RSS

Kemana Mig-21 kita??

05 Jan

mig21

Adakah yang pernah bertanya dimana gerangan sisa-sisa kejayaan angkatan udara kita di tahun 60’an… jika anda pernah bertanya maka anda mungkin akan menemukan jawaban standar bahwa pesawat Mig (Mig-17, Mig-19 dan Mig-21) tersebut mengalami kerusakan akibat kekurangan suku cadang dan jawaban lainnya, sehingga akhirnya harus digrounded dan tidak beoperasi lagi.

Sebelum bicara tentang hal itu kita sedikit flash back ke tahun 60’an, berikut adalah kutipan dari situs Alutsista dan Aditya’s hanggar tentang keberadaan Pesawat Mig buatan Rusia tersebut:
“Keberadaan burung besi ini masuk dalam daftar peralatan perang yang disiapkan dalam rangka kampanye Trikora. Pasalnya Belanda yang masih ngotot bercokol di Papua Barat merasa diatas angin dalam hal persiapan perang terbuka. Hawker Hunter F-6, jet tempur buatan Inggris tahun 1954 yang dimilikinya belum mampu ditandingi oleh AURI kala itu. Walaupun AURI kebanjiran peralatan perang yang tergolong canggih, tapi untuk masalah jet pencegat pesawat lawan masih belum ada. Mig-17 Fresco belum menjadi tandingan Hawker Hunternya Military Luvchvaat yang mampu melesat 1.117 km/jam, daya capai ketinggian 14.325 meter dengan jangkauan 690 kilometer.

Sukarno, Presiden pertama RI rupanya tidak main-main dengan ucapannya. Segala aspek militer baik kekuatan offensive maupun defensive dibangun habis-habisan. Sebagai tindakan pertahanan apabila Belanda menempuh jalan perang dipilihlah jet tempur Mig-21 type F sebagai pesawat pencegat/interceptor. Tak perlu berlama-lama, pemerintah segera meneken kontrak pembelian 20 pesawat Mig-21 F ditambah dengan 10 Mig-19. Kemudian persiapan kilat segera dilakukan dengan membentuk dua tim kecil untuk belajar menerbangkannya. Tim pertama terdiri dari empat penerbang berangkat ke Uni Soviet untuk sekedar bisa terbang tepatnya di Pangkalan Udara Lugowaya di dekat perbatasan India. Sedangkan tim kedua belajar di dalam negeri tetapi tetap dalam bimbingan instruktur terbang dari Rusia.

Pengusaan terbang cepat dilakukan oleh penerbang-penerbang muda tersebut dikarenakan mereka telah berpengalaman dengan pesawat jet yaitu DH-115 Vampire, Mig-15 dan Mig-17 yang telah ada sebelumnya. Walaupun demikian penerbang muda tersebut sempat dibuat kaget dan kagum oleh performa dan kemampuan jet bersayap delta hasil rancangan spektakuler biro desain Mikoyan Gurevich ini.

Mig-21 F termasuk jet pemburu paling mutakhir di jamannya. Mampu mengejar laju dari pesawat pembom strategis Amerika B-52 Stratofortress yang terbang mendekati 1 mach. Pesawat kebanggaan Skadron 14 ini memiliki daya dorong 5.950 kilogram dari sebuah mesin turbojet Tumansky R-11-F2-300 yang mampu membuatnya terbang menanjak sampai ketinggian 20.000 meter, jarak tempuh 1800 km dan pada posisi mendatar bisa mencapai 2 kali kecepatan suara (> 2 mach). Masih belum cukup, Mig-21 juga dilengkapi dengan senjata kanon 30 mm dan dua rudal K-13A atau NATO menamainya AA-2 Atol. Jelas suatu mesin pemburu paling menakutkan bagi pilot-pilot Belanda di dalam kokpit Hawker Hunter yang jelas bukan tandingannya.

Walaupun akhirnya tidak turun langsung di kancah Trikora, tetapi keberadaannya membuat perang berakhir dimeja perundingan. Hal itu disebabkan, sebuah pesawat intai AU AS Lockheed U-2 Dragon Lady melayang di atas Madiun. Selama konfrontasi, sering pesawat ini sengaja diterbangkan dari Darwin ke Filipina untuk misi-misi intelijen. Dari ketinggian 70.000 kaki, teridentifikasi oleh pilot beserta kru deretan jet tempur dan pembom. Ditiliknya dengan cermat. Tak salah lagi, sang pilot yakin bahwa pesawat yang dilihatnya adalah pembom Tu-16 Badger dan MiG-21F Fishbed C (sebutan yang diberikan NATO), jet tempur penghadang (intercept) paling ditakuti barat kala itu. Sebelumnya, intelijen AS sudah mengendus kedatangan MiG-21 di Indonesia.

Hasil pengintaian ini bergegas disampaikan Amerika kepada Belanda. “Percuma melawan Indonesia, mereka punya ini.” Begitu kira-kira laporan intel AS kepada pihak Belanda sambil menyodorkan foto hasil jepretan pesawat U-2. Amerika pun sebenarnya masih gamang, mengingat F-4E Phantom yang baru dimodifikasi, masih meragukan untuk diadu berlaga melawan MiG-21.

Selain digunakan dalam kancah Trikora, tercatat pernah berpartisipasi dalam perang Dwikora, dimana Mig-21 melaksanakan tugas pengawalan terhadap pembom raksasa TU-16 Badger yang terbang melintas di perbatasan Serawak. Pernah berpapasan dengan Hawker Hunter dan HS Buccaneer-nya Inggris tapi kedua belah pihak tidak pernah mendahului melakukan tindakan provokasi.

Menurut cerita Marsda (Pur) Jahman dan Marsda (Pur) Rusman, penerbang MiG-21 AURI, ketika konfrontasi dengan Malaysia yang dikenal dengan kampanye Dwikora, Indonesia menyiagakan pembom Tu-16 dan MiG-21. Karena jangkauannya yang kecil, pesawat harus ditempatkan di Palembang dan Medan. Selama pengabdiannya di AURI, memang tidak ada pengalaman perang udara hebat yang ditinggalkan MiG-21 bagi generasi berikutnya. Selama Dwikorapun, hanya beberapa kali berpapasan dengan pesawat Hawker Hunter atau HS Buccaneer Inggris saat mengawal Tu-16.

Komodor Udara Leo Wattimena sendiri memang tidak menghendaki adanya duel udara di antara kedua belah pihak. “Kecuali ditembak,” perintah Leo. Namun begitu, dua rudal K-13A atau NATO menyebutnya AA-2 Atoll dan kanon 30 mm, tetap disiagakan. Biarpun dilarang bertindak provokasi, ada saja beberapa penerbang yang berbuat iseng. Maksudnya hanya ingin melihat kesiapan radar lawan.

Dengan airborne dari Medan, pesawat terbang low level menyusuri selat Malaka. Begitu menjelang perbatasan, tower akan berteriak memberitahu ada pesawat naik dari Butterworth. “Kita langsung pull up, kabur,” jelas Jahman yang menjabat komandan Skadron 14 setelah Rusman. Saat pesawat Inggris tiba di perbatasan, MiG-21 AURI sudah terbang jauh. “Kita (MiG-21) memang tidak pernah perang. Sebagai pencegat, kita hanya menunggu lawan yang tidak pernah jelas. Itulah tugas kita, menunggu dan menunggu,” tutur Jahman yang menerbangkan MiG-21 nomor 2164.

Mig-21 F memperkuat AURI hanya sampai dengan tahun 1967. Selanjutnya pesawat hebat ini di-grounded setelah sebelumnya melakukan farewell flight terbang sebulan penuh di Lanud Kemayoran.”

Berikut adalah kutipan yang diambil dari
“Red Eagles, America’s Secret MiGs” karangan Steve Davies.
“Setelah pemerintahan mantan presiden Soekarno jatuh, yang diikuti hubungan Indonesia dan Uni Soviet yang memburuk dan pemerintahan mantan presiden Soeharto yang condong ke arah Amerika Serikat. Maka Uni Soviet kemudian menarik maintenance support untuk pesawat buatan Uni Soviet yang berada di Indonesia. Sehingga dengan “terpaksa” Indonesia mempensiunkan 30 Mig-17, 10 Mig-19 dan 20 Mig-21 yang dimilikinya diakibatkan kekurangan suku cadang.

Kemudian Pemerintah Amerika Serikat dengan dalih untuk membantu mengembangkan kekuatan TNI AU maka memperbolehkan Indonesia untuk membeli peralatan militer buatan amerika serikat mulai dari T-33, UH-34D, hingga F5E/F dan OV-10. Tetapi perjanjian tersebut entah bagaimana membuat Amerika Serikat dapat membawa Mig kita ke ke Groom Lake, markas dari Red Eagles yaitu suatu skuadron yang ditugasi untuk mempelajari kelemahan dari pesawat-pesawat buatan uni soviet.

Adapun Mig yang dibawa ke amerika serikat tersebut dari 10 Mig-21F13 dengan tail number 2151,2152,2153,2155,2156,2157,2159,2162,2166,2170; 1 Mig-21U tail number 2172 dan 2 Mig-17F tail number 1184 dan 1187.”

Sementara Mig-19 dijual ke Pakistan. “Saya sendiri yang mengantarkan ke Pakistan, sekalian melatih penerbangnya,” aku Rusman.

Beberapa dari pesawat Mig tersebut masih bisa dilihat di Musium Satria mandala dan ITB, beberapa kabar dari milis info militer juga menyatakan beberapa Tu-16 kita juga dibawa kesana dan sisanya discrap. Lebih menyedihkan lagi pesawat T-33 yang kita beli dari Amerika tidak dilengkapi oleh persenjataan, walaupun akhirnya bisa diakali oleh ground crew TNI AU sehingga T-33 tersebut bisa dipersenjatai dan dapat digunakan untuk operasi militer.

Sumber: Alutsista , Aditya’s hanggar dan “Red Eagles, America’s Secret MiGs”

 
54 Comments

Posted by on January 5, 2009 in Catatan Pribadi, TNI AU, TNI Tahun 60an

 

Tags: , , ,

54 responses to “Kemana Mig-21 kita??

  1. thomy

    January 29, 2009 at 4:41 pm

    Dari kisah diatas dpt disimpulkan yg mana Real Leader,hrs diakui kita semakin lemah.Malu!

     
  2. andrian

    February 1, 2009 at 3:19 pm

    Sayang sekali. padahal seharusnya pesawat Mig 21 yg hebat itu kita pelajari utk kemudian dikembangkan seperti yg dilakukan India dan Cina. mgkin akan jauh lebih hebat jika sudah berada ditangan engineer kita karena dunia sudah mengakui kemampauan engineer kita yg termasuk hebat. Saya sendiri dlm benak saya sllu terbayang bagaimana hebatnya Mig 21 hingga membuat dunia barat gempar dan gentar kala itu. kemampuan mesin Tumanski yg bandel dan sampai saat ini saya dengar Mig 21 masih cukup disegani. Sayang sekali. Utk engineer kita, jng cuma pegang titel broer…miss…cba kalian utak-atik tu Mig 21 kali aja kalian bisa membuat As dan Inggris tercengang-bengang.

     
  3. Dian

    February 27, 2009 at 7:30 am

    Menurut saya MIG-21 sebaiknya di oprasikan lagi dan dimodifikasi sehingga menjadi layak terbang dan tempur. sayang kan kalau di buang begitu saja.

     
  4. adiewicaksono

    February 27, 2009 at 9:09 am

    Saya sangat setuju tentang kehebatan Mig-21, bahkan Kroasia saat ini masih menggunakan Mig-21 (seri MiG-21bis dan MiG-21UMD)..

    Ya, seandainya sejarah bisa terulang (anda bisa baca tulisan saya tentang Sejarah yang tidak bisa berulang..) mungkin pada dekade 80-an kita masih bisa menggunakan Mig-21..

    Tentang kemungkinan mengoperasikan Mig-21. saya rasa akan sangat susah.. karena TNI harus mengecek kondisi airframe dan mengadakan pembuatan engine untuk pesawat itu..

    Lebih baik kita memilih presiden dan anggota DPR yang yang peduli dengan TNI pada pemilu tahun ini..

     
  5. basu

    March 11, 2009 at 4:30 pm

    amerika memang anjing!!!

     
  6. adiewicaksono

    March 11, 2009 at 7:09 pm

    klo mau comment yg sopan… Thanks

     
  7. oim

    March 18, 2009 at 3:38 pm

    bgitulah hebatnya amerika, dengan sejuta alasan mereka bisa membawa pesawat kita….

    tapi benar juga tuh, knp kita nggak modifikasi aja pesawat yang ada…

    trus untuk pemilu yang akan datng, pilih orang yang paham dan tau tentang pertahan kita….

     
  8. Apip

    March 20, 2009 at 9:34 am

    saya kebetulan kerja dan berhubungan dgn TNI Au, sayang bgt yah, coba dulu Presiden kita “Sukarno” bisa “bertahan”, mungkin Indonesia masih disegani.

     
  9. adiewicaksono

    March 20, 2009 at 4:43 pm

    Iya mas.. Seandainya sejarah bisa berulang…

     
  10. itrax

    March 24, 2009 at 9:03 am

    yang gak ngerti gue sampe sekarang….ada apa dengan biaya anggaran negara kita????
    bener2 keterlaluan DPR ini, liat dunk pake ati bukan saku aja yg di gedein…harusnya Indonesia punya ratusan pesawat tempur intercept dan radar2 yg handal kalo pengen Ibukota kena Tomahawk….gaji yg wajar aja dunk, sudah gaji gede masih juga “ngemplang”…hiks!!

    ooo iya, saya dulu pernah belajar turbin pesawat, kayaknya masih ada mesin2 MIG di Lanud ABD Saleh Malang…kasian juga bronco juga mulai dikandagkan…bronco is the best..

    salam
    Jayalah Bangsaku Indonesia

     
  11. adiewicaksono

    March 24, 2009 at 11:57 am

    makanya mas itrax.. pilih calon anggota dpr yg bener pas pemilu bsk… wah soal mesin2 MIG saya baru tau… ada 2 pswt bronco yg baru selesai perbaikan.. smuanya perbaikan total.. tapi perintah grounded tiba2 turun.. jadi skrg cuma dikandangin aja..

     
  12. haryo

    May 17, 2009 at 3:50 pm

    Kita selaku generasi muda sangat prihatin.Para pimpinan
    bangsa ini tidak pernah sadar bahwa kita ini bangsa besar.
    KIta hanya bisa mengenang sejarah tapi tidak ada niat
    untuk membuat sejarah….

     
  13. tri

    July 30, 2009 at 7:02 am

    berani seperti cina.beli peralatan sedikit lalu ajukan lisensi ( krn sdh berhenti produksi statusnya apa? )kalo ndak dikasih ya bongkar saja satu lalu ditiru/copy.kelemahan mig 21 hanya di mesin yg boros sama sayap yg terlalu tipis ( saya baca keterangan mantan pilot di majalah angkasa ).kalo sekarang mesin kecil yg tenaga besar sdh banyak di pasaran ato sekalian bikin didalam negeri.yg di ITB saja yang dibedah,khan sdh cukup lama diutak atik sekalian menambah ilmu.naikkan WTR rationya sehingga lebih gesit lagi,tambah FBW sistem ( PT DI sdh bisa buat khan )difungsikan sebagai pesawat sekelas hawk 200 jg bisa,yg penting lg sembunyikan acara pengembangannya spy tdk dijegal lg ( kasus n 250 )trims.jgn liat kembali sejarah tp gunakan untk memacu diri berbuat lbh cepat lbh baik

     
  14. haryo

    November 14, 2009 at 10:27 am

    Buat apa duit di hamburkan buat beli senjata…kita beliin aja “tahu petis”kan dapet banyak.Kalau senjata akan buat orang ketakutan dan bisa membunuh,,,lain dengan “tahu petis”di makan enak dan bila dilempar ke musuh paling mabok
    kerena bau “petis”….

     
  15. marxissukarnois

    November 26, 2009 at 1:11 am

    suharto emang dari awal punya niat jelek untuk menghancurkan AURI+ALRI!!!..karena jaman BK AD tuh kagak ada ape2nye sebatas pertahanan teretorial aje padahal indonesia itu negara kepulauan…batas laut ama udara lah yang terpenting harus dijaga!!! tapi emang SUHARTO itu ‘son of a bitch’ dan budak NEKOLIM sekedar catatan AURI punya 26 tu-16,22 il-28 (sebagian di sumbangkan ke ALRI) jaman HARTO f-5(cemen abisss udah di permak ama amerika duluan),a-4(sumbangan israHELL dikirim diem2),f-16(juga udah dipermak abiss beberapa kemampuannye dikurangin) kagak aneh jika MALINGSIA makin belagu…apa RPKAD ama KOSTRAD bisa mantau tuh batas laut ama udara republik?? kagak yakin gw…

     
  16. geblegss

    January 22, 2010 at 4:35 am

    babe gw termasuk salah satu penerbang mig 21 tsb, dan sekarang gw tmsk salah satu yg pengen banget benerin tuh pswt yg ada di itb dan diterbangkan lagi….emang ide gila tp kenapa enggak??
    kan sekarang produk Cina banjir dipasaran kenapa gak beli aza sekalian mesin Tumansky buatan Cina…????
    Klo emang dapet semua sisa mig 21 engine swap…..hehehehhehe
    oh iya babe gw dulu bawa yg tail number 2157, gw msh simpen tuuhhh foto…..keren bgt!!!!!
    viva mig 21.

     
  17. Yuda

    February 9, 2010 at 1:28 pm

    Amerika maling…..,negara yang bodoh bisanya cuma merampok negara berkembang…!!!,copy paste…,anti-amerika….,!!!!Soeharto koruptor….mati aja loe….

    Lah….,di Cina gx ada copi-an Tumansky ?,di India kan juga ada MiG-21 , apa karena adek-adek Su-27 dateng ( Su-30 )…?,trus kalo dari segi kemampuan pesawat amerika tu…,cupu bgt…,menang tekno,trus di lebay-lebay’in di film2 hollywood…,jujur knapa gx beli Tu-95 aja (yang berisik biar kuping orang amerika budeg cmua)?wkwkwkw….

    nah..tinggal anggaran negara aja..yang nentukin beli pesawat apa kagak…,dari pada beli Toyota Crown RS 1,3M cyinnnn….,dikali berapa pejabat twu…?,nie…yang harus di denger pak presiden RI ama kabinetnya (kepedulian anak kelas 1 SMK di Denpasar),pesawat Rusia boleh dibilang lebih jelek dari Amerika (katanya…,toh amerika benernya juga JIPLAKKKK punya USSR/Rusia)..,tapi liat pake mata jangan dengerin gosip dari web2 yang nyombongin amerika (USAF)..,

     
  18. haryo

    April 28, 2010 at 2:41 pm

    Yang maling bukan Amrik bro…yang maling pengelola bangsa
    ini yang hanya untuk mendapatkan sekian dolar sudah menggadaikan martabat bangsa,,,mereka tidak ingin melihat bangsa ini menjadi besar…yang penting ada dolar dan pundi2 terisi penuh..dasar bedebah…

     
  19. jiwamalam

    May 1, 2010 at 5:32 pm

    Terima kash nfonya, baru tahu saya behind the story dari Armada Mig yang TNI punyai. ditunggu artikel yang keren seperti ini.

    salam kenal.

     
  20. sopyan

    July 26, 2010 at 1:52 am

    pilu membacanya,pada masa itu tak satupun negara didunia iniyg berani mempermalukan indonesia,tapi kini…..???

     
  21. tri

    August 4, 2010 at 6:30 am

    Setelah masa trikora dan penumpasan G30s Indonesia tidak punya kekuatan karena embargo russia.dana untuk cari pesawat lagi belum punya karena situasi ekonomi saat itu karena masih masa pemulihan sedang harga minyak yang melambung tinggi tidak mungkin cair karena yang mau beli minyak ditahan/dilarang beli dari Indonesia oleh amerika.Mereka rekayasa pembelian murah seabreg pesawat dengan syarat semua peralatan non barat discrap ( dihancurkan ) kecuali yang dibutuhkan amerika.Indonesia sebetulnya bisa cari dari negara sahabat tapi sekali lagi karena dana cash tidak punya dan saya juga yakin russia juga melarang negara2 sahabat unutk menjualnya ke indonesia karena waktu itu russia belum menjadi negara kapitalis juga karena negara2 yang diberi peralatan militer beserta kreditnya adalah negara yang diusahakan untuk menjadi komunis.dari hal ini russia jg dapat pelajaran bahwa produknya akan kalah bersaing bila politik ini tetap diterapkan sehingga sekarang russia menjadi pedagang senjata yang bisa bersaing dengan barat.tapi sayangnya didalam situasi seperti itu soeharto dan kroninya memanfaatkannya dengan menumbuhkan nepotisme disegala bidang.benar adanya wawancara iwan tirta dengan dalton tan onaka di metro TV.kemandirian dengan kerjasama harus ditegakkan mulai dari sekarang.mentalitas saya lebih pintar dari kamu,maka kamu harus tunduk padaku harus dihapus.saya pernah baca tulisan ” 1 orang profesor Jepang tidak mungkin mengalahkan 1 profesor dari amerika,tapi 2 orang profesor Jepang bisa mengalahkan 10 profesor amerika .semangat yang sama patut dicontoh

     
  22. arthurbeliz

    July 9, 2011 at 6:13 am

    selama antek amerika masih bercokol….jgan berharap indonesia jadi negara superior kaya dulu om

     
  23. yudha satrya

    July 20, 2011 at 8:43 am

    jangan tergantung suku cadang negara lain, putra putri indonesia harus bisa seperti mereka yang terlebih dulu membuat, kita berkarya untuk bisa menandingi mereka negara maju yang telah menyepelekan indonesia.

     
  24. EKO BUDI WIBOWO

    October 17, 2011 at 10:53 pm

    DPRT PAN PONDOK KARYA PONDOK AREN TANGSEL MENGUSULKAN AGAR TNI.AU MEMILIKI KEMBALI SKADRON A4-E DAN TA-4SU,YAK.130 ATAU 2 SKADRON PENUH MIG.AT…PERKUAT SKANUD DENGAN YON DETA.ARHANUDSE PASKHAS AU DENGAN RUDAL JENIS S.300,S.400,BRAHMOS,RUDAL SHAHAB IRAN GUNA BURU DAN HANCURKAN BLACKFLIGHT.

     
  25. Tilang Mangsa

    March 26, 2012 at 7:58 am

    Angan2 menerbangkan lagi MiG-21 tidak realistis. Perlu diketahui, MiG-21 memang hebat dalam hal kecepatan (bisa terbang 2x kecepatan suara). Tapi daya jangkaunya hanya 1.5 jam. Peralatan avioniknya masih manual. Kalau diadu dengan pesawat tempur sekarang pasti kalah. Perang udara sekarang lebih ke perang elektronika. Bukan dog fight (pesawat kita berhadap-hadapan dengan pesawat musuh).
    Lebih realistis kalau kita membeli pesawat tempur generasi terakhir sehingga lawan segan. Dilemanya, kalau ingin pesawat blok barat, biasanya dengan kredit lunak, tapi banyak sekali syarat2nya (Ham dll.). Sedangkan dari Russia, kita bisa beli pesawat tercanggih mereka lengkap dengan persenjataannya. Tapi harus dibayar cash…….Padahal keuangan negara belum memungkinkan…..Tugas para perencana kita untuk membujuk Russia memberikan kredit export ringan……

     
  26. SURONO

    April 27, 2012 at 12:02 pm

    ya kalo bisa buat sendiri aja… lebih murah, efisien, kerahasiaan tehnologi jg terjaga, lebih PeDe, lebih bangga, lebih Nasionalis, dan punya segudang kebanggaan…
    SEMANGAT…!!!!

     
  27. arin

    July 21, 2012 at 3:12 am

    daripada membuat pesawat tempur mendingan di korupsi rame-rame, terkutuklah koruptor, akan kubunuh kalian semua.

     
  28. MD

    September 25, 2012 at 1:15 pm

    ada baiknya pesawat MIG -21 bikinan Uni Sovyet perlu dipelajari dan dikembangkan mengingat insinyur – insinyur putra bangsa tidak perlu diragukan keahlianya, karena terbukti alutsita bikinan Uni Sovyet di era dulu lebih handal daripada bikinan Barat ( Amerika ). Dan anehnya lagi pejabat dulu koq begitu gampangnya /MEMBUANG burung besi yang dikala itu ditakuti oleh pihak Barat, karena itu ada kaitannya dengan tehnologi pesawat tempur yang berkemampuan diatas tehnologi bangsa kapitalis amerika yang jelas musuh besar Uni Sovyet ( Rusia). Amerika di manapun sifat ketamakan dan imperalis dan mengaku negara yang menjunjung tinggi HAM tapi sebaliknya merupakan negara yang paling berat melanggar HAM. Masihkah indonesia berkiblat kepada amerika…. ? Dan masih inginkah kekayaan yang di Papua dikuras oleh amerika… jawabanya… Gak apa apa asal indonesia jadi negara abdi dalem amerika…. Selamattt….mengabdi indonesiaku..

     
  29. komo

    October 2, 2012 at 5:06 pm

    Berusahalah & berdoalah..krn kita masih punya GATOT KACA2 MUDA HARAPAN BANGSA INDONESIA

     
  30. maximov

    October 18, 2012 at 4:42 am

    wahh cb indonesia belajar dari India gmn punya lisensi pabrik mig… hehehe kyk hindustan aircraft corporation itu…punya pabrik sukhoi atau tupolev gitu…. hehehe..paling nggak lisensilaahh

     
  31. ybeng

    October 18, 2012 at 8:10 am

    berarti F 16 itu hasil curian dari MIG.

     
  32. ABD MALIK

    October 26, 2012 at 5:07 pm

    kARENA PEMERINTAH ORDE bARU DICEKOKI dOLLAR US..SUKA TRIMA SUAP…AKIBATNYA BANGSA INI JADI BODOH SAMPAI SAAT INI

     
  33. eko budi wibowo

    November 2, 2012 at 11:23 pm

    Sangat menyedihkan,…Mig 21 kebanggaan TNI.AU kita hanya jadi bangkai tua.Tetapi saudaraku Presiden RI bila ada kemauan tekad yang kuat sebagai warga prajurit,kenapa tidak bisa menjalin kerja sama memproduksi pespur MIG,SUKHOI.setidaknya bisa mendatangkan 1 skanud SU-35 BM,1 skanud YAK.130,MIG.AT,…penambahan 5 baterai arhanudse TNI jenis RUDAL S.300,S.400.penambahan RADAR menjadi min 32 titik se-tanah air…

     
  34. eko budi wibowo

    November 4, 2012 at 6:42 am

    Dewan Pimpinan Ranting PARTAI AMANAT NASIONAL Pondok Karya Pondok Aren Tangsel Banten mendukung setiap kebijaksanaan petinggi Mabes TNI mengenai anggaran alutsista TNI yang perlu dimoderenisasikan-dimekarkan agar lebih efektif kinerjanya menjaga kedaulatan darat,laut maupun udara.Kami juga mengusulkan secara terbuka agar di tahun 2013-2025 dibuka SEKOLAH PENERBANG TEMPUR untuk TNI.AL diwilayah Indonesia Timur dan Barat.mungkin 1 skanud YAK.130,MIG.AT,A.4 Skyhawk,F.5 cukup sebagai pembuka dibantu TNI.AU.

     
  35. dimas

    February 5, 2013 at 7:23 am

    pejabat di negeri kita terlalu sibuk korupsi,bagi bagi jatah satu sama lainnya,makanya dimana ada putra bangsa yg berkompenten dalam teknologi gak pernah di anggap.selalu berpikir buat apa lakukan penilitian kalau bisa beli jadi,baru sekarang ada kebijakan beli + ToT nya jg.baru sekarang para pakar peniliti kita mulai di perhatikan(baru mulai ya,belum 100% di perhatikan)makanya kita ketinggalan jauh dari negeri orang.

     
  36. Arwan

    July 7, 2013 at 4:17 am

    Lebih tulus hatinya Uni Soviet /Rusia dari pada Amerika. Apalagi alutsista.Kalau Amirika pastilah, ya. ada Embel. embelnya….

     
  37. tri

    August 13, 2013 at 1:54 pm

    ya itulah politik….kita indonesia yg sudah punya mig banyak dan pembom bukanya di rawat tapi malah di scrap dan diserahkan ke amerika ditukar pesawat2an. semoga pengalaman masa lalu tidak terulang kembali, jayalah indonesia ku dan semoga di jaman mendatang dapat memproduksi alutsista sendiri tanpa tergantung negara lain amiiiin

     
  38. Bambang Poso

    September 4, 2013 at 2:51 pm

    Kalau masih ada Mig-21 yg indonesia punya ana mau beli ajalah ….

     
  39. edi

    October 4, 2013 at 6:35 am

    aduh Indonesia…….kasian

     
  40. jokobagus

    October 17, 2013 at 2:36 pm

    Presiden yg sekarang malahan lebih condong ke Amrik..

     
  41. dr.Abdul Rachman Nasserie

    November 4, 2013 at 5:01 am

    Saya bangga dg komentar2 yg ada,yg terbesarnya menunjukkan rasa cinta pada negeri ini,dan ingin negeri ini menjadi kuat,terhormat dan membanggakan.Komentar yg ada nampak dewasa ,menunjukkan gambaran mana negeri yg baik dan yg berperilaku buruk ( Amarika Serikat ataukah Rusia).Saya tidak berpihak pada Rusia,sikap saya Proporsional saja.Saya membaca ,pemerintah Amerika Serikat seringkali lebih mempresentasikan jiwa Israel,bukannya jiwa bangsa Amerika Serikat yg multi Etnis.Kesalahan dalam persenjataan negeri ini ada pada sikap Presiden dan Paramenteri nya yg tidak dewasa dan kerdil,tidak atau kurang bangga dengan kemampuan sendiri.Produk yg sdh mampu kita buat kita utamakan,sedang yang belum, kita beli dari luar secara selektif,disertai alih teknologi seperti halnya Cina,India dan lainnya.Demikian juga pengadakan persenjataan/Alusista kita. Presiden,Paramenteri,Gubernur,Bupati,sampai Pimpinan terbawah,harus Fanatis Positif memamerkan pada Rakyat dan Bangsa lain,penggunaan produk dalam negeri. Mereka harus/wajib pakai produk nasional disekujur tubuh mereka,kendaraan,segala peralatan dalam keseharian mereka. Pesawat Kepresidenan,Mobil Dinas Kepresidenan,Menteri,Pejabat Tinggi,Gubernur,Bupati/Walikota, sampai terbawah adalah buatan PT DI,Mobil SMK,Sepatu Cibaduyut, Tekstil Bekasi,Karawang,Bandung,Majalaya,dan daerah2 lainnya di Indonesia.

     
  42. nusa

    March 31, 2014 at 8:13 am

    BUSUKNYA SUHARTO, MEMBUAT LEMAH INDONESIA

     
  43. Betty

    April 25, 2014 at 5:07 am

    itulah makanya rusia men embargo indonesia,karena pesawat mereka di kasih ke ASU.

     
  44. aysade

    July 18, 2014 at 12:58 pm

    baiknya dipelajari oleh anak bangsa, untuk di buat sukucadangnya

     
  45. jamar1543 (@qomarud13973905)

    July 22, 2014 at 10:14 am

    fuckin bastard USA , euro,fpi bangsat !

     
  46. rio all give a rich

    August 13, 2014 at 3:52 am

    Seharusnya kita bisa mengembangkan kembali pesawat2 kita yg lalu itu , seperti MIG 21 kita itu . Karena dengan kemampuan pesawat MIG 21 itu sangat hebat. Andaikan pesawat kita itu bisa di kembangkan kembali , pasti pertahanan udara kita itu bisa semangkin di segani oleh dunia , walaupun negara lain bilang negara kita itu miskin , tapi pertahanan negara kita itu sangat kuat …..!

     
  47. Tukang kebun

    November 17, 2014 at 12:52 pm

    Pejabat dan pemerintah kita bodoh.

     
  48. iam

    June 12, 2015 at 1:44 am

    kita diembargo bkn sama rusia tp soviet, @betty diembargo juga karena kita dekat dengan china (PKI berkiblat ke pkc (maoist) cmiiw), kare hub2 komie vs komie china, rusia waktu itu gak harmonis. ub prc sama soviet emang gak harmonis ko biarpun komie vs komie. search aja chona soviet war.

     
  49. dwi eko

    August 28, 2015 at 5:12 pm

    Saya pikir untuk program KFX/IFX indonesia bisa mengambil sistem avionik mig 21. Dan untuk program ini saya harap militer indonesia di segani.

     
  50. untung sudradjat

    January 9, 2016 at 5:33 pm

    Klo denger sejarah sangat menyedih kan,bagaimana tidak.kita pernah punya armada pesawat tempur canggih di jaman nya hanya tinggal berapa sisa kenangan,yg saya tahu ada satu yg di pajang di musium satria mandala yaitu mig21.percaya klo yg lain nya di angkut ke luar untuk di pelajari kehebatan pesawat buatan rusia ini,atau mungkin juga upaya perlemahan kekuatan udara kita agar tidak di operasikan lagi mengingat penerbang kita berani dg kondisi pesawat yg ada.dan dg dalih ingin di ganti pesawat buatan AS.sayang gak ada realisasi nya,setahu sy setelah era mig di ganti pesawat bakas yaitu jenis f86 sabre dan berjalan beberapa th kemudian baru ad A4 sky hawk,HS hawk dr bae,dan f5e/f tiger.

     
  51. Ilham

    March 29, 2016 at 3:25 am

    Iulah kebodohan Indonesia , ini adalah pelajaran berharga buat anak bangsa. Jangan mau dijanji janji. ! mereka mempelajari MIG itu untuk pengembangan militer mereka.

     
  52. idhar

    June 16, 2016 at 1:32 am

    TNI itu harus profesional dan terbuka dan ini bisa di mulai dari perekrutan prajurit TNI itu sendiri,seperti bekerja sama dengan institusi dari UI,UNPAD dan lain lain,biar mereka yang mengolah mengetesnya calon prajurit,nah TNI tinaggal menerima saja tanpa ada intervensi sama sekali,maka Saya percaya TNI kita kuat,modern dan profesional dan pasti MENANG DALAM PERTEMPURAN.salam komando!

     
  53. Telo Boleng

    November 5, 2016 at 11:39 am

    bersahabat dgn AS banyak ruginya, semuanya di dikte, sekiranya masih nguntungin AS negara ybs tetap di jadikan sahabat tapi kalo sdh tdk menguntungkan kepentingannya pemimpinya di goyang lewat CIA nya yg berkolaborasi dgn penghianat pribumi, dan gobloknya dan tak tahu malu mau jual negeri ini ke AS, lihat bersahabat dgn AS gunung emas Freeport di kuasai sampai sekarang, ekonomi makin anjlok, berbeda dgn bersabat dgn Russia hasilnya Irian masuk Indonesia Belanda minggat, bgitu Soekarno jatuh indonesia merapat ke AS an hasilnya gunung emas di rampok, East Timor di serbu Indonesia atas hasutan AS, setelah 20 tahun AS berbalik menghantam Indonesia dgn issu HAM dan hasilnya pengorbanan ribuan nyawa TNI sia2, jutaan dollar mubazir untuk urusin TIM-TIM……
    maka tidaklah salah bersabat dgn Russia

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: