RSS

Jangan sekali-kali melupakan sejarah (jas merah)…

14 Jul
Copyright to Dutch Master@Indoflyer.net

Copyright to Dutch Master@Indoflyer.net

Judul artikel ini merupakan salah satu pidato yang pernah dikeluarkan oleh mantan Presiden Soekarno, dan bukan tanpa maksud saya mengutipnya… Nampaknya bangsa ini sangat mudah sekali melupakan apa yang pernah terjadi dimasa lalu..

Lalu apa hubungannya dengan alutsista???
Membahas alutsista yang dimiliki TNI saat ini tidak akan ada habisnya dan tadi malam saya menemukan sebuah diskusi menarik di Indoflyer dan ternyata ada beberapa buah foto yang menunjukkan bagaimana para pendiri bangsa ini bisa menciptakan angkatan perang yang sangat disegani saat itu.

Semoga catatan sejarah yang ada bisa membuka mata kita….

Tahun 60an:
Menjelang genderang perang pembebasan Irian Barat dimulai, Mantan Presiden Soekarno mengirim sebuah tim untuk membeli alutsista dari Amerika Serikat tetapi permintaan ini ditolak. Sehingga pemerintah RI beralih ke Uni Soviet, dimana Indonesia diberi pinjaman USD 2,5 miliar untuk membeli persenjataan dari mereka.
Tahun 90an:
Setelah insiden santa cruz, negara-negara barat yang dimotori oleh Amerika Serikat mengadakan embargo kepada Indonesia. Sehingga TNI khususnya AU mengalami kelumpuhan, karena kekurangan suku cadang. Rusia datang dengan menawarkan Su-30 MKI (I untuk Indonesia). Namun pembeliannya terhalang oleh krisis moneter.
Saat ini:
Setelah pada tahun 90an Indonesia mengalami embargo, TNI mulai melakukan diversifikasi atas alutsista yang dimilikinya, dan akhir-akhir mulai cenderung untuk tidak membeli alutsista dari Amerika Serikat. Pada tahun 2008 Indonesia mendapat kredit sebesar USD 1 miliar untuk membeli persenjataan.

Seseorang pernah berkata, sejarah akan terus berulang. Tetapi apakah pemerintah kita pernah berpikir siapa sesungguhnya kawan kita?? Dan apakah kita sudah memilih kawan yang tepat? Kawan yang datang saat kita butuhkan atau kawan yang juga membantu kita tetapi sering memberi peringatan atau ancaman ketika kita tidak melakukan hal yang mereka minta?? Seorang teman pernah bercerita bahwa ajakan untuk melakukan military exercise tidak hanya datang dari AS, Australia dan negara2 Eropa lainnya, tetapi juga dari Rusia, tetapi ia berkata orang-orang di pejambon akan berteriak-teriak jika hal itu TNI lakukan. Nampaknya orang-orang dipejambon, masih berpikir untuk melakukan politik bebas aktif yang cenderung ke barat. Tetapi apa mereka lupa ada teman dari timur yang juga memberi bantuan kepada kita??

Copyright r_adrie@indoflyer.netCopyright r_adrie@indoflyer.net

Orde lama:
Kebijakan luar negeri Presiden Soekarno dengan melakukan operasi Trikora dan Dwikora, bukanlah suatu operasi untuk memperluas wilayah. Operasi Trikora dilakukan untuk mengembalikan Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi. Dimana pada saat awal kemerdekaan kita, para pendiri bangsa kita dengan jelas mengatakan bahwa wilayah Indonesia adalah semua wilayah bekas jajahan Belanda yang bernama Hindia Belanda. Sementara operasi Dwikora merupakan covert ops, karena TNI dan tentara Inggris tidak pernah terlibat dalam pertempuran skala besar. Tetapi dengan memiliki TNI yang kuat dan keteguhan Presiden Soekarno untuk melawan imperialisme barat, mantan presiden kita yang satu ini juga dihormati oleh negara-negara Barat, hal ini dibuktikan dengan beliau diminta untuk berpidato pada Sidang umum PBB dan di hadapan kongres Amerika.
Orde Baru:
Mantan Presiden Soeharto memiliki sikap yang berbeda dengan mantan Presiden Soekarno, beliau lebih memilih untuk menjadikan Indonesia sebagai “anak baik dikawasan” walaupun beliau pernah memerintahkan operasi seroja di Tim-tim. Tetapi kebijakan “anak baik dikawasan” ini dlakukan juga dengan jalan memperkuat TNI dan diplomasi. Sehingga walaupun Indonesia tidak pernah terlibat dalam menggertak negara lain, tetapi tidak ada negara ASEAN dan selatan kita yang berani berulah, serta waktu itu mantan Presiden Soeharto termasuk orang berpengaruh di Asia. Kalaupun Indonesia pernah mengirim tentaranya keluar Indonesia dengan persenjataan penuh hanya terjadi beberapa kali, contohnya operasi Seroja, itupun setelah pemerintah AS dan Australia meminta Indonesia untuk masuk ke Tim-tim, daripada Tim-tim jatuh ke tangan komunis.
Saat ini:
Presiden kita terakir dan nampaknya akan menjadi Presiden dalam waktu 5 tahun kedepan pernah mengatakan “If We Want Peace, Prepare for War”, tetapi dilain pihak Presiden kita lebih memilih untuk mengembangkan Soft power daripada hard power. Presiden kita mendapat kesempatan untuk berpidato di G8, tetapi pada saat bersamaan Malaysia berani untuk mengacak-acak di ambalat.

Sejarah telah mencatat bagaimana negara ini pernah sangat ditakuti karena kemampuan militernya pada tahun 60 an, memiliki militer yang kuat pada saat TNI dibawah Jendral M Yusuf dan diplomasi yang handal saat deplu dipimpin Ali Alatas, serta saat ini Indonesia yang dihormati oleh negara-negara lain, tetapi dilecehkan oleh negara tetangga dan keadaan alutsista yang menua. Bagi saya TNI yang kuat dan diplomasi yang handal (hard power dan soft power kata Presiden SBY) merupakan 2 sisi pada satu koin yang sama, karena dua hal itu akan sangat meningkatkan posisi tawar Indonesia terhadap negara lain sehingga penguatannya harus dilakukan secara bersamaan. Almarhum Ali Alatas pernah berkata “diplomasi itu seperti bermain kartu”, dimana salah satu kartu nya adalah kekuatan TNI. Apa yang bisa diplomat kita mainkan saat kemampuan TNI berada pada titik nadir? negara lain akan memandang sebelah mata. Contoh paling gampang, mengapa diplomat Amerika Serikat sangat piawai? Ketika Menlu atau Presiden AS berkunjung kenegara lain maka biasanya ada kapal induk yang berada diperairan negara tersebut. Sehingga secara halus Menlu atau Presiden AS berkata jangan main-main dengan saya, saya punya pasukan yang dapat saya kerahkan dan mereka sudah ada di perairan anda. Pelajaran apa yang bisa dipetik dari cerita diatas?? Negara itu sejak pertama kali berdiri telah diperhitungkan oleh negara-negara lain, sehingga Presidennya akan mendapat perhatian dari pemerintah negara lain. Tapi apa iya, karena sudah diperhitungkan negara lain kita tidak mengembangkan TNI menjadi lebih kuat?? Membuat TNI kuat bukan terletak dari dana, karena alokasi dana yang ada pemerintah yang membuatnya. Tahun ini anggaran naik cuma 20%, klo pemerintah mau naik 100% juga bisa. Pertanyaannya mau atau tidak untuk menjadikan TNI lebih kuat??

Sekelumit cerita diatas, hanya sebagian cerita TNI dimasa lalu.. Banyak cerita lain seperti cerita Tu-16 yang melakukan dropping barang-barang di tengah-tengah benua australia, atau sebuah flight A-4 yang ditugaskan untuk mengebom sasaran tertentu di Filipina jika keselamatan mantan Presiden Soeharto terancam saat beliau berada di KKT ASEAN di Manila.

Dulu kita sangat berjaya, sekarang??
Foto-foto yang ada diambil dari situs Indoflyer

copyright to Dutch Master@ Indoflyer.net

 

Tags:

19 responses to “Jangan sekali-kali melupakan sejarah (jas merah)…

  1. khaaled

    July 29, 2009 at 6:40 am

    dulu kita jaya, terkuat…sekarang?anggaran dana untuk pertahanan malah dipotong sama dephan…gimana nih nasib angkatan perang kita kalo kayak gini terus?

     
  2. tri

    July 30, 2009 at 7:59 am

    pak sby sekarang mesti berfikir bgmn cara mencari dana khusus untuk pertahanan tanpa diikut sertakan dlm APBN.status dana tersebut internal militer pengelolan terserah saja.seandainya ada perekrutan sjumlah org indonesia katakanlah 10jt org sj yg diajak diberitahu difasilitasi mendatangkan dollar semisal 1 orgnya dijatah 10 dllar sehari maka akan ada dana 100jt dollar perhari untuk militer saja.indonesia 200jt 0rg maka akan ada dana US$ 2M sehingga tdk perlu menaikkan pajak untk pny anggaran

     
  3. r_adrie

    August 6, 2009 at 1:14 am

    Setuju, jangan sekali sekali melupakan sejarah…

    masih banyak jejak sejarah lain dari AURI yang belum dan akan terus diungkapkan nanti pada waktunya… butuh waktu dan riset yang terus dilakukan karena sudah sekian lama sejarah AURI diputar balik, dihapuskan begitu saja & fungsi nya saat ini sudah sangat berubah dari pakem awal.

    salam

    r_adrie

     
  4. adiewicaksono

    August 6, 2009 at 1:09 pm

    setuju bgt mas r_adrie… oh ya, salut jg buat anda dan teman2 indoflyer… yg mencoba untuk membuka sejarah TNI, khususnya TNI AU.. Terima kasih atas sumbangannya terutama foto2nya…

     
  5. bukan noordin tobs

    August 16, 2009 at 5:20 pm

    …tp jgn Lupa disaat yg Sama ekonomi kita hancur.. Saat ini malah jebot-jebot.. dah ga ada duit- Lemah lagi. tau apa yg dibanggain kecuali nimbun kekayaan sndiri-sendiri.

     
  6. barakuda

    November 29, 2009 at 2:44 pm

    saya setuju dengan tulisan anda, memang pemerintah harusnya lebih memperhatikan TNI untuk menjaga kedaulatan negara, ada pepatah mengatakan diplomacy without gun is nothing, pecuma mulut berbusa dalam berdiplomasi, cuma masuk kuping kiri langsung bablas kuping kanan. kasian deh indonesia. alokasi anggaran memang tidak cukup untuk membangun kekuatan TNI, hanya untuk mempertahankan saja sudah susah. namun kalau kebocoran anggaran bisa ditekan, masih bisa untuk mempertahankan kekuatan. kebocoran dalam tubuh TNI juga boleh dibilang banyak baik AD, AL dan AU, seharusanya KPK masuk ke institusi TNI, memang ada BPK tetapi bisa dilobi oleh pejabat TNI, jadi temuannya yang ringan2 saja, yg beratnya biasanya di nego dan tidak pernah diperpanjang. coba mana ada masalah kebocoran anggaran TNI yang mencuat ke permukaan ? hampir tidak ada.

     
  7. kitapastibisa

    December 23, 2009 at 4:00 pm

    Jika terbatas dana untuk beli pesawat, bikin saja “misile pintar” sebanyak mungkin, tebar di posisi-posisi strategis di semua pulau, diatas gunung, didalam hutan,lembah,dll. Dijamin semua pesawat musuh pikir2 karena belum apa2 sudah ke-lock dengan misile2 kita. Biayanya gak mahal2 amat.
    Kita pasti bisa aman.

     
  8. marxissukarnois

    February 9, 2010 at 6:27 am

    BUKAN RAHASIA LAGI AURI AMA ALRI DIANCURIN SECARA SISTEMATIS (SEDIH KALO INGET2X) AMA EYANG HARTO,KARENA KEDUA ANGKATAN INI SETIA AMA BUNG KARNO…SI HARTO INI TAKUT BILA AURI DAN ALRI MASIH MEMILIKI KEKUATAN DALAM WAKTU DEKAT MEREKA AKAN MELAKUKAN PEMBALASAN KEPADA AD (KHUSUSNYE RPKAD+KOSTRAD), SECARA PERSENJATAAN WAKTU ITU AURI+ALRI MENGUNGGULI AD BAGAIKAN LANGIT DAN BUMI..DAN SUDAH ADA BEBERAPA INISIATIF DARI PETINGGI ALRI+AURI (LEO WATIMENNA UDAH SIAP MENERBANGKAN MIG-21 DAN MAYJEN MARINIR HARTONO SUDAH KONSOLIDASI PASUKAN KKO) SAAT ITU UNTUK MENYERANG DAN MEMBOM MARKAS KOSTRAD DAN RPKAD..NAMUN DILARANG BK..INILAH KESALAHAN FATAL BK BELIAU BERANGGAPAN HARTO ADALAH SEORANG MANUSIA NAMUN TERNYATA BUKAN !!! DARI SEMENJAK BLUNDER KEPUTUSAN BK ITULAH BANJIR DARAH DIMULAI DI REPUBLIK INI BUKAN OLEH PENJAJAH TAPI OLEH BANGSA SENDIRI ! JASMERAH !!!!

     
  9. T Stiadi

    February 10, 2010 at 8:09 am

    Sebetultnya pertahanan kita kuat kok.. buktinya lihat saja, mobil2 dinas Dephankam.. semuanya mobil2 keluaran terbaru khan.. mungkin prinsip mereka, daripada uangnya dipakai buat beli tank yang entah kapan dipakainya, mending buat beli mobil baru… adeeeemmmm……….

     
  10. putu

    February 17, 2011 at 2:11 am

    sama dengan pemikiran anda…yg saya herankn knpa pemimpin kita lbh tertarik dgn barat..pdhl dah jls2 mrka sering mengecwkn kita n menyusahkn kita..tp kita tetap ja mesrah dgn mrka….alngkh baik na kita menjalin hub yg erat dengan rusia and cina..mrka tidak trllu bnyk mwnya…kgk kyk barat dikit embargo..

     
  11. patriotbangsa

    May 8, 2011 at 2:55 pm

    Belum ada yang bisa menggantikan bapak Soekarno, dibawah kepemimpinannya,bangsa ini punya harga diri dan sangat disegani.Bagi saya seharusnya pemimpin kita saat ini harus punya prinsip! jangan mencla mencle, ngapain beramah tamah dengan bangsa yg pernah mengembargo kita, Fakta sejarah, hanya Rusia lah yang pantas disebut negara sahabat!

     
  12. alfan

    November 23, 2011 at 6:33 am

    suatu negaa jika ingin menguasai politik, ekonomi, pertahanan, budaya, dll maka ia haruslah menguasai angkasa terlebih dahulu. (Bung Karno)

     
  13. alfan

    November 23, 2011 at 6:35 am

    Dalam perang modern justru land power dan maritime power akan menjadi lumpuh manakala air power diabaikan

     
  14. alfan

    November 23, 2011 at 6:37 am

    Unity of command (azas kesatuan komando) mutlak menjadi perangkat yg ideal dalam organisasi perang udara.

     
  15. alfan

    November 23, 2011 at 6:44 am

    modern air force concept : we’ll guard our country, in the air, aerospace and cyberspace. (its great full ..)

     
  16. alfan

    November 23, 2011 at 7:08 am

    memang benar kita negara maritim dan sangat butuh maritime power yg besar dan kuat, akan tetapi mohon maaf tanpa mengurangi rasa hormat dan kagum saya terhadap TNI AL, jika tanpa air power akan sia2 dalam menghadapi perang modern masa kini. Sebagai contoh, negara adi daya seperti Amerika Serikat mempunyai fleet (armada laut) yg sangat kuat dan disegani contohnya 7th fleet (armada ke-7). Perlu dipahami bahwa armada ke-7 ini yg menjadi tulang punggung kekuataanya adalah kapal induknya. Sekarang pertanyaannya apa sih yg menjadikan sang kapal induk tersebut menjadi sangat kuat bak dewa dan di takuti pula ?? Tak lain dan tak bukan adalah isi dari kapal induk tadi yg berupa pesawat2 tempur, pembom, angkut, pernika dll. Jadi pada intinya tetap saja kekuatan udara (air power) di era perang modern sekarang ini yg menjadi ujung tombak penentu kemenangan dalam sebuah peperangan atau pertempuran. Dan sejarah telah membuktikan hal itu. (peristiwa pemboman kota Hiroshima dan Nagasaki oleh pesawat pembom US Air Force). Satu kota menjadi lumpuh total dalam waktu hitungan menit bahkan detik semenjak panel switch gun di on-kan oleh sang pilot/juru tembak/bomber man dan jumlah personelnya pun tak lebih dari sepuluh orang (sangat efektif, hasil yg memuaskan dan low cost dari sisi kuantitas personel serta waktu yg singkat bahkan sangat singkat). Bayangkan jika hal itu dilakukan oleh pasukan darat, butuh waktu berapa lama dan berapa batalyon yg harus dilibatkan dalam melumpuhkan satu kota ??

     
  17. Dick Dharma Putra

    April 12, 2012 at 5:46 am

    sebenarnya ngga usah kita mikir kenapa dan bagaimana
    semua berpulang pada SEBERAPA TEGAS sih PEMIMPIN KITA dalam menyikapi perkembangan yang ada……..titik
    khan kita sdh tau ,,,???????? hehehe

     
  18. dodi

    July 30, 2012 at 2:23 pm

    Presiden adalah Corong Bangsa dan Negara
    1. Lebih baik pilih kawan yang bila beli senjata gak pake embargo.
    2. Perdagagan saling menguntungkan (bukan pincang profit)
    3. Kejar kemandirian bangsa komit para Pemimpin buat sejata sendiri
    (Cita2 Pendiri Bangsa dan Negara masih bergaung di sekolahan2 yaitu RI yang berdikari)
    Lihat Bangsa yang teknologi maju, tiap ganti Presiden tdk pernah stop riset persenjataan
    dan riset jalan terus dan terkadang malah anggaran riset teknologi ditingkatkan.
    4. Yang sdh berjalan, Galakan Riset2 segala bidang.

    Sedih sudah lewatin beberapa generasi muda tapi RI masih blm mandiri………. tapi gak apa kita
    berdoa Pemimpin mendatang dstrsnya komit mengikuti Pendiri Bangsa+Pejuangnya
    yang luhur2 “Jaga Negara dan Persatuan dan kesatuan Bangsa” tentunya dengan Kekuatan Mandiri
    salah satunya dan hemat adalah : Rudal Perdamaian

    Inget : Hutan sebagian sdh Gundul…kalo perang mau ngumpet kemana….!!!!

     
  19. Putrakelana

    May 7, 2013 at 2:03 pm

    kita cinta damai tapi kita lebih cinta kemerdekaan (bebas dari pengaruh bangsa asing)
    (Soekarno 1901 – 1970)

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: