RSS

Pesawat TNI AU jatuh (lagi….)

20 May
Copyright Detik Foto

Copyright Detik Foto

Pertama-tama saya akan meminta maaf, karena kesibukan yang sangat tinggi akhir-akhir ini.. maka blog ini menjadi sedikit terbengkalai…

Tadi pagi.. seorang teman mengabarkan bahwa sebuah pesawat hercules jatuh di madiun… Kemudian, datang sms berturut-turut mengabarkan bahwa pesawat Hercules C-130 TNI AU dengan tail number A-1235 jatuh di Magetan.. Membuat saya syok beberapa saat, dan merenung… Ya Tuhan.. Dalam 2 bulan terakhir 3 pesawat TNI AU, sebuah fokker 27 dan 2 buah hercules C-130 mengalami kecelakaan (2 diantaranya mengalami total loss)… Membuat saya merenung apa yang sedang terjadi di TNI AU??? dan bagaimana TNI AU kedepan??

Ketika saya membahas fokker 27 yang jatuh di bandung, saya sudah kehilangan kata-kata untuk membahas tentang hilangnya nyawa anggota TNI yang disebabkan oleh penggunaan alutsista dan sepenuh hati berharap bahwa saya tidak akan mengulas tentang pesawat TNI yang jatuh (lagi..)… Tetapi apa daya Tuhan berkehendak lain… Hari ini Indonesia kembali kehilangan sebuah pesawat yaitu Hercules dengan tail number 1325 dan kehilangan tentaranya bukan dalam sebuah perang tapi dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang..

Dan kemudian bagian yang paling saya benci… Tiba-tiba, semua orang seolah-olah menjadi ahli di bidang penerbangan dengan mengutarakan teori-teori mereka dan peduli dengan TNI, khususnya TNI AU.. Kemana mereka saat TNI, diminta (diperintahkan) untuk “menyesuaikan” anggarannya… Bahkan saat ini, anggaran TNI masih minus Rp 260 milyar… bukankah mereka yang memerintahkan Dephan dan TNI untuk memotong anggarannya?? kenapa mereka tidak menunjuk hidung mereka sendiri atau melihat cermin bahwa mereka lah yang menyebabkan hal ini terjadi…

Bahkan our commander in chief, menyatakan bahwa pemerintah tidak pernah memotong anggaran TNI AU, tetapi TNI AU hanya diminta memotong anggaran pembelian pesawat bukan pemeliharaan pesawat… (apa bedanya pak??).. Sadarkah Bapak bahwa anggaran TNI yang hanya berkisar 33 Triliun dibagi kedalam 3 Matra?? dan 60% digunakan untuk membayar gaji….

Sadarkah bapak bahwa pesawat TNI AU sudah sangat menua?? Betul para perwira tinggi di tinggi TNI AU selalu menyatakan usia pesawat tidak menjadi masalah dalam kegiatan operasional… tapi apa mungkin mereka berani menyatakan kepada media dan khalayak tentang kondisi yang terjadi sesungguhnya di TNI AU.. Apa mungkin mereka berani berbeda pendapat dengan atasannya?? klo anda mau mengingat maka anda akan teringat dengan seorang perwira tinggi yang terpental dari jabatannya karena ngotot membeli alutsista terbaik dan rencana pengembangan operasional disalah satu matra TNI.. Pak, saya cuma berharap pesawat Hercules dengan tail number A-1341 dan A-1314 (Skuadron 17, transport VVIP) tidak pernah mengalami masalah ketika Bapak tumpangi….

Sebenarnya apakah kondisi A-3125 layak terbang?? Berdasarkan sepengetahuan saya pada medio September tahun lalu, pesawat ini baru mengalami pergantian mesin dan seperti yang dikatakan Komandan Pemeliharaan Material TNI Angkatan Udara (Koharmatau) Marsekal Muda Sunaryo, bahwa pesawat ini juga baru saja mengalami peremajaan yang dilakukan dengan cara penguatan airframe (badan pesawat). Sehingga menurut saya kondisi pesawat ini layak untuk terbang.. Walaupun seorang teman berkata penguatan airframe tidak terlalu berdampak, karena airframe tidak diganti tetapi hanya diperbaiki..

Pesawat ini kelebihan beban?? Pasti pikiran ini terbetik di masyarakat kalau melihat jumlah penumpang yang ikut terbang bersama A-1325.. Apakah iya?? Jika kita mau mengingat sejarah, maka kita akan menemukan fakta bahwa ketika tentara Vietnam Utara menyerbu ke Selatan maka tentara US dan beberapa rakyat Vietnam melarikan diri keluar dari Vietnam Selatan dengan menggunakan pesawat Hercules bahkan dalam kondisi ramp door tidak tertutup sempurna karena kelebihan muatan… Sehingga saya kira asumsi ini bisa dihilangkan…

Tetapi apapun hasil kesimpulan penyebab terjadinya kecelakaan (cuaca, mesin atau yang lain) ini biarlah menjadi domain TNI AU untuk mencari penyebab dan mengumumkannya kepada masyarakat… Tetapi yang terpenting adalah bagaimana TNI AU kedepan?? Solusi untuk itu saya kira bukan hanya pada tindakan peremajaan pesawat Hercules yang sudah ada tetapi juga dalam bentuk pembelian pesawat transport baru… Mengapa saya menganggap pentin untuk segera mungkin mengganti F-27 dan Hercules yang jatuh, karena pesawat transport ini bukan hanya digunakan pada saat perang tetapi juga untuk mobilisasi bantuan saat terjadi bencana di penjuru Indonesia.

Klo pemerintah memang tidak punya uang untuk membeli Hercules (syukur-syukur C-5 Galaxy) baru, maka sebagai shortcut untuk menambal armada transport TNI AU pemerintah dapat membeli CN-235 versi militer dari PT.DI, pesawat ini sudah terbukti kehandalannya di negara lain… atau kalau pemerintah Indonesia kembali khawatir terkena embargo dari pemerintah US mungkin kita dapat membeli AN-70 dari Rusia…

Tapi kalau pemerintah benar-benar bilang tidak punya uang??
Saya kembali teringat sebuah cerita tentang pesawat Dakota yang diberi call sign Seulawah, yang dibeli diawal kemerdekaan dari uang hasil sumbangan masyarakat Aceh. Apa sekarang kita harus kembali menyumbang untuk TNI agar TNI dapat membeli pesawat transport baru?? Saya kira akan banyak orang yang (seperti saya) yang bersedia untuk melakukannya agar paling tidak TNI mampu memiliki pesawat transport baru…

Fiuh… Apa anda termasuk orang-orang seperti saya yang tidak memilih pada saat pileg kemarin?? Nampaknya kita harus membuat perubahan dengan memilih presiden yang patuh pada hukum, berani bertindak cepat, bukan hanya bagus saat membuat rencana tapi lamban dalam eksekusi dilapangan…. Tapi apakah ada diantara capres-cawapres yang akan bertarung dalam pilpres mendatang memiliki kualifikasi seperti itu??

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on May 20, 2009 in Catatan Pribadi, TNI, TNI AU

 

Tags: , ,

3 responses to “Pesawat TNI AU jatuh (lagi….)

  1. Yudika

    June 17, 2009 at 3:35 pm

    Sorry nich gue orang awam yang gak tau banyak…
    Tapi kalo dibilang masalah kegagalan struktur karena hanya dilakukan perbaikan “air frame” dan bukan pergantian, gue rasa kagak mungkin…
    Kalau karena kegagalan struktur, pesawat harusnya “pecah” di udara karena kondisi “tekanan meningkat tiba-tiba”, apalagi kalau katanya kondisi cuaca buruk seperti “Wind Shear”, “Cross Wind”…

    Tapi yang gue denger di berita, katanya pesawat “nabrak” pohon bambu, oleng, terus “nabrak” rumah orang dan nyusruk ke tanah ampe “kebelah dua”. Jadi jelas pecahnya badan pesawat karena terjadinya “tumbukan” (momentum” antara badan pesawat dan tanah, di mana badan pesawat gak bisa menahan beban tiba-tiba (sudden lay load). Jadi “kegagalan struktur” airframe pesawat bukan menjadi “Sebab”, tetapi lebih kepada “Akibat”.

    Ada yang berspekulasi kegagalan mesin, tapi udah dibantah oleh instruktur pilot pesawat Hercules di TV one. Dia bilang “Saya pernah bawa pesawat Hercules dalam kondisi 1 mesin mati total tidak berfungsi, dan saya perintahkan co-pilot untuk matikan lampu karena lampu pesawat di dekat mesin dan mesin terlihat jelas. Namun saya bisa tiba dengan selamat, bahkan para penumpang pun tidak tau bahwa saat itu kondisi pesawat 1 mesin tidak berfungsi” (saya lupa namanya siapa).

    Yang anehnya, kenapa saat di TKP, roda pendaratan justru “terpental” keluar dari badan pesawat? Tidak mungkin roda pendaratan bisa berada di luar badan pesawat yang nota bene tidak “pecah” melainkan “terbelah” walau jatuh menghantam dari posisi manapun kalau tidak “dikeluarkan” oleh pilot. Kalau memang kejadiannya “dikeluarkan” roda pendaratan, kenapa pilot sampai “mengeluarkan” roda pendaratan, padahal bandar udara letaknya masih jauh dari TKP? Apakah pilot berusaha untuk melakukan pendaratan darurat?

    Memang ini hanya komentar, tapi ada 1 hal yang tidak diungkapkan, bagaimana kondisi menara pengawas yang mengawasi pesawat tersebut? Ya, saya memang orang awam, namun sejujurnya, saya mencurigai “Apakah ada permasalahan system Navigasi seperti GPS, radar, ILS dan lain-lainnya?” dan kalo ada permasalahan si system navigasi, “kenapa hal tersebut bisa terjadi?”, padahal menara pengawas juga mengkoreksi hal yang sama antara menara pengawas dengan pesawat… berarti system navigasi antara pesawat dan menara pengawas menyatakan hal yang sama, alias “tidak rusak”…

    Namun saya setuju “Sadarkah bapak bahwa pesawat TNI AU sudah sangat menua?? Betul para perwira tinggi di tinggi TNI AU selalu menyatakan usia pesawat tidak menjadi masalah dalam kegiatan operasional… tapi apa mungkin mereka berani menyatakan kepada media dan khalayak tentang kondisi yang terjadi sesungguhnya di TNI AU.. Apa mungkin mereka berani berbeda pendapat dengan atasannya?? klo anda mau mengingat maka anda akan teringat dengan seorang perwira tinggi yang terpental dari jabatannya karena ngotot membeli alutsista terbaik dan rencana pengembangan operasional disalah satu matra TNI..” adalah suatu PR bagi pemerintah kita mengenai pembenahan dan penyusunan anggaran alutista kita…

    Namun jangan sampai… dibalik hal ini semua ada “sekenario sabotase” oleh “oknum yang berkepentingan”…

    Semoga TNI, khususnya TNI AU semakin jaya, mengawal kedaulatan ibu pertiwi.

     
  2. adiewicaksono

    June 26, 2009 at 11:55 am

    @ Yudika: Kita harus menunggu laporan dari TNI AU, mengenai penyebab terjadinya kecelakaan ini… Sementara ini kita hanya bisa mengapungkan teori-teori saja… terimakasih atas tambahan teorinya..

     
  3. Mastono

    January 26, 2010 at 7:05 pm

    Mas Adie Wicaksono.
    Mohon kalo kasih indentitas Mas Adi pada gambar2 pesawat jangan pas ditengah tengahnya. Contoh seperti Airliners.net.
    Terima kasih banyak jika usulan saya sebagai penggemar berat gambar2 pesawat AURI.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: