RSS

Tag Archives: TNI

PROFESIONALISME TNI DALAM MENGATASI KONFLIK LAF DAN IDF DI LEBANON SELATAN

Prajurit Satgas Yon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indobatt) dengan sigap bertindak profesional dan imparsial dalam mengemban tugas serta tanggung jawabnya selaku Peacekeeper saat terjadi ketegangan antara IDF (Israeli Defence Forces) dan LAF (Lebanese Armed Forces) di salah satu Observation Post (OP) di daerah Al-Adaisse yang terkenal dengan sebutan ”Panorama Point” dan masih dalam Area of Responsibility (AOR) Indobatt di Lebanon Selatan, Selasa (3/8).

Menurut Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/Indobatt), Letkol Inf Andi Perdana Kahar, tindakan menengahi yang sangat berani dilakukan oleh prajurit TNI berawal dari rencana kegiatan pemotongan batang pohon cemara yang tumbang dan mengenai pagar/Technical Fence oleh pihak IDF (Israeli Defence Forces). Kegiatan IDF ini tidak disetujui LAF (Lebanese Armed Forces) dan mendapat tentangan, karena menurut LAF pohon tersebut berada di wilayah negaranya. Walaupun kegiatan ini telah dipantau dan mendapatkan ijin dari UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) selaku pemegang mandat pemelihara perdamaian di wilayah Lebanon Selatan, namun pada kenyataannya kegiatan IDF di lapangan ini mendapatkan tentangan yang sangat keras dari LAF serta memicu ketegangan antara kedua belah pihak. Read the rest of this entry »

Advertisements
 
8 Comments

Posted by on August 6, 2010 in TNI

 

Tags: ,

Ristek Fasilitasi BUMNIS dengan Combat Management System (CMS)

Pengembangan SEWACO [sensor weapon and control] atau Combat Management System [CMS] telah dilakukan dan dipasang di kapal Patroli Cepat [PC] TNI-AL, khususnya untuk pendeteksian bawah laut.

Fasilitasi RISTEK dalam mendorong PT LEN Industri untuk realisasi CMS secara bertahap dengan MFDnya Multi Function Display] telah dibuktikan pada tahun 1998 yaitu pemasangan 10 unit untuk sonar di 10 kapal jenis Parchim.

Tahun 2009 ini telah dilakukan koordinasi antara MABESAL, RISTEK dan PT LEN Industri untuk sinkronisasi program baik dari segi anggaran, tahapan pencapaian kemampuan PT LEN Industri serta kesiapan kapal yang akan disediakan oleh TNI-AL.

Rencana dimaksud telah disepakati oleh masing-masing pihak sesuai fungsi, dimana tahapan MFD yang diterapkan pada kapal Parchim dikembangkan menjadi CMS yang dapat diapllikasi oleh Kapal Parchim, Sigma maupun Patroli Cepat, sedangkan tahap berikutnya adalah diarahkan menjadi IWS untuk kapal Van Speejk. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on October 24, 2009 in PT. LEN, TNI AL

 

Tags: ,

Antara Indonesia dan Amerika Serikat….

Pertanyaan mendasar…
Apakah anda menemukan benua Eropa dan Indonesia disana??
Kemudian dapatkah anda menemukan pantai normandia dan berlin (medan perang Amerika Serikat di eropa -Theater Of Europe)?

Amerika Serikat yang merdeka tahun 4 Juli 1776 baru melakukan operasi dengan medan luas yang terbentang dari Normandia hingga Berlin pada tahun 1944, atau 168 tahun setelah merdeka. Sementara Republik ini yang baru berdiri pada tahun 17 Agustus 1945 telah mengadakan operasi militer sepanjang 1950an dengan luas wilayah operasi yang terbentang dari Sumatra hingga Ambon (RMS, PRRI dan Permesta)… dan saya yakin anda pasti lebih mudah menemukan Pulau Sumatra, Sulawesi dan Maluku dibandingkan Normandia hingga Berlin..Terlepas latar belakang terjadinya kejadian tersebut (tidak imbangnya kemajuan daerah-Jakarta, operasi klandestin negara lain dll)..

Tentu kita tidak dapat membandingkan mengapa saat ini Amerika Serikat sudah sangat maju sementara Indonesia masih seperti yang anda lihat (saya tidak akan membahasnya karena itu bukan domain saya)..

Apa yang saya coba ingin katakan adalah…. (silahkan tebak sendiri)…

 
3 Comments

Posted by on October 22, 2009 in Catatan Pribadi, Negara Lain, TNI

 

Tags:

Antara Anggaran dan Pertahanan…

Ketika tahun lalu banyak terjadi kecelakaan dan banyak orang menyatakan lemahnya pertahanan Indonesia dikarenakan alutsista TNI yang sudah menua maka semua orang akan menyalahkan anggaran TNI yang hanya sedikit. Tetapi ingatkah anda pada tahun 1963, sekelompok mahasiswa UGM telah meluncurkan roket dengan hanya dana yang terbatas?? Mereka melakukan itu karena terlecut oleh ucapan Bung Karno, sebagai bangsa kita tidak boleh bermental tempe (saya lupa bunyi ucapan aslinya)..

Jadi apakah anggaran menjadi pangkal semua masalah melemahnya pertahanan Indonesia? Jelas, ketika tidak ada uang maka negara ini tidak mampu membeli alutsista apapun.. tetapi apa yang ditunjukkan oleh mahasiswa dari UGM yang meluncurkan roket menunjukkan jika anda punya niat maka apapun akan dapat dilakukan.. Sehingga saya cenderung memilih bahwa selama ada niat dari pemerintah untuk membangun TNI maka tanpa anggaran yang besar pun, situasi TNI tidak akan seperti hari ini yang anda lihat.. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on October 22, 2009 in Catatan Pribadi, Presiden RI

 

Tags: ,

Belum Menimbulkan Efek Gentar

by : Koesworo Setiawan
Selain masih jauh dari kebutuhan minimum, pengelolaan anggaran TNI juga belum efektif.

PANGLIMA TNI Jenderal Djoko Santoso memastikan, perayaan HUT TNI ke-64, hari ini, akan berlangsung bersahaja. Kebijakan ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap bencana gempa bumi dahsyat 7,6 skala Richter di Sumatera Barat, beberapa waktu silam.

“Tanpa mengurangi makna dan kekhidmatannya, HUT tahun ini diselenggarakan dengan sederhana,” kata Djoko Santoso, seusai memimpin geladi bersih HUT TNI, Sabtu (3/10), di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Upacara HUT TNI ke-64 rencananya dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Upacara yang akan diselenggarakan di Plasa Mabes TNI itu melibatkan 1.904 personel ketiga matra dan taruna-taruna dari akademi militer.

Peringatan HUT TNI akan lebih dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi. “Peringatan ini sekaligus sebagai wahana untuk mawas diri, guna melihat sejauh mana tugas pengabdian kepada bangsa telah dilaksanakan,” katanya.
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on October 7, 2009 in TNI

 

Tags:

Kekuatan Bersenjata, Pertahanan, dan Ekonomi

Oleh Makmur Keliat

Suatu kekuatan bersenjata (armed forces) tidak dengan sendirinya menjadi suatu kekuatan pertahanan (defense forces). Hubungan yang tidak serta-merta otomatis ini dapat terjadi karena dua faktor.

Pertama, tentara terlibat sebagai kekuatan politik praktis. Kedua, tentara tidak memiliki peralatan dan persenjataan yang memadai untuk menjalankan profesi pertahanannya secara efektif. Walau asal muasalnya berbeda, keduanya menghasilkan tentara yang tidak profesional. Jika penyebab pertama terkait dengan faktor politik, yaitu sebagai pilar rezim politik otoriter, penyebab kedua terkait dengan faktor nonpolitik, dalam pengertian dapat ditemukan baik dalam rezim otoriter maupun demokratik.

Kalau kita merujuk pada ungkapan klasik Clausewitz bahwa bisnis tentara adalah keterampilan menangani kekerasan (violence) dan profesinya adalah perang (war), ada yang menarik untuk dicatat dari tentara yang tidak profesional dengan dua sebab yang berbeda ini.

Untuk sebab yang pertama, ketidakprofesionalan itu terjadi karena keterampilan kekerasan diarahkan pada sisi domestik yang harusnya menjadi tugas polisi dan lembaga penegak hukum. Sebab yang kedua, justru terjadi karena tidak memiliki kapabilitas untuk memaksimalkan keterampilan kekerasannya di sisi eksternal jika perang terjadi. Dalam rumusan lain, jika sebab yang pertama tidak disukai karena surplus kekerasan yang tidak pada tempatnya, sedangkan yang kedua justru karena defisit kekerasan yang tidak pada tempatnya. Dalam konteks Indonesia, penyebab pertama telah dialami pada masa Orde Baru, sedangkan penyebab kedua kini tengah dialami Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam satu dasawarsa terakhir.
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on October 7, 2009 in TNI

 

Tags:

Dirgahayu TNI ke 64

Dirgahayu TNI ku….
Ya Allah berilah kami pemimpin yang mengerti pentingnya Indonesia memiliki TNI yang kuat…. Amien..


Read the rest of this entry »

 
3 Comments

Posted by on October 6, 2009 in TNI

 

Tags: