RSS

Sistem Keamanan GMF Penuhi Standar Industri Penerbangan

06 Jan

Administration/TSA) dibawah US Departement of Homeland Security menyatakan sistem keamanan PT GMF AeroAsia sudah memenuhi standar industri penerbangan internasional. Kesimpulan ini diambil setelah dua Security Specialist TSA yakni Anthony Colombo dan Daniel Wahl meninjau langsung sistem keamanan yang diterapkan GMF AeroAsia di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng.

Dalam peninjauan langsung pada 17 Desember 2008 tersebut, team dari TSA tersebut meninjau sejumlah program dan fasilitas keamanan GMF seperti acces control, security program, security manual, security awareness training, dan employee background, serta contingency planning. “Seluruh pos security juga tidak luput dari pantauan mereka,” kata Eddy Suyanto selaku Security Coordinator GMF AeroAsia.

Dalam sesi presentasi pengenalan GMF dan sistem keamanan, Eddy Suyanto menyampaikan beberapa hal seperti jumlah personel security sebanyak 135 orang, 18 pos keamanan, 18 unit CCTV di 18 titik, 20 unit kamera, lay out kawasan GMF, dan lain-lain. Kepada team TSA, Eddy Suyanto juga menyampaikan beberapa training untuk meningkatkan kecakapan dan kemampuan personel security.

Meskipun memberikan apresiasi terhadap sistem keamanan GMF, TSA juga memberikan beberapa saran dan rekomendasi untuk ditindaklanjuti. Salah satu rekomendasinya adalah telepon seluler harus tetap melalui X-Ray di pintu masuk GMF. “Pemeriksaan telepon seluler melalui X-Ray ini seperti yang dilakukan di bandara,” katanya. Auditor juga menyarankan setiap tamu harus didampingi escort ketika memasuki area kerja GMF. Semua orang yang masuk area kerja juga harus di-screening dan diberi tanda pengenal.

Menurut VP Quality Assurance and Safety GMF Fuad Abdullah, aspek keamanan ini sangat penting bagi GMF sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari aspek safety di lingkungan perusahaan. Meskipun menurut penilain TSA sistem keamanan di GMF telah memenuhi standar keamanan industri penerbangan internasional, namun GMF selalu harus memperbaiki system keamanannya sebagai bagian dari perbaikan yang berkelanjutan.

Badan Keamanan Transportasi Amerika Serikat yang berkedudukan di Singapura itu merasa perlu melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan GMF, karena GMF melakukan perawatan pesawat dengan registrasi Amerika Serikat (FAA). Sejumlah maskapai dari Amerika Serikat seperti Southern Air menyerahkan perawatan armadanya kepada GMF. “TSA ingin menjamin pesawat yang berada di bawah registrasi FAA juga aman,” katanya.

Faktor lain yang menjadi pertimbangan bagi TSA adalah GMF AeroAsia merupakan perusahaan MRO terbesar di Indonesia yang memegang sertifikat approval dari Federal Aviation Administration (FAA). “Hasil evaluasi TSA ini diharapkan makin meningkatkan kepercayaan customer khususnya dari Amerika kepada GMF,” kata Fuad. (Corporate Communication PT GMF AeroAsia/ron)

 
Leave a comment

Posted by on January 6, 2009 in News, Penerbangan

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: