RSS

KRI DIPONEGORO HAILING 23 KAPAL

20 May

Setelah satu minggu beroperasi di AMO (Area Maritime Operation) baik siang maupun malam hari, KRI Diponegoro-365 berhasil melaksanakan hailing atau kontak komunikasi terhadap 23 kapal.

“Kita telah mengadakan hailing terhadap lebih kurang 23 kapal yang melintas di kawasan AMO dan semuanya clear/tidak bermasalah”, ujar Komandan Satuan Tugas Maritime Task Forces Konga XXVIII-A/UNIFIL Laut (P) Arsyad Abdullah yang juga sekaligus sebagai Komandan KRI Diponegoro-365. Sebagian besar kapal yang dihailing adalah jenis kapal kargo dan tanker, baik yang melintas dari arah Utara ke Selatan (Lebanon ke Israel) maupun sebaliknya.

Ia menambahkan bahwa bertugas di AMO ini memang membutuhkan keseriusan tinggi karena misi pokok yang dilaksanakan adalah mencegah terjadinya penyelundupan senjata sekaligus material terkait dan juga berkaitan dengan pelatihan Lebanon Navy.

Berkaitan dengan tugas yang pertama tentu berat sekali karena AMO/daerah operasi kita juga merupakan lalulintas pelayaran kapal-kapal yang harus dimonitor dan setiap saat dilaporkan kepada Commander Task Force (CTF).

Diawal penugasannya KRI Diponegoro-365 dengan jumlah personal 100 orang tersebut mendapat wilayah pengamanan di Zone 1 Kawasan yang berada di luar perairan teritorial Lebanon bersama-sama dengan Kapal perang Belgia Namun kemudian karena keterbatasan unsur-unsur MTF maka pembagian zone sesuai dengan perintah operasi dari Commander Task Force (CTF). KRI Diponegoro berada di bawah CTF 448 dengan Komandan Rear Admiral Jean Thiery Pinooy, dengan kapal markas sekaligus MIO Commander Kapal BNS Leopold milik Belgia.

Menurut Komandan KRI Diponegoro-365 Pada hari pertama sejak bertolak dari Beirut 19 April 2009 pukul 10.00 (sudah harus berada di AMO) KRI Diponegoro sudah bisa mendeteksi incident report (AMO Penetration) yang dilakukan oleh F- 16 Israel kemudian dilaporkan ke CTF.

Disela-sela melaksanakan operasi KRI Diponegoro-365 juga mendapatkan briefing dari personel kapal markas (Belgia). Yang intinya adalah menjelaskan tugas apa saja yang akan dilaksanakan, apa saja yang boleh, format komunikasi, fasilitas apa yang kita dapatkan, bagaimana cara pelaporan, bagaimana melaksanakan offtask sandar di pelabuhan khususnya sebagai prajurit yang melaksanakan tugas menjaga perdamaian. Disamping itu juga melaksanakan internal latihan dengan unsur-unsur MTF yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama yang baik dan pemahaman serta penguasaan dan peningkatan kemampuan di profesi keangkatanlautan.

Sementara untuk pengawasan udara, Hellikopter BO-105 juga tidak kalah sibuknya. Helly dengan Pilot Kapten Laut (P) Panji P setiap hari melaksanakan ISR (Inteligent, Survailance and Recognation) 2 kali sehari, pukul 09.00 dan pukul 14.00 waktu setempat. Hasil operasi berupa foto akan dijadikan bukti dalam pembuatan laporan ke CTF secara berjenjang.

Sumber: Dispen AL

 
Leave a comment

Posted by on May 20, 2009 in TNI AL

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: