaran yang terjadi menyangkut kebangsaan dan harga diri bangsa. Sehingga Indonesia wajib bersikap soal ini. “Saling klaim itu biasa. Tapi kita harus tegas,” kata mantan Pangdam Iskandar Muda itu.

Anggaran pertahanan yang semakin turun, tambah dia, tidak memengaruhi signifikan pengamanan perbatasan. Sama sekali tidak ada pengurangan untuk menjaga garda depan kedaulatan RI. “Yang lain boleh berkurang, tapi tidak untuk (pengawasan) perbatasan,” kata Supiadin.

Setidaknya masih ada beberapa titik segmen perbatasan yang masih bersengketa. Antara lain, sepuluh titik perbatasan darat Malaysia, tiga segmen Timor Lester, zona ekonomi ekslusif (ZEE) dengan Malaysia, India, Vietnam, Thailand, Filipina, Timor Leste, dan Palau

Sumber: Jurnas

 
Leave a comment

Posted by on March 5, 2009 in TNI

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: