RSS

TNI Usir Kapal Malaysia di Ambalat

06 Jun

SUHU konflik di blok Ambalat kembali meningkat. Tiga hari berturut-turut hingga Selasa (26/5), pesawat dan kapal perang Malaysia melanggar wilayah kedaulatan Republik Indonesia.

Kemarin, KRI Untung Surapati mengusir kapal Tentara Laut Diraja Malaysia, KD Yu-3508 yang mencoba memasuki wilayah kaya minyak tersebut. Sehari sebelumnya, kapal yang sama telah masuk ke dalam wilayah Indonesia sejauh 12 mil laut. “Mereka keluar setelah diberi peringatan tegas,” kata Komandan KRI Untung Suropati Mayor Salim kepada Jurnal Nasional.

Tiga hari lalu, KRI Hasanudin-366 juga mengusir KD Baung-3509, helikopter maritim, dan pesawat Beechraft yang mencoba memasuki blok yang terletak di perairan Laut Sulawesi itu. “Semakin hari makin meningkat pelanggarannya. Kami tak tahu apa maksud mereka,” kata Salim.

Menurut data Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, dari Januari hingga April tahun ini telah terjadi sembilan kali pelanggaran kedaulatan yang dilakukan militer maupun polisi Malaysia di perairan Kalimantan Timur.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, masih terjadi perbedaan penafsiran antara Indonesia dan Malaysia di Ambalat. “Peta yang digunakan berbeda,” kata dia.

Dia mendorong Departemen Luar Negeri sebagai penjuru perundingan perbatasan untuk mengintensifkan pembahasan. Masalah ini harus segara diselesaikan karena aparat di lapangan sering bergesekan. Masing-masing militer mendapat tugas untuk mengamankan wilayah. “Padahal, secara personal antarpetinggi Angkatan Laut berhubungan baik,” kata Tedjo.

Dia mengungkapkan, TNI Angkatan Laut menurunkan enam kapal perang yang digilir beroperasi di Ambalat. Kapal itu berasal dari Kesatuan Patroli Laut dan Pantai, Departemen Kelautan dan Perikanan, serta Polri. “Belum ada bentrokan. Mereka selalu mau saat diusir keluar,” kata lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1975 itu.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Iskandar Sitompul mengatakan, patroli Malaysia secara rutin melaksanakan lintas laut dari dan ke Tawau. Setidaknya setiap hari empat unsur beroperasi. “Saat kesempatan lintas laut itu, mareka sering mencoba masuk wilayah Indonesia,” kata Iskandar.

Pengamat hubungan internasional Bantarto Bandoro mengatakan, Indonesia jangan terpancing dengan apa yang dilakukan Malaysia. Dia memerkirakan Malaysia hanya menguji kesiapan Indonesia dalam mengamankan Ambalat.

Sumber: Jurnas

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 6, 2009 in KRI, TNI AL

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: