RSS

Tag Archives: TNI AU

Apa yang salah dengan super tucano???

Super tucano

Tadi pagi, bbrp teman mengabari untuk membuka web Seputar Indonesia , dan membaca artikel yang judulnya “DPR Kritik Rencana Pembelian Tucano” awalnya saya mengira hanya sebuah kritik anggota komisi tentang rencana pembelian pesawat ini. Tetapi ada yang harus dijelaskan kepada anggota yang bersangkutan, karena ada beberapa komentar beliau yang sepertinya sedikit “aneh”. Ini adalah  jawaban saya atas artikel tersebut…

Berikut adalah cuplikan artikel tersebut
Nggak tanggung-tanggung, yang saya dengar SuperTucano yang akan dibeli itu 12 unit,” katanya di Jakarta kemarin. Bagi Fayakhun, bukan hanya soal jumlah pembelian yang menjadi masalah. Lebih dari itu, soal fungsi,kegunaan,dan tujuan pembelian SuperTucano juga jadi masalah.“Kenapa harus Tucano,” tanya politikus muda partai beringin itu. Dia menjelaskan, secara fungsional, SuperTucano tidak cocok untuk melakukan pengawasan perbatasan.

Justru pesawat Oviten Bronco yang saat ini dimiliki TNI lebih fungsional dalam melakukan pengawasan perbatasan. ”Jadi seharusnya kalau mau beli pesawat untuk mengawasi perbatasan yalebih baik yang semodel dengan Oviten Bronco, tinggal hunting. SuperTucano itu mesin pesawatnya jadul meski keluaran baru dan nggak cocok untuk pengawasan perbatasan,”tandasnya.

Fayakhun menambahkan, ketimbang membeli pesawat, lebih baik membeli alat komunikasi dan sensor untuk perbatasan. Secara prinsip,alat komunikasi dan sensor lebih praktis dan fungsional dalam melakukan pengawasan perbatasan. ”Kebanyakan kan penebangan liar. Itu kan masuknya dari darat. Begitu alat beratnya masuk wilayah kita,itu sensor sudah bekerja,” tandasnya.

Jawaban saya:
-Nggak tanggung-tanggung, yang saya dengar SuperTucano yang akan dibeli itu 12 unit

Kalau yang bapak permasalahkan adalah jumlah pesawat, saya juga ikut permasalahkan mengapa hanya 16 unit (dari berita yang saya dapatkan Tucano yang ingin dibeli TNI AU adalah 16, mengapa bapak ini bilang 12??) atau 1 skuadron, mengapa tidak 2 atau 3 skuadron sekaligus?? ada perbatasan dengan malaysia yang harus dijaga, begitu pula dengan perbatasan dengan papua nugini. Itu kalau ingin berbicara tentang negara lain yang memiliki perbatasan negara di darat, bagaimana dengan laut kita yang luas?? perlukah dijaga??
Read the rest of this entry »

 
32 Comments

Posted by on March 2, 2010 in Catatan Pribadi, TNI AU

 

Tags: , ,

Kapal Perang AS Terobos Perairan Natuna

Sea Hawk terbang di dekat Casa 212, Untuk mencegah pesawat TNI AL mendekati konvoi

Sea Hawk terbang di dekat Casa 212, Untuk mencegah pesawat TNI AL mendekati konvoi

Monitor Satuan Radar 212 TNI-AU di Batam menunjukkan sinyal mencurigakan pada Selasa 23 Juni sore lalu. Terindikasi ada enam kapal perang asing memasuki kawasan alur laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Lokasi tepatnya di antara perairan Pulau Laut dan Pulau Subi Natuna.

Hasil pelacakan lebih jauh, keenam kapal perang itu milik AL Amerika Serikat. TNI-AU pun langsung berkoordinasi dengan TNI-AL Ranai.

Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan menerbankan pesawat cassa TNI-AL untuk mengintai keenam kapal perang AS tersebut. Hasilnya, keenam kapal dengan persenjataan lengkap dan sebar otomatis itu memang berjalan beriringan di perairan Indonesia.

Tanpa melakukan tindakan apa pun, pesawat pengintai TNI-AL terus memantau pergerakan iring-iringan kapal perang AS itu. Setelah tiga jam mengintai, tanpa disadari sebuah helikopter puma AS mendekati pesawat pengintai tersebut. Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by on June 27, 2009 in Negara Lain, TNI AL, TNI AU

 

Tags: , ,

Siasat Mencegah Besi Tua

HELIKOPTER itu terbang membubung, lalu mulai berputar mengelilingi landasan. Suara mesinnya menderu-deru, ditingkahi bunyi baling-baling memotong angin. Mendadak, suara mesin senyap. Dalam hitungan detik, hidung heli menukik turun. Tak lama, sebuah dentuman besar menandai terempasnya helikopter Puma 3306 TNI Angkatan Udara, di Landasan Udara Atang Sendjaja, Bogor, Jumat dua pekan lalu. ”Apinya baru padam setelah 15 menit,” kata Salman, 60 tahun, petani di Bojong yang melihat langsung peristiwa na-has itu.

Kecelakaan itu menambah deretan panjang pesawat, helikopter, dan peralatan tempur Tentara Nasional Indonesia yang rusak saat digunakan dalam latihan militer. Tak sampai seminggu sebelumnya, sebuah helikopter Bolkow BO-105 TNI Angkatan Darat juga jatuh di Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat. ”Saat itu cuaca berkabut dan hujan deras,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI-AD, Brigadir Jenderal TNI Christian Zebua Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 26, 2009 in TNI AU

 

Tags:

KSAU Sesalkan Terhentinya Pengadaan Heli PT DI

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Subandrio menyesalkan terhentinya kelanjutan pengadaan 16 Helikopter Super Puma dari PT Dirgantara Indonesia (DI).

“Sangat disesalkan, mengingat pengadaan itu sangat penting bagi peningkatan kesiapan operasional TNI AU,” katanya, di sela-sela peninjauan Latihan Sub Komando Satuan Tugas Gabungan TNI Natuna di Ranai, Kepulauan Riau, Sabtu.

Ia mengemukakan, dengan terhentinya proses pengadaan helikopter Super Puma itu mau tidak mau berpengaruh terhadap tingkat kesiapan skuadron helikopter TNI AU. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on June 14, 2009 in PT Dirgantara Indonesia, TNI AU

 

Tags: , , ,

Helikopter Puma TNI AU Tidak Akan Dihanggarkan

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio menegaskan, helikopter Puma tidak akan “dihanggarkan” sementara, selama proses investigasi berlangsung.

“Tidak akan. Kita jalankan investigasi dan helikopter yang ada tetap dioperasikan seperti biasa,” katanya, menjawab ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Subandrio mengatakan, pengecekan rutin terus dilakukan terhadap semua alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Udara termasuk helikopter Puma yang bermarkas di Skadron Udara 8 Pangkalan Udara Atang Sendjaya, Bogor. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 14, 2009 in TNI AU

 

Tags: , , ,

Pemerintah Anggarkan Dana Pembelian Pesawat TNI AU

Pemerintah akan mengalokasikan dana untuk pembelian pesawat TNI Angkatan Udara pada APBN tahun 2010.

Meneg PPN/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Paskah Suzetta di Jakarta, Rabu (3/6) mengatakan pembelian pesawat itu agar pertahanan dan kemananan di Indonesia semakin stabil.

“Dana pembelian pesawat itu sudah tersedia dalam anggaran lima tahun mendatang tetapi besarannya belum diketahui,” katanya usai rapat pembahasan asumsi makro pembicaraan pendahuluan penyusunan RAPBN tahun 2010 dengan komisi XI DPR RI.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi XI Ahmad Hafiz Zawawi itu juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Plt Gubernur Bank Indonesia Miranda S Goeltom.

Paskah menambahkan pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran untuk bidang pertahanan secara umum. “Secara rinci jumlah anggaran pertahanan saya tidak ingat tetapi pemerintah sudah mengganggarkan,” katanya. Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by on June 8, 2009 in TNI AU

 

Tags:

Skadron Elang Khatulistiwa Siap Terbang ke Ambalat

Hawk 100 TNI AU

Hawk 100 TNI AU

Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Supadio Pontianak, Kolonel (Pnb) Yadi Indrayadi mengatakan, skadron tempur Elang Khatulistiwa siap membantu menjaga wilayah RI di kawasan Ambalat, Kalimantan Timur.

“Sampai sekarang permintaan secara resmi, belum ada. Hanya sewaktu-waktu kalau diminta, skadron akan siap terbang ke Ambalat,” kata Yadi Indrayadi saat dihubungi, Rabu.

Menurut dia, waktu tempuh dari Supadio ke Ambalat sekitar satu jam dua puluh menit. Kekuatan Skadron Elang Khatulistiwa ditunjang oleh pesawat tempur Hawk jenis 100/200.

Ia menambahkan, meski situasi di Ambalat cukup panas, namun secara umum masih dalam suasana damai. “Presiden juga belum menyatakan darurat militer, masih dalam damai,” kata Yadi Indrayadi. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on June 7, 2009 in TNI AU

 

Tags: