RSS

TNI AL Kirim Tujuh Kapal Perang ke Ambalat

06 Jun

kri

Markas Komanda RI Kawasan Timur (Makoarmatim) menggerahkan tujuh kapal perang ke wilayah Ambalat menyusul meningkatnya intensitas keamanan di blok tersebut setelah kapal perang Malaysia memasuki wilayah Ambalat.

“Ada tujuh KRI yang berada di sekitar Ambalat. Ini sebagai bentuk antisipasi masuknya kembali kapal perang Malaysia,” kata Kadispen Armatim Letkol Laut Toni Syaiful di Surabaya, Rabu (27/5).

KRI Untung Surapati 827 berhasil mengusir kapal perang tentara laut Diraja Malaysia, KDU 3508, saat berada di perairan Blok Ambalat pada Senin (25/5). Sehari sebelumnya, KRI Hassanudin 366 juga mengusir Kapal Diraja (KD) Baung 3509 dan helikopter Malaysian Maritime Enforcement Agency yang mencoba masuk ke wilayah Ambalat.

Menurut Kadispen, dalam dua hari ini tidak terdengar lagi adanya kapal perang Malaysia masuk kembali, namun kewaspadaan harus dijaga. Karena itu, katanya, dengan kekuatan tujuh KRI yang selalu berpatroli di sekitar Ambalat dianggap cukup untuk menghadang kekuatan kapal milik perang milik Malaysia.

Selain tujuh kapal perang, Armatim juga menempatkan satu satuan setingkat kompi (SSK) marinir di Nunukan yang bisa dikerahkan sewaktu-waktu. “Ini menunjukkan bahwa TNI AL tidak main-main dalam menjaga kedaulatan negara. Apalagi, ada kekuatan asing yang masuk ke wilayah kita,” katanya.

Sumber: Media Indonesia

 
3 Comments

Posted by on June 6, 2009 in TNI AL

 

Tags:

3 responses to “TNI AL Kirim Tujuh Kapal Perang ke Ambalat

  1. abriansyah

    July 4, 2009 at 7:17 am

    Kepada Yth :
    Makoarmatim
    U.p Kadispen Armatim
    Letkol Laut Toni Syaiful
    di Surabaya.

    Salam Hormat.
    Setelah beberapa kali pihak Malaysia mengadakan pelanggaran2 atas batas wilayah kelautan dari kedaulatan Negara kita (Indonesia)yaitu di perairan Ambalat, maka menurut saya hal tersebut adalah suatu aksi yg bersifat disengaja. Apalagi pihak pemerintah kita telah menanggapi hal tsb secara serius dng mengajukan protes diplomatik, yang diwujudkan dng mengirimkan beberapa orang delegasi pemerintahan dr anggota DPR-MPR untuk membicarakan khusus kepada pemerintah diraja malaysia tentang pelanggaran batas tersebut. Yg hasilnya pihak diraja malaysia serta merta meminta maaf atas hal tersebut.
    Tetapi apabila kenyataannya hal-hal tersebut terulang kembali maka menurut saya perbuatan pelanggaran batas tersebut adalah hal yg disengaja untuk memancing reaksi keras dr Pemerintahan Indonesia.
    Tentu Pemerintah kita harus menunjukkan sikap ketegasan dalam menjaga Harkat dan Martabat Bangsa, dan menunjukkan kedaulatan Bangsa kita atas wilayah tersebut.
    Menurut saya, apabila pelanggaran tsb diulang kembali, tegaskan kepada mereka bahwa kita akan siap melawan, minimal akan menabrakkan kapal laut kita kepada kapal-kapal mereka (seperti yg telah pernah kita lakukan beberapa tahun lampau, kita pernah menabrakkan kapal laut kita yg terbuat dr fiberglass kpd kapal laut mrk, yg hasilnya kapal mereka robek) dan apabila kita terancam maka kita jg siap melawan dng menggunakan segala kemampuan peralatan yg ada. Efektifnya dalam situasi negara kita yg sedang dlm kondisi krisis ekonomi ini, maka ada baiknya pihak TNI-AL / Makoarmatim dapat menggunakan kapal-kapal cepat patroli (jenis PT BOAT) untuk menghalau kapal-kapal perang diraja malaysia tsb. Krn kapal2 tsb mempunyai kecepatan yg tinggi dalam mengejar kapal-kapal malaysia yg sering menggunakan kapal-kapal besar. Dan kapal PT BOAT (milik TNI-AL kebanyakan terbuat dari fiberglas) tersebut tidak terlalu mahal harganya dibanding jenis FPB 57 yg telah dikirim kesana, apabila memang situasi memaksa untuk terjadi counter attack / perlawanan terhadap pihak malaysia. Kapal-kapal FPB 57 (Fast Patrol Boat) cukup sebagai pendamping (back up) dr kejauhan.

    Kepada Kadispen Armatim Bp. Letkol Toni Syaiful, saya mohon maaf sebesarnya atas pendapat saya diatas. Pendapat sy tersebut bukanlah unt memanas-manasi terhadap Perangkat Lembaga Keamanan Makoartim. Tetapi sy sbg Warga Negara Indonesia ingin menunjukkan pula kekesalan dan kegeraman atas kesewenang-wenangan Pemerintah diraja malaysia tsb, yang mana dilain hal mereka mengatakan dan mengakui bahwa kita adalah saudara serumpun. Apakah perbuatan mereka tsb pantas dilakukan terhadap saudara mereka sendiri yg dianggap serumpun ini.
    Untuk itulah menurut saya apabila kita jg masih mengakui akan keserumpunan bangsa kita dng mereka, maka tidak ada salahnya juga sekali-kali kita bisa menegur keras dan menjewer telinga mereka dng sikap tegas kita seperti yg saya utarakan diatas. Untuk menunjukkan Jati diri kita bahwa kita adalah bangsa yg berdaulat dan bermartabat.
    Demikianlah tanggapan dan pendapat saya sebagai salah satu anak bangsa yg sangat kesal dan geram atas kedaulatan kita yg selalu dipermainkan tersebut. Hal ini saya tunjukkan adalah sebagai salah satu bentuk kepedulian saya dan tanggung jawab saya sebagai putra tanah air Bangsa Indonesia.
    Kepada Kadispen Armatim saya ucapkan terima kasih banyak atas kesempatan yg telah diberikan ini, dilain waktu izinkan saya juga ingin mengungkapkan dan bertukar pikiran kepada bapak tentang perihal-perihal seputar masalah kemaritiman negara yg saya cintai ini.
    Salam, “JALESVEVA JAYA MAHE”.

     
  2. adiewicaksono

    July 4, 2009 at 8:08 am

    @ abriansyah, situs ini tidak mewakili Koarmatim maupun TNI… sehingga lebih baik kirim surat atau emailkan saja, pendapat atau pertanyaan anda kepada mereka..

     
  3. Ank

    February 2, 2011 at 2:46 am

    Ikuti gaya KORUT, tenggelamkan kapal Malaysia jika masih melakukan itu.
    Karena itu sudah berkali-kali mereka lakukan dan mengolok-olok kita……

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: