RSS

Selamat jalan Kawan…

08 Apr
Pemakaman korban jatuhnya F-27 (credit goes to Supplanter)

Pemakaman korban jatuhnya F-27 (credit goes to Supplanter)

Banyak orang menangis saat ada keluarga, saudara atau teman yang gugur dimedan perang karena membela kedaulatan bangsa.. Tapi air mata yang jatuh dihari Senin kemarin, semakin menjadi-jadi karena mereka gugur saat latihan saat menggunakan pesawat yang sudah tua.. Terlepas dari pernyataan KASAU yang menyatakan bahwa pesawat Fokker-27 masih layak pakai, dimana saya juga mengakuinya bahwa perawatan juga menjadi salah satu faktor dimana Alutsista dikatakan sudah menua atau tidak.. Atau pada saat itu bandara hussein sastranegara sedang mengalami hujan lebat…

Menuanya alutsista yang digunakan TNI, pernah saya bahas sebelumnya dan sering dibahas pula oleh teman-teman yang peduli terhadap TNI diforum dan blog lainnya.. Kita tidak bisa lagi menutup mata, atas kejadian gugurnya prajurit TNI saat menggunakan peralatan tempur tersebut (kasus jatuhnya OV-10 Bronco, sebelum diputuskan digrounded, tewasnya prajurit marinir di situbono dll).. Tetapi setiap kali terjadi insiden, pemerintah hanya bisa berkata, “Periksa seluruh peralatan TNI”, yang biasanya diikuti perintah untuk mengrounded, padahal beberapa tahun yang lalu suku cadangnya baru saja dipesan. Dan pada saat perintah grounded datang, suku cadangnya berdatangan (kasus dimana 2 0V-10 Bronco yang baru saja diperbaiki total, dan baru saja keluar dari bengkel tetapi perintah grounded turun). Betul bahwa, anggaran harus dibagi dengan kepentingan rakyat yang lain, tetapi untuk itulah pemerintah dipilih oleh rakyat.. Bahwa pemerintah harus memberi prioritas bagi beberapa hal dan mengesampingkan hal lain..

Membahas alutsista yang sudah menua tentu tidak ada habisnya, tetapi jika kita mo menyinggung beberapa diantaranya. TNI AD, Batalion Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) hanya dilengkapi oleh peralatan untuk menembak jatuh pesawat pada ketinggian menengah, sehingga tidak efektif untuk menjaga republik ini (betul Arhanud baru saja membeli Grom, tetapi pepatah lama tetap berkata ada uang ada barang..). TNI AL, jika pemerintah memberi perintah untuk mengrounded semua KRI yang sudah tua, maka 75% KRI akan dikandangkan. Karena kapal perang yang berusia muda, hanya terdiri dari 4 buah kapal perang kelas SIGMA yang baru saja bergabung dengan TNI AL, betul banyak kapal patroli berusia muda.. tapi kapal-kapal itu tidak dapat berfungsi sebagai kapal perang jika perang meletus.. TNI AU, tanpa saya perlu saya jelaskan, anda pasti sudah tahu tentang usia rata-rata pesawat dan helikopter yang TNI AU.

Terakhir, saya dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan turut bela sungkawa atas gugurnya para prajurit TNI AU dalam insiden jatuhnya pesawat Fokker-27 hari Senin kemarin. Semoga kalian mendapat tempat yang sepantasnya disisi Tuhan. Selamat Jalan kawan…

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on April 8, 2009 in Catatan Pribadi, TNI

 

5 responses to “Selamat jalan Kawan…

  1. Axela

    April 9, 2009 at 1:01 am

    Alasan pemerintah menurut saya terlalu klise, anggaran yg terbatas bukan alasan pembenaran. Tp krn kita tdk ada keinginan yg kuat untuk itu, buktinya pd era 60 an kita punya tni yg kuat. Walaupun kita miskin.

     
  2. adiewicaksono

    April 9, 2009 at 4:35 am

    soal, TNI yang kuat di era 60 an.. akan saya jelaskan sedikit.. Ketika mantan Presiden Soekarno mengkumandangkan Trikora, para petinggi milter kita merapat ke Amerika Serikat tetapi oleh mereka kita tidak diberi ijin untuk membeli persenjataan mereka.. Disaat itulah ada tawaran dari pemerintah Uni Soviet untuk menggunakan persenjataan dari mereka, anggaran pembelian senjata itu berbentuk hutang yang diberikan pemerintah Uni Soviet kepada pemerintah Indonesia..

     
  3. Trianto

    April 13, 2009 at 4:48 pm

    Ke-63 Hari Angkatan Udara SU-30 Sukhoi Tampilkan Aerobatik Solo
    sukhoi tanggal 15 april 2009 di halim 3 sukhoi datang
    dari makssar Aerobatik di halim
    saya datang ke halim fans sukhoi tni-au

     
  4. iskandar

    April 28, 2009 at 5:11 am

    saya rasa pemerintah harus bisa mengembangkan senjata baru, kalo masyarakat menolak indonesia mengembangkan nuklir, maka pemerintah harus bisa membuat senjata penangkal nuklir atau sebagainya, jika tidak negara ini hanya akan jadi sasaran empuk bagi negara-negara pengembang senjata mematikan itu.ini era teknologi

     
  5. tino

    May 21, 2009 at 2:08 pm

    saya sebagai masyarakat kecil sangat prihatin dengan musibah yang terjadi ditubuh tni,musibah silih berganti putra putri indonesia gugur bukan di medan perang melainkan karena kecelakaan .jangan saling menyalahkan mari untuk kedepan kita bangun kembali indonesia untuk lebih maju .kita bangun indonesia yang kuat dan bersatu padu,saling mengoreksi jangan saling menyalahkan .
    kekuatan indonesia ada di tubuh tni,jangan karena indonesia dalam keadaan aman lalu tni di nomor duakan.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: